SINDONTT.ID – ROTE MDAO
Anggota DPR/MPR Republik Indonesia (RI) Fraksi PDI Perjuangan Fransiskus Yohanis Lema, S.IP, M.SI (Ansy Lema) menggelar sosialisasi 4 Pilar kehidupan Berbangsa dan Bernegara Kepada Para siswa dan Guru di SMA Negeri 1 Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao secara Virtual, Sabtu (26/09/2020) sekitar pukul 10.00 wita.
dalam diskusi secara virtual itu Ansy Lema mengatakan Negara Indonesia memiliki 4 pilar kebangsaan atau yang dikenal dengan konsensus Bangsa yakni, Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika
Menurutnya Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia, Pegangan hidup berbangsa dan bernegara, pancasila sebagai jadi diri bangsa yang dapat mempersatukan semua perbedaan Karena itu Pancasila tidak bisa di rubah, Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa dan negara, Pancasila alat pemersatu masyarakat Indonesia yang berbeda, Pancasila dijadikan sebagai gotong royong untuk membantu sesama atau orang lain
Lanjutnya Undang-undang Dasar 1945 merupakan dasar hukum Negara Indonesia yang memiliki tujuan melindungi segenap dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan bangsa dan mencerdaskan kehidupan Bangsa dan yang ketiga adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahwa wilayah teritorial Indonesia Mulai dari sabang di Provinsi Nangroe Aceh Darusalam sampai meruake di Provinsi Papua dan mulai dari pulau sanger talaud di Provinsi Sulawesi Utara hingga Pulau Rote di Nusantara Tengara Timur yang perlu di bangun secara adil dan merata, baik itu dari keamanan dan pembangunan,
terakhir adalah Bhinneka Tunggal Ika atau di kenal dengan istilah berbeda-beda tapi satu, bersatu kita kuat, dan sebagai bukti Indonesia ini didirikan oleh para pemuda pada tahun 1928 yang di kenal dengan sampah pemuda, para pemuda berpikir dalam kemerdekaan harus bersatu, Ungkap Ansy Lema
Ansy Lema menjelaskan dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia salah satu tokoh pejuang Ir. Soerkorno sempat diasingkan oleh para penjajah di Kota Ende dan selama masa pengasingan itu Soekarno menemukan nilai butir Pancasila di kota Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur
“Saya berharap para siswa atau anak mudah sebagai penerus bangsa harus berpegang teguh pada Pancasila, jadikan Pancasila sebagai pandangan hidup setiap hari dan perlu diketahui saya bukan orang Rote tapi hati saya selalu teringat dengan Rote Ndao yang ada di teras depan bangsa Indonesia”, tegasnya
Dalam acara diskusi virtual itu Ansy Lema berkomitmen akan memperjuankan setiap ususlkan yang disampaikan oleh para peserta yang mengikuti diskusi virtual Bersamanya, baik itu usulan tambahan Pembangunan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di kecamatan Rote Barat Laut dan kesejahteraan Petani di Kabupaten Rote Ndao pada umumnya.
dalam diskusi itu salah satu peserta Nover Ndaong mengusulkan bahwa di Kecamatan Rote Barat Laut kebupaten Rote Ndao petani memiliki dua mata pencaharian yakni pertanian dan kelautan, kemudian dalam bertani masih cenderung menggunakan pola yang lama, karena itu pihaknya meminta perhatian dari Anggota DPR-RI Yohanis Fransiskus Lema
” petani di Daerah kami masih bertani pakai pola yang lama,karena itu mohon perhatian Bapak”, Ungkap Nover Ndaong
Samsul Hadi salah satu Guru di SMA 1 Negeri 1 Rote Barat Laut mengatakan dirinya memastikan di Rote Ndao Pancasila harga mati, di sekolah siswanya selalu di ajarkan tentang bnilai-nilai Pancasila, dan Sekolah nya itu siswanya cukup Banyak, Karena itu pihaknya meminta Bantuan Anggota DPR RI Yohanis Fransiskus Lema agar memperjuangkan usulan tambahan satu pembangunan SMA di kecamatan Rote Barat Laut yang telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat
“Siswa kami cukup banyak karena itu kami telah usulan tambahan satu SMA di Rote Barat Laut, Karena itu tetap butuh perhatian Bapak Ansy Lema”, ujarnya
Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rote Ndao Denison Moy (Ketua Fraksi PDIP DPRD), Anggota DPRD Rote Ndao Fraksi PDI Perjuangan Zinzendorf Yosus Adu dan Wakil ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rote Ndao Samuel H Nassa.
(Nasa)






