ROTE NDAO, SINDONTT.COM — Semangat pemuda untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah dan kehidupan bergereja mendapat dorongan dalam Ibadah Pemuda yang dirangkaikan dengan Talk Show di halaman SMA Swasta Ita Esa Mundek, Jumat (21/8/2026)
Kegiatan bertema “Dari Lontar ke Masa Depan: Merdeka, Berkarya – Pemuda Rote Ndao sebagai Agen Perubahan” itu diikuti lebih dari 700 pemuda GMIT se-Klasis Rote Barat Laut
Talk show menghadirkan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H. dan Ketua Klasis Rote Barat Laut Pdt. Johanis Nehemia Solok, S.Th dan Pdt. Siliwaty Padakari, S.Th sebagai moderator
Generasi Muda Sebagai Kekuatan Perubahan
Di hadapan ratusan pemuda, Bupati Paulus menegaskan bahwa pemuda bukan sekadar generasi penerus, tetapi kekuatan perubahan yang harus berani berpikir, bergerak dan berkarya
“Jangan menjadi pemuda yang pasif dan hanya menunggu. Berpikirlah, bergeraklah, dan lakukan sesuatu berdasarkan iman yang kita miliki. Di dalam Tuhan, kita memiliki masa depan yang kuat dan penuh harapan. Jangan sampai kita tercabut dari iman,” pesan Paulus Henuk
Ia juga mendorong pemuda Rote Ndao menjadi agen perubahan bagi diri sendiri, Gereja, masyarakat dan bangsa, sekaligus berani menciptakan peluang melalui kewirausahaan, pertanian, peternakan, perkebunan hingga pengembangan integrated farming.
Paulus turut mengangkat pohon lontar sebagai simbol kehidupan masyarakat Rote Ndao
Lontar Sumber Ekonomi
Menurutnya, lontar bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber kehidupan dan penggerak ekonomi masyarakat yang perlu dikembangkan secara modern
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja rentan, termasuk penyadap lontar, melalui program BPJS Ketenagakerjaan atau Jamsostek
Iman Harus diwujudkan melalui Tindakan Nyata
Sementara itu, Ketua Klasis Rote Barat Laut Pdt. Johanis Nehemia Solok mengingatkan bahwa iman harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Pemuda diminta tidak hanya menunggu rancangan Tuhan, tetapi terus belajar, rajin bersekolah, mengembangkan potensi dan berani mengambil tanggung jawab
“Tuhan memang memiliki rancangan yang baik bagi setiap orang, tetapi itu bukan berarti kita hanya duduk diam menunggu. Pemuda harus yakin, bergerak dalam iman, rajin bersekolah, terus belajar, dan mengembangkan potensi yang Tuhan percayakan,” ujarnya

Pertemuan lebih dari 700 pemuda itu menjadi ruang untuk mempertemukan iman, pendidikan, budaya dan karya. Dari filosofi pohon lontar, mereka diajak memahami bahwa masa depan Rote Ndao membutuhkan generasi yang berani berpikir, peduli terhadap sesama dan mau bekerja
Pemuda diharapkan tampil sebagai generasi yang merdeka dalam iman, berkarya dengan integritas dan menjadi agen perubahan bagi Gereja, daerah dan Indonesia (**)

















