SINDONTT.COM, KUPANG – Hingga pertengahan bulan Oktober 2019, PT Garam (Persero) berhasil produksi 8.800 ton garam dari target produksi sebesar 17.000 ton di kabupaten Kupang.
Pernyataan ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Garam Budi Sasongko kepada Wartawan di sela-sela panen raya garam di desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Rabu, (16/10/2019)
Dijelaskan Budi Sasongko, panen raya PT Garam di atas lahan garam seluas 304 hektare dengan hasil produksi sebesar 8.800 ton garam.
“Diatas lahan seluas 304 hektare ini, kita ground breaking 2016 dan panen perdana tahun 2017 kita panen sebesar 3.748 ton, 2018 sebesar 8.058 ton, dan 2019 sampai tanggal 15 oktober 2019 sebesar 8.800 ton dari target produksi tahun 2019 sebesar 17.000 ton.” tandasnya.
Lanjut Budi Sasongko, sesuai hasil PKS dengan masyarakat pemilik lahan ulayat maka 10 persen hasil produksi diberikan kepada pemangku tanah ulayat desa Bipolo yang nantinya akan dibagi dengan komposisi 5,5 persen untuk pemilik lahan ulayat, 1,5 persen untuk lembaga adat, 1,5 persen untuk Sinode GMIT dan 1,5 untuk pemerintah kabupaten Kupang.
Budi Sasongko menambahkan, produksi garam dari Bipolo akan di ekspor ke luar daerah untuk pemenuhan garam Nasional.
“Pekerja saat ini PT Garam melibatkan 150 masyarakat lokal.
Garamnya produksi untuk kebutuhan garam dalam negeri. Setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi baru di ekspor ke luar negeri. Sampai saat ini total panen dari tahun 2017 sudah diperkirakan sampai 20.000 ton.” ungkapnya.
Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan banyak investor yang sudah datang untuk berinvestasi di kabupaten Kupang tetapi kembali karena tidak bisa mengelola lahan garam dengan baik.
Namun, lanjut Bupati Kupang, PT Garam sudah membuktikan diri kalau mampu memproduksi garam di Bipolo sehingga ia berharap PT Garam harus terus produksi dengan mengedepankan kepentingan rakyat bukan kepentingan perusahaan.
“Sebagai Bupati Kupang, Saya memberikan kebebasan kepada investor untuk berinvestasi di kabupaten Kupang tetapi harus mengutamakan kepentingan masyarakat bukan kepentingan perusahaan. Biasanya itu persaingan investor sehingga mereka datang bukan untuk kepentingan masyarakat tetapi untuk kepentingan perusahaan sehingga saya akan mengusir investor pengaduh seperti itu, jika ada.” tandasnya
Dr.Christian Liufeto dari Undana Kupang sebagai tenaga ahli pendamping pengelolaan garam di kabupaten Kupang mengaku bersyukur karena ada peningkatan produksi garam yang dilakukan PT Garam.
Christian Liufeto mengaku selama ini hanya bisa mengajar teori, namun dengan adanya PT Garam di Bipolo maka bisa langsung mengimplementasikan teori yang ada untuk pengembangan ekonomi masyarakat melalui produksi garam.
“Kita bersyukur karena selama ini kita mengajar hanya bisa bicara potensi-potensi lahan garam yang dimiliki NTT tetapi tidak lihat produksi nyatanya. Hari ini kita apresiasi PT Garam yang sudah produksi garam semakin meningkat.” ungkapnya.
Selain melakukan pendampingan terhadap pengelolaan lahan garam, kata Dr Liufeto, ke depan Undana juga mendorong pengusaha maupun masyarakat pemilik lahan untuk memberdayakan lahan tambak yang ada dengan mengembangkan ikan kakap dan ikan kerapu di saat musim hujan.
“Kedepan kita akan terus mendorong masyarakat maupun investor untuk memanfaatkan tambak garam yang sudah ada ini untuk memelihara ikan, seperti ikan kakap dan ikan kerapu saat musim hujan. Jadi musim kemarau panen garam, musim hujan juga bisa panen ikan.” tandas Dr Liufeto.
Untuk diketahui, panen raya PT Garam dihadiri Bupati Kupang Korinus Masneno, Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang Novita Funay, Camat Sulamu Adrian Abineno, Rektor Undana Kupang Fred Benu di wakili Dr. Christian Liufeto, Kapolres Kupang, AKBP Indra Gunawan, Kasie Intel Kodim 1604/Kupang yang mewakili Dandim, Kapten I Ketut Darmadi dan kepala cabang PT Garam di Bipolo Agung Triwasono Hadi. (Tim).











