SINDONTT.COM – BALI
Di tengah gemerlap pesona Pulau Bali yang telah lama menjadi ikon pariwisata dunia, sebuah pesan sederhana namun penuh makna hadir dari seorang remaja putri Indonesia. Ia adalah Mayana Tysellanata Saleky, yang dengan bangga mengenakan topi berlogo Nihi Rote sebagai simbol promosi daerah asalnya
Dalam balutan kegiatan tur budaya, topi itu bukan sekadar pelengkap gaya. Ia menjadi representasi kecintaan terhadap tanah kelahiran sekaligus ajakan halus kepada dunia untuk menoleh ke selatan Indonesia ke Rote Ndao, sebuah destinasi yang disebutnya sebagai “surga” tersembunyi.
“Kalau Bali dikenal sebagai Pulau Dewata, maka Rote Ndao adalah surganya para peselancar,” ungkap Mayana kepada wartawan, Senin (27/4/2026)
Sorotan Mayana tertuju pada Nihi Rote, destinasi eksklusif yang dikembangkan oleh PT Bo’a Development di Desa Bo’a. Berdiri megah dengan lanskap laut lepas, kawasan ini memadukan kemewahan kelas dunia dengan keaslian budaya lokal yang tetap terjaga
Hamparan alam yang masih perawan, deburan ombak yang menantang bagi peselancar, hingga kehidupan budaya masyarakat yang autentik, menjadi daya tarik yang sulit ditandingi
Nihi Rote bukan hanya tentang kemewahan, tetapi juga tentang pengalaman mendalam yang menyentuh sisi estetika dan kearifan lokal
Menurut Mayana, kehadiran Nihi Rote membuktikan bahwa Rote Ndao memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung pariwisata internasional
Bahkan, pesonanya tak kalah memikat dibandingkan destinasi-destinasi ternama di Bali
“Datang dan nikmati langsung di Nihi Rote,” ajaknya penuh semangat
Lebih dari sekadar destinasi, Nihi Rote adalah perwujudan harmoni antara alam, budaya, dan arsitektur modern yang dirancang dengan sentuhan lokal
Sebuah mahakarya pariwisata di ujung selatan Indonesia yang perlahan namun pasti mulai mencuri perhatian dunia
Di balik topi sederhana yang dikenakan Mayana, terselip pesan besar: bahwa Indonesia memiliki banyak surga yang menunggu untuk dijelajahi dan Rote Ndao adalah salah satunya (tim/nasa)






