ROTE NDAO, SINDONTT.COM — Bupati Rote Ndao Paulus Henuk resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Daniel W. Nalle, S.Pt. sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rote Ndao di Lantai I Kantor Bupati, Senin (17/8/2026)
Pelantikan tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memperoleh persetujuan dari Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk mengangkat Daniel W. Nalle sebagai Penjabat Sekda yang sebelumnya diangkat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah oleh Bupati Paulus Henuk
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memastikan roda pemerintahan dan birokrasi di Kabupaten Rote Ndao tetap berjalan efektif, sekaligus menunggu proses penetapan Sekda definitif
Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk mengungkapkan bahwa keputusan menunjuk Daniel W. Nalle sebagai Pelaksana Harian Sekda sebelumnya tidak terlepas dari berbagai komentar dan Kritikan dari sejumlah pihak, termasuk orang-orang yang sebelumnya memberikan dukungan politik
Paulus menyebut, dirinya bahkan menerima sejumlah pesan WhatsApp dari beberapa tokoh senior yang mempertanyakan keputusan tersebut
Ia juga menyinggung adanya tulisan di media sosial yang dinilainya menyerang pemerintah daerah, Namun, menurut Paulus, berbagai kritik tersebut tidak menjadi alasan bagi dirinya untuk mengambil keputusan
Ia menegaskan bahwa pengisian jabatan birokrasi harus ditempatkan dalam koridor profesionalitas dan aturan, bukan berdasarkan kelompok pendukung atau kepentingan politik tertentu
ASN Tidak Boleh Dikotak-kotakkan
Paulus secara tegas mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar tidak membangun sekat berdasarkan latar belakang politik
“Tidak boleh ada cerita, ini orang Lentera, ini orang Lontar, kalau ini menang berarti orang Lontar, atau kelompok lainnya. Itu keliru, fatal pemahamannya,” tegas Paulus

Menurut Paulus, mempolitisasi birokrasi hanya akan membuat ASN tidak bekerja secara profesional, Aparatur pemerintah harus menjalankan tugas berdasarkan aturan dan kepentingan masyarakat
Paulus juga meminta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para asisten, serta seluruh ASN untuk menjaga profesionalitas dan tidak bermain politik praktis dalam menjalankan tugas pemerintahan
Sekda Punya Peran Strategis Menggerakkan Birokrasi
Lebih jauh, Paulus menekankan bahwa jabatan Sekda bukanlah posisi biasa. Sekda memiliki tanggung jawab besar sebagai motor penggerak birokrasi, terutama dalam memastikan program pemerintahan berjalan sesuai target
Ia mengingatkan bahwa siapapun yang nantinya ditetapkan sebagai Sekda definitif harus memiliki kemampuan untuk menggerakkan roda birokrasi dan membangun koordinasi dengan seluruh perangkat daerah
“Siapapun nanti yang terpilih sebagai Sekda definitif, itu punya tanggung jawab yang luar biasa untuk menggerakkan roda birokrasi kita,” katanya
Paulus berharap para pejabat dan ASN dapat melihat jabatan tersebut dari sisi tanggung jawab pelayanan publik, bukan dari sisi kedekatan politik
Jangan Sampai ASN Bermain Dua Kaki
Bupati juga mengingatkan agar ASN tidak bekerja setengah hati hanya karena memperhitungkan kepentingan politik
Ia menggambarkan kondisi yang dapat terjadi ketika seorang ASN mulai berpikir berdasarkan siapa yang sedang berkuasa dan siapa yang kemungkinan akan berkuasa di masa mendatang
Menurut Paulus, pola pikir seperti itu justru dapat menghambat jalannya pemerintahan
“Jangan sampai karena berpikir siapa yang terpilih, siapa yang tidak terpilih, lalu kita bekerja biasa-biasa saja. Kalau bisa bermain dua kaki. Itu yang menyebabkan dan menghambat jalannya roda pemerintahan,” ujarnya
Bupati Minta Kritik Disampaikan Secara Sehat
Paulus juga mengajak masyarakat dan seluruh elemen pemerintahan untuk tetap menjaga harmoni dalam membangun Rote Ndao.
Ia mengatakan kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar. Namun, kritik hendaknya disampaikan secara konstruktif dan berdasarkan data, bukan melalui akun palsu maupun narasi yang menyerang pribadi
“Kalau ada kekurangan, mari kita berpikir sama-sama. Tidak ada ruang dalam hati dan pikiran saya untuk mengelompokkan ASN, ini orang kita, ini bukan orang kita. Tidak ada,” tegasnya (**)

















