Pemda Rote Ndao Diminta Jangan Hambat Pengaktifan Kembali 4 Orang Kades

Monday, 3 January 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk, SH meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao melalui dinas Teknis jangan menghambat proses Pengaktifan Kembali 4 Kepala Desa Defenitif yang diberhentikan sementara pada tahun 2021

Hal itu dikatakan Paulus Henuk, SH ketika dihubungi Sindo-NTT.id via Ponsel Genggamnya, Senin (03/01/2022)

Menurut Paulus Henuk, melalui  Pemandangan Umum fraksi- fraksi di DPRD baik saat perubahan APBD 2021 maupun saat pembahasan APBD induk 2022, DPRD telah meminta pemerintah agar segera menyiapkan pengaktifan kembali  ke 4 kades tersebut sebelum akhir Tahun 2021.

“dalam Tanggapan Pemda melalui Sekda, dinas PMD, dan Inspektorat  menyampaikan bahwa pemda akan berupaya untuk melakukan pengaktifan kembali ke 4 kades tersebut setelah secara administratif dipenuhi oleh Inspektorat dengan mengeluarkan surat bahwa temuan atas ketiga kades yakni Tesabela, Lentera, Tolama Dan Tesabela telah menyelesaikan temuan inspektorat, sedangkan  Kades Meoain itu tidak ada temuan apa-apa kecuali adanya laporan dugaan dana PNPM yang  bukan ranahnya Kabupaten,  bahkan dalam klarifikasi saat pembahasan perubahan apbd 2021 maupun pembahasan apbd 2022 tidak ada temuan BPKP terkait dugaan dimaksud. Artinya kami anggap pemberhentian Kades Lentera tidak memiliki alasan alias cacat hukum”, Kata Paulus Henuk

Saat Rapat Badan anggaran terkait penyesuain apbd 2022 setelah di evaluasi oleh Pemerintah Provinsi, Wakil Ketua DPRD Paulus Henuk telah mengingatkan pemerintah Daerah yang dihadiri Sekda dan anggota TAPD lainnya agar tetap  komitment dan jangan cenderung membuat susah masyarakat, jangan merusak proses dan hasil demokrasi pada tingkat desa, dimana masyarakat pada ke 4 desa tersebut telah memilih pemimpinnya namun oleh pemda justru tidak menghargai proses demokrasi tersebut.

“Paulus Henuk meminta Bupati segera mengaktifkan kembali ke 4 kades tersebut dan apabila ada administrasi yang belum diselesaikan pada tingkat dinas yang dijadikan alasan belum bisa diaktifkan kembali para kades maka bupati harus mengevaluasi kemampuan kadis PMD maupun Inspektorat dan bila perlu segera ganti mereka-mereka yang cenderung membuat susah masyarakat serta merusak proses dan hasil demokrasi pada tingkat desa,” tegas Paulus

Baca Juga:  Paul Henuk Tekad Wujudkan Perubahan, Rote Ndao "Sejahtera Dan Bertani"

Lanjut Paulus, DPRD juga telah beberapa kali minta hasil temuan pengelolaan dana desa dan  dana Bumdes kepada Pemda melalui Inspektorat namun sampai sekarang pemda tidak pernah  menyerahkan dokumen dimaksud, DPRD membutuhkan data tersebut untuk memastikan apakah betul hanya ke 4 desa tersebut yang ada temuannya atau justru banyak desa? Mengapa hanya 4 kades yang diberhentikan sementara?  Bagaimana dengan dana bumdes di puluhan bumdes yang tidak pernah dilaporkan?

“Saya berharap DPRD melalui komisi A untuk melakukan RDP dengan dinas PMD dan Inspektorat baik terkait ke 4 kades maupun temuan-Temuan inspektorat mengenai pengelolaan dana desa,  Bumdes, rekomendasi Badan Pemeriksaan Keuangan atas temuan dana BOS Rp 2,9 Miliar di dinas PKO Kabupaten Rote Ndao yang direkendasikan agar inspektorat harus menindaklanjutinya, tandasnya,

Empat Desa yang diberhentikan sementara oleh Bupati Rote Ndao adalah Kepala Desa Meoain, Lentera, Tolama Dan Tesabela

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (27/11/2021) kepala dinas PMD kabupaten Rote Ndao  Yames  Therik mengatakan pihak nya berproses sesuai mekanisme peraturan Bupati Rote Ndao

“Tentu ini sudah di dalam pemandangan Umum fraksi  sudah di Angkat dan di jawab Tanggapan Pemerintah, Tentunya Pemerintah akan Menindak lanjuti Sesuai Aturan formal di pemerintah dan ini masih di ranah pimpinan dan tentunya ke Empat kepala desa itu di aktifkan kembali secepat nya dan ini nanti akan di Sampaikan kembali kalau ada hasil nya,” Tegas Yames

Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Drs. Jonas M Selly, MM sudah dihubungi via Pesan WhatsApp, namun hingga berita ini ditayangkan belum respon balik mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao tersebut (Nasa)

Berita Terkait

Wujud Nyata Dukungan Pertanian, PSI Rote Ndao Serahkan Alat Tanam ke Kelompok Tani
Dari Rote untuk Masa Depan, Anak-Anak Terima Buku, Susu, dan Motivasi Dari PSI
Reses DPRD Rote Ndao, Warga Usulkan SD Baru hingga Evaluasi Program MBG
Sukses di Pemilu 2024, Deni Moy kembali Pimpin PDI Perjuangan Rote Ndao, Berpijak Kepada Rakyat Kecil
Di Tanah Holoama, Semangat Merah Mengakar, Hasto Kristiyanto Tanamkan Cita-cita Politik Rakyat, Kantor DPC PDI Perjuangkan
Letakan Batu Pertama Kantor DPC PDI Perjuangan, Bupati : Harus Jadi Rumah Rakyat dan Simpul Aspirasi
Ulang Tahun ke-61, Golkar Gelar Sembako Murah, Diserbu Warga
DPRD NTT Kawal Distribusi BBM di Rote Ndao
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 21 April 2026 - 12:34

Wujud Nyata Dukungan Pertanian, PSI Rote Ndao Serahkan Alat Tanam ke Kelompok Tani

Saturday, 18 April 2026 - 18:29

Dari Rote untuk Masa Depan, Anak-Anak Terima Buku, Susu, dan Motivasi Dari PSI

Saturday, 20 December 2025 - 12:14

Reses DPRD Rote Ndao, Warga Usulkan SD Baru hingga Evaluasi Program MBG

Saturday, 8 November 2025 - 15:32

Sukses di Pemilu 2024, Deni Moy kembali Pimpin PDI Perjuangan Rote Ndao, Berpijak Kepada Rakyat Kecil

Thursday, 6 November 2025 - 16:24

Di Tanah Holoama, Semangat Merah Mengakar, Hasto Kristiyanto Tanamkan Cita-cita Politik Rakyat, Kantor DPC PDI Perjuangkan

Thursday, 6 November 2025 - 15:59

Letakan Batu Pertama Kantor DPC PDI Perjuangan, Bupati : Harus Jadi Rumah Rakyat dan Simpul Aspirasi

Saturday, 27 September 2025 - 11:33

Ulang Tahun ke-61, Golkar Gelar Sembako Murah, Diserbu Warga

Friday, 29 August 2025 - 12:11

DPRD NTT Kawal Distribusi BBM di Rote Ndao

Berita Terbaru