SINDONTT.CO – ROTE NDAO
Debat Terbuka yang di selenggarakan oleh Antra RI antara Drs. Soudi Lian, M.SI (Sekretaris Panitia Asitensi Jakarta untuk Pembentukan Kabupaten Rote Ndao 1997 – 2022) dengan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, mantan Drs. Leonard Haning, MM dan Prof. Yusuf Leonard Henuk, Ph.D (YLH) Gurus Besar Unstar di Kediaman Yunus Panie di Kelurahan Mokdale Kecamatan Lobalain, Sabtu (26/08/2023) sekitar pukul 10.00 Wita tidak terlaksana sesuai dengan harapan yang dinantikan publik
Debat terbuka ini tidak terlaksana karena hanya dihadiri oleh Drs. Soudi Lian, M.SI sementara Bupati Rote Ndao, Mantan Bupati Leonard Haning dan Prof. Yusuf Leonard Henuk, Ph.D tidak mengindahkan undangan dari ANTRA RI (tidak Hadir)
Dengan ketidak hadiran ketiga orang terpenting tersebut maka Debat terbuka di rubah menjadi orasi/pidato Bebas dari Drs. Soudi Lian, M.SI yang saat ini menjabat sebagai Kordinator Perencanaan Teknis ekonomi dan Investasi Transmigrasi Kementrian Desa Pemabangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia
Dalam Orasinya Drs. Soudi Lian, M.SI menegaskan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, S.E dan suaminya Leonard Haning tidak mengerti tentang sejarah pembentukan Kabupaten Rote Ndao
“Saya ini Sekretaris Panitia Asistensi Jakarta untuk pembentukan Kabupaten Rote Ndao, jadi sebenaranya Kabupaten ini terbentuk pada tanggal 10 April 2002 dengan undang-undang nomor 9 Tahun 2002 yang di undangkan pada tanggal 10 April 2002, dan dinyatakan berlaku saat itu, yang saya heran apakah pemda tidak mengerti sejarah sehingga selama 21 tahun ulang tahun Rote Ndao di rayakan pada tanggal 02 juli, sebenarnya tanggal 02 juli itu tanggal pelantikan Christian Nehemia Dillak sebagai Pj Bupati Rote Ndao, bagaimana mungkin seorang bupati tidak mengerti sejarah kabupaten yang di pimpin,” Tegas Soudi Lian

Setelah 21 tahun rakyat berharap ada kemakmuran tapi kenyataannya masih sangat mengenaskan, Rote Ndao masih di lilit kemiskinana eksrim
“Salah satunya stunting, stunding adalah angka kurang gisi yang menimpa anak-anak dan orang tua, untuk stunting angkanya Rote Ndao tertinggi, sebagian besar sumber daya alam belum terurus, bagaimana mungkin rakyat mau sejahtera, kalau terjadi stunting bagaimana tanggung jawabmu Bupati rote Ndao, melarikan diri kemana, lari dari diskusi ini, rakyat, mencarimu, Apakah bupati Paulina Haning matamu buta terhadap kekayaan di negeri ini baik laut maupun darat, tuhan memberkati negeri ini, bupati kamu salah urus sehingga rakyat menderita kelaparan, Kamu Bupati Tapi Buta tidak mengenal wilayahmu,” Ujarnya
Dikatakan Soudi Lian dirinya bukan orang gila hormat tapi kehadiranya saat ini ingin mempertanyakan apa yang sudah dibuat setelah para pejuang membentuk Rote Ndao menjadi Daerah Otonom
“Tiga bupati sudah, Almarhum Christian Nehemia Dillak tidak perlu kita bahas karena itu masih perintisan, ada lens haning 10 tahun memimpin Rote Ndao ditambah istrinya memimpin 5 tahun, apa yang sudah di lakukan, apa tanggung jawab sejarahmu, tanggung jawab moral, tanggung jawab historis, sekali bung karno katakan jangan melupakan sejarah, kalau kamu melupakan sejarah kamu bias kemana-kemana, Apa yang sudah dilakukan oleh Bupati Rote Ndao dan suaminya sehingga stunting dimana-mana dan pendapatan asli daerah rendah, apakah kamu tidak tau rote ini dirongrong oleh korupsi, banyak pegawai masuk penjara keluar kamu terima lagi, tabrak undang-undang, besok kamu berhentikan lagi dimanakah hatimu, apakah hanya mereka yang masuk bui terlibat dalam korupsi? coba kita bantu polisi atau jaksa atau KPK kakapnya ada dimana kenapa kamu tidak cari, jalan-jalan dibangun sebentar saja rusak, masyarakat teriak, kau bupati diam saja, tidak berani tegur pengusaha yang curang ini, apakah kamu sama-sama curang? jawab. jangan bersembunyi karena hukum punya mata lebih tajam dari elang,” Cetusnya
Dijelaskan Soudi Lian pada saat ini, Rote Ndao masih tercatat sebagai daerah tertinggal dari 2004 hingga sekarang, apakah jawab Bupati dari segi program pemerintah? seharusnya Bupati Paulina Haning Bullu di semester terakhir menjawab kemiskinan ini
“Yang kami Rindukan adalah kesejahteraan bagi rakyat bukan nama kami di patung Christian Nehemia Dillak atau piagam penghargaan, hapus nama saya dari sana, kamu sengaja umpan satu patung pada hal niatmu menulis namamu di stadion holoama, Paulina haning bulu dan lens haning, dua manusia yang tidak sukses ini menuliskan nama di sana. Ada lagi banyak masalah belum di urus, rakyat mengeluh kelangkaan BBM apalagi pupuk, rakyat berteriak pupuk,pupuk, pupuk, tapi kamu punya telinga tuli, apa programmu? mental kamu adalah mental berharap, kamu memimpin negeri ini dengan tangan besi, tidak mengerti menejamen pemerintahan, orang hamil pun kamu pindahkan, baru melahirkan pun di pindahkan, Tandas Soudi Lian
Soudi Lian mempertanyakan bagaimana kepemimpinan Bupati selama 15 tahun sehingga terjadinya ketimpangan seperti ini
“Salah satunya Desa Suebela, ada lumbung padi, ada sumber air terbesar, sementara aspal sejingkal pun tidak ada, ada juga desa yang di anak tirikan. apakah yang sudah kau buat di sana? kau hanya kenal kampungmu,” Jelasnya
Usai berorasi Kepada Wartawan Drs. Soudi Lian, M.SI mengatakan dirinya tidak ada urusan dengan kehadiran Bupati Rote Ndao dan Mantan Bupati maupun Prof. Yusuf Leonard Henuk, Ph.d
“mereka datang atau tidak itu bukan urusan saya, saya tidak terpengaruh, yang penting kami sudah cukup santun, jadi yang paling penting bagi saya bukan profer dokter ini, tapi Paulina Bulu Haning sebagai bupati dan lens haning sebagai ketua tim bupati untuk percepatan pembangunan. saya sudah sampaikan debat ini melalui youtobe sudah sebulan dan melalui surat resmi dari antra RI, Antra saya percaya sebagai LSM yang konsisten dengan perjuangannya, maka saya minta ANTRA yang Fasilitasi Debat ini, mereka ini siap berkorban untuk rakyat Rote Ndao, karena mereka ini tudak hadir maka selanjutnya kami berikan kesempatan 3 bulan lagi kepada mereka bertiga untuk menanggapi orasi ini dan dipastikan kami akan balas lagi melalui undangan debat pada tanggl 30 november 2023,” ungkapnya,
Dalam penyampaian Orasinya Drs. Soudi Lian, M.SI didampingi Wakil Sekretaris Jenderal Lembaga Amanat Pendiritaan Rakyat RI (Wasekjend ANTRA RI) Alfredo Silvawan Mesah, (Nasa)






