ROTE NDAO, SINDONTT.COM — Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026
Kegiatan penyaluran bantuan pangan tersebut dilaksanakan di wilayah di Desa Tolama, Kecamatan Loaholu, Selasa (18/8/2026)
Berdasarkan agregat data penerima bantuan pangan yang disampaikan Badan Pangan Nasional, Kabupaten Rote Ndao tercatat memiliki 25.487 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Sementara dalam penyaluran di Desa Tolama, sebanyak 330 masyarakat penerima manfaat mendapatkan bantuan beras
Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi tiga bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram per penerima
Dalam kesempatan itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan bahwa bantuan pangan merupakan bagian penting dalam membantu masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan
Bupati Paulus Henuk meminta masyarakat menggunakan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga
“Ini dibagi tiga bulan, maka dapat 30 kilo. Tolong ini digunakan dengan baik,” pesan Bupati kepada masyarakat penerima manfaat
Beras Berpengaruh dalam Pengukuran Kemiskinan
Bupati menjelaskan bahwa akses terhadap pangan, khususnya beras, menjadi salah satu faktor yang turut diperhitungkan dalam melihat kondisi kemiskinan masyarakat
Menurutnya, kemiskinan tidak hanya dilihat dari satu aspek, tetapi berdasarkan sejumlah indikator, termasuk kondisi rumah, sanitasi atau WC, serta akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan
“Akses terhadap beras ini proporsinya hampir 30 persen. Jadi ada sekian banyak kriteria kita disebut miskin, termasuk rumah, WC dan lain-lain, tetapi termasuk juga beras,” jelasnya
Karena itu, bantuan beras pemerintah diharapkan tidak sekadar diterima, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memastikan kebutuhan pangan keluarga terpenuhi
Bupati Soroti Pola Asuh dan Pemenuhan Gizi Anak
Paulus Henuk juga mengingatkan masyarakat agar memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan gizi anak-anak, Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan harus dilakukan secara adil dalam keluarga dan tidak boleh mengorbankan kebutuhan anak
Ia menilai perubahan pola pikir dan kebiasaan dalam keluarga menjadi penting untuk mencegah munculnya persoalan gizi buruk dan stunting
“Kalau gizinya tidak diperhatikan, maka muncul kemiskinan, muncul sakit. Karena itu, kita harus memperhatikan anak-anak kita,” katanya
Bupati juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang menurutnya perlu diubah, terutama dalam hal konsumsi pangan bergizi di dalam keluarga
Ia mengingatkan agar makanan bergizi tidak hanya disiapkan ketika ada tamu, sementara anak dan anggota keluarga lainnya mendapatkan sisa makanan
“Jangan tunggu ada tamu baru kita makan yang enak-enak. Tamu makan yang enak, nanti sisanya baru kasih anak istri makan. Itu salah,” tegasnya
Minta Desa Aktif Edukasi Masyarakat
Untuk mencegah persoalan gizi dan stunting, Bupati meminta Kepala Desa Tolama bersama seluruh jajaran pemerintahan desa terus melakukan edukasi kepada masyarakat
Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran penting dalam mendorong perubahan kebiasaan masyarakat, terutama berkaitan dengan pola konsumsi makanan bergizi, kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.
Bupati menjelaskan bahwa stunting berkaitan dengan kondisi pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standar pertumbuhan berdasarkan usia, termasuk aspek tinggi dan berat badan
Pada kesempatan tersebut Bupati di dampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Anthonius Banepa, S.E, Kepala Dinas Pertanian Nixon Balukh, dan Camat Loaholu (**)

















