Pemerintah Provinsi NTT: Jangan Gunakan Anak dan Perempuan Untuk Memprovokasi Konflik Besipae

Avatar photo

Thursday, 15 October 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.ID- NUSA TENGGARA TIMUR
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) meminta para okupan (penghuni, red) lahan Besipae tidak menggunakan anak-anak dan perempuan untuk memprovokasi konflik di Lahan Besipae. Pemprov NTT juga meminta agar  bentuk provokasi tersebut dihentikan. Lebih dari itu, Pemprov NTT menganjurkan pihak okupan menempuh jalur hukum guna mendapatkan kejelasan status kepemilikan lahan Besipae.

Demikian tanggapan Pemprov NTT terkait beredarnya informasi video konflik Besipae melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Djelamu Ardu Marius, M.si dalam jumpa pers pada Kamis (15/10/2020).

“Kami meminta masyarakat disana (di Besipae, red) untuk tidak memprovoskasi. Kami melihat disana (di video konflik okupan lahan Besiapae dengan aparat, red) mereka menggunakan anak kecil dan perempuan untuk kemudian menimbulkan konflik. Pemerintah  mengharapkan provokasi seperti ini harus dihentikan. Jangan menggunakan anak-anak dan perempuan untuk memprovokasi,” tandasnya.

Menurut Marius Djelamu, Pemerintah  Provinsi telah meminta pihak kepolisian untuk dapat mengidentifikasi orang-orang yang dianggap provokator dibalik konflik lahan Besiapae. “Kami minta kepolisian bisa mengidentifikasi para provokator yang sengaja  menggunakan persoalan tersebut untuk membesar-besarkan konflik. Dan kita minta supaya proses hukum ditegakan,” ujarnya.

Mantan Kadis Pariwisata NTT itu pun mengharapkan agar masyarakat di sekitar lahan Besipae tidak terprovokasi oleh video konflik warga okupan lahan Besipae dengan aparat pemerintah yang sementara tersebar melalui media sosial (medsos). “Kami mengharapkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh video-video yang sengaja dibuat, kemudian dipublikasi untuk memancing keprihatinan orang lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Marius Jelamu meminta semua pihak untuk dapat memahami secara betul proses yang sedang terjadi di Besipae. Ia meminta, jikalau ada yang tidak puas dengan keputusan Pemerintah Provinsi NTT, maka ada lembaga hukum dan ada jalur hukum yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan konflik klaim kepemilikan lahan Besipae.

Baca Juga:  Dihari Pers Nasional, Polsek Lobalain Silaturahmi bersama Awak Media

”Bisa lapor kepolisian supaya bisa diproses hukum, atau ke Kejaksaan supaya diproses hukum. Apakah pemerintah provinsi salah atau benar dan yang memutuskan itu adalah lembaga peradilan. Dan Kami menghimbau kepada masyarakat, kalau tidak puas dengan kebijakan Pemerintah Provinsi,  silahkan mengambil langkah hukum, membawa ke meja hijau supaya jelas bagaimana keputusan pengadilan terkait dengan lahan di Besipae,” tegas Marius

Menurut Marius, itu satu-satunya cara untuk bisa memutuskan apakah betul tanah itu milik Pemerintah Provinsi ataukah milik para okupan lahan Besipae. “Lembaga Peradilanlah yang menentukan. Negara kita adalah negara hukum dan tentu ketika proses hukum berjalan, akan jelas siapa yang berhak memiliki tanah itu, apakah Pemerintah Provinsi apakah masyarakat,” jelasnya.

Terkait klaim kelompok okupan lahan Besipae bahwa masalah Besipae belum selesai (belum memiliki  kekuatan hukum tetap status tanah tersebut milik pemprov ntt ataukah pihak okupan, red), mantan Kadis Pariwisata NTT itu menegaskan, “sudah ada kesepakatan beberapa bulan lalu yang dibuat antara Pemerintah Provinsi dengan usif-usif disana dan para para usif itu membenarkan bahwa memang  penyerahan tanah itu ditahun 1982 seluas 3.870 hektar diserahkan kepada Pemerintah Provinsi. Lalu Pemerintah Provinsi membuat sertifikat atas tanah itu dan itu disetujui oleh Para Usif yang notabene adalah pemilik tanah itu.”

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, kata Marius, tetap bertekat memanfaatkan lahan Besipae sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Pemprov NTT telah berkoordinasi dengan semua stakeholders untuk mengembangkan kelor dan jagung dalam rangka mendukung program Gubernur yakni tanam jagung panen sapi (TJPS).

“Selama ini kita sudah bertekat untuk menjadikan Besipae sungguh-sungguh sebuah tempat dimana masyarakat sekitarnya berkembang dan ekonomi masyarakat sekitarnya meningkat.   Karena itu pemerintah bertekat untuk mengembangkan semua potensi yang ada di Besipae,” paparnya.

Baca Juga:  Bupati Paul Henuk Sidak ke Sejumlah Dinas Teknis, Kolaborasi Visi Pembangunan Rote Ndao

Kami berharap, lanjutnya, bahwa masyarakat di sekitar Besipae tetap memegang komitmen bersama untuk membangun Besipae.

“Ketika dua Usif masing-masing Usif Yusuf Nebuasa dan Usif Esai Nebuasa dipukuli oleh para okupan yang selama ini tinggal di lahan Besipae dan bukan pemilik lahan tersebut, sehingga warga dari Lima Desa (yakni desa Polo, Oeekam, Mio, Linamnutu, Eno Neten) tidak terima atas perlakuan tersebut dan mengejar para Okupan dan mengusir mereka keluar dari kawasan tersebut dan
Kami minta supaya dibuat visum dan dilaporkan kepada Kepolisian supaya diproses hukum, ujar beliau.

“Selanjutnya Marius menegaskan agar para aparat untuk tidak terpancing oleh provokasi yg ada. Lakukan pendekatan persuasif seraya melakukan penegakan hukum. Pemerintah Provinsi sudah  sangat kompromis. menyediakan rumah dengan fasilitas listrik, menyediakan lahan utk dikelola, menyiapkan sertifikt tanah bagi mereka. Jadi pemprov sama sekali tidak menelantarkan mereka.” tandas Marius.
(Humas Setda Pemprov NTT)

Berita Terkait

Ada Permintaan di GMIT Paulus Ndao, Doakan Bupati, Agar Kuat Jalankan Amanah
Polisi Beriman Menyapa Jemaat GMIT Elim Aduoen, Jaga Kerukunan dan Keamanan
Dari Parkir hingga Tata Ruang, DPRD Rote Ndao Bahas Tujuh Ranperda
Jumat Keliling di Masjid Oelaba, Polsek Rote Barat Laut Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Green Policing, Polsek Rote Barat Laut Bersihkan Sampah di Tempat Ibadah
Bupati Paul Henuk Umumkan Aturan Baru Pengendalian BBM, Sistem Ganjil-Genap
Di Tengah Kelangkaan BBM, Antrean di SPBU Longgo Tetap Tertib
Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi Diselidiki, Bupati Siapkan Solusi, Libatkan PD Ita Esa
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 13:02

Ada Permintaan di GMIT Paulus Ndao, Doakan Bupati, Agar Kuat Jalankan Amanah

Sunday, 25 October 2026 - 11:17

Polisi Beriman Menyapa Jemaat GMIT Elim Aduoen, Jaga Kerukunan dan Keamanan

Friday, 23 October 2026 - 18:03

Dari Parkir hingga Tata Ruang, DPRD Rote Ndao Bahas Tujuh Ranperda

Friday, 23 October 2026 - 09:47

Green Policing, Polsek Rote Barat Laut Bersihkan Sampah di Tempat Ibadah

Wednesday, 21 October 2026 - 16:51

Bupati Paul Henuk Umumkan Aturan Baru Pengendalian BBM, Sistem Ganjil-Genap

Wednesday, 21 October 2026 - 13:28

Di Tengah Kelangkaan BBM, Antrean di SPBU Longgo Tetap Tertib

Tuesday, 20 October 2026 - 22:19

Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi Diselidiki, Bupati Siapkan Solusi, Libatkan PD Ita Esa

Tuesday, 20 October 2026 - 22:01

Di Tengah Puing Kebakaran, Apremoi Menjaga Harapan Tiga Anak

Berita Terbaru