SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Di antara desir angin pantai Bo’a yang tenang dan aroma asin laut yang khas, suara seorang tokoh adat bergema penuh makna. Filipus Tasi, Maneleo Mbae Desa Bo’a, memandang kehadiran PT Bo’a Development bukan sekadar proyek investasi, tetapi sebuah napas baru bagi masyarakat di ujung selatan Indonesia yakni Pulau Rote ini
“Sejak awal pembangunan, perusahaan ini membuka pintu bagi warga kami. Dari tukang batu, pekerja dapur, hingga staf administrasi, mereka adalah anak-anak Bo’a,” ujar Filipus kepada wartawan, Kamis (30/10/2025)
Bagi mantan kepala Desa Bo’a ini, PT Bo’a Development bukan hanya menghadirkan bangunan-bangunan modern di tanah leluhur Bo’a, tetapi juga membuka harapan dan ruang kerja bagi masyarakat, Sekitar 70 persen tenaga kerja di perusahaan itu adalah warga lokal, sebuah fakta yang menurutnya membuktikan bahwa kehadiran investor dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat.
Filipus melihat perubahan nyata, Dulu, banyak pemuda Bo’a yang menganggur, menggantungkan hidup pada hasil laut atau kerja serabutan. Kini, mereka mulai memiliki penghasilan tetap, bisa menafkahi keluarga, bahkan menyekolahkan anak.
“Saya melihat sendiri bagaimana ekonomi warga mulai bergerak dengan Kehadiran perusahaan ini, membawa perubahan yang terasa,” ucapnya penuh syukur.
Namun di balik keberkahan itu, Filipus juga menyampaikan pesan menyejukkan kepada sesama warga Bo’a: jangan mudah terprovokasi oleh isu yang beredar
“Mari kita fokus bekerja dan menjaga kedamaian. Jangan biarkan isu menyesatkan memecah kita,” pesannya lembut namun tegas.
Sebagai tokoh adat, ia memahami bahwa kemajuan tak selalu datang tanpa riak. Tetapi baginya, selama perusahaan menghormati adat dan memberi manfaat nyata bagi rakyat, maka sinergi itu patut dijaga.
“Bo’a harus jadi contoh bagaimana masyarakat dan investor bisa hidup berdampingan, saling menguatkan,” tutup Filipus.
Dengan demikian Filipus seolah menegaskan bahwa pembangunan sejati bukan hanya tentang beton dan angka investasi, tetapi tentang hati yang terbuka untuk maju bersama, Dan di Bo’a, harapan itu sedang tumbuh di antara pasir putih, ombak yang bergulung, dan semangat warganya yang perlahan bangkit (tim/nasa)











