SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Di tengah memanasnya isu seputar penutupan akses jalan dan blokade menuju kawasan PT Bo’a Development, suara menyejukkan datang dari seorang tokoh yang pernah memimpin desa ini dengan penuh kasih dan kebijaksanaan. Mantan Kepala Desa (Kades) Bo’a, Filipus Tasi, menyerukan pesan damai kepada seluruh warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang
Dengan nada teduh yang mencerminkan kebijaksanaan seorang sesepuh kampung, Filipus Tasi mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pandangan
“Mari kita fokus bekerja dan menjaga kedamaian. Jangan biarkan isu menyesatkan memecah kita,” ujarnya dengan suara tenang namun penuh makna.
Seruan ini seolah menjadi angin segar bagi masyarakat Bo’a yang dalam beberapa waktu terakhir diwarnai ketegangan dan silang pendapat akibat persoalan akses jalan menuju lokasi perusahaan. Dalam suasana yang mulai mengeras oleh kabar dan dugaan yang simpang siur, ajakan Filipus Tasi menjadi penyejuk hati, mengingatkan bahwa kedamaian dan persatuan jauh lebih berharga daripada perdebatan yang membakar emosi
Tokoh masyarakat itu menegaskan, sudah sepatutnya warga kembali menatap ke depan, bergandeng tangan membangun kampung tanpa saling curiga
“Perbedaan pendapat boleh saja, tapi jangan sampai kita kehilangan rasa hormat dan kasih terhadap sesama,” tambahnya.
Pesan damai dari mantan Kades Bo’a ini menjadi pengingat sederhana namun mendalam: bahwa di atas semua persoalan yang muncul, Bo’a adalah rumah bersama, tempat di mana kedamaian seharusnya selalu menjadi bahasa utama (tim/nasa)






