SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Suasana haru menyelimuti Kantor Camat Loaholu di Desa Oelua, Sabtu (16/5/2026), saat masyarakat, para kepala desa, kepala sekolah, hingga tokoh masyarakat berkumpul dalam acara pisah sambut Camat Loaholu
Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan itu diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pendeta Susi Ana Maria Nenobais, S.Th
Usai ibadah, acara dirangkai dengan penyerahan cinderamata kepala Jemi Adun dan PLT Camat Loaholu, Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan BPJS Kesehatan kepada 10 kepala desa di Kecamatan Loaholu sebagai bentuk perhatian terhadap pelayanan masyarakat
Pisah sambut tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Bupati Rote Ndao yang melakukan mutasi terhadap Jemi O. Adu, S.H dari jabatan Camat Loaholu menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Rote Ndao
Sementara itu, Herianus Lengga, S.E., M.A.P dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Camat Loaholu
Hadir dalam acara itu mantan Camat Loaholu Jemi O. Adu bersama istri, PLT Camat Herianus Lengga, para kepala desa, para kepala sekolah, serta para Ketua BPD se-Kecamatan Loaholu
Namun, yang paling menyentuh hati dalam acara tersebut adalah pesan dan kesan yang disampaikan Kepala Desa Boni, Dominggus Fanggih, S.H, ia mengenang perjalanan panjang masyarakat Loaholu dalam memperjuangkan kecamatan sendiri hingga akhirnya terwujud
Menurut Dominggus Fanggih kehadiran Jemi Adu di Loaholu bukan sekadar menjalankan tugas pemerintahan, tetapi menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat
“Kami dulu masih seperti menumpang. Banyak hal belum kami miliki. Tapi perlahan, Tuhan jawab doa-doa masyarakat Loaholu. Kami punya kantor sendiri, rumah sendiri, dan kami bisa memanggil pemimpin kami sebagai papa dan mama,” ungkap Dominggus
Ia mengatakan, masyarakat percaya bahwa apa yang terjadi di Loaholu adalah bentuk kasih Tuhan yang bekerja melalui para pemimpin yang datang melayani dengan hati
Di hadapan Jemi Adu dan istri, Dominggus turut menyampaikant permohonan maaf apabila selama perjalanan pelayanan terdapat sikap atau tindakan masyarakat yang kurang berkenan
“Kalau dalam perjalanan ada kata-kata atau tindakan yang salah, kami mohon maaf. Kadang sebagai anak-anak, kami suka keliru. Tapi semua yang kami lakukan lahir dari rasa sayang,” katanya

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dedikasi dan perhatian yang diberikan Jemi Adu selama memimpin Loaholu
“Hari ini kami sudah memiliki banyak perubahan. Kami merasakan perhatian dan pelayanan yang tulus. Untuk itu kami berterima kasih kepada Bapak Jemi dan Ibu atas semua pengabdian yang diberikan kepada masyarakat Loaholu,” tuturnya
Dominggus juga menyampaikan keyakinannya bahwa Herianus Lengga akan mampu melanjutkan pelayanan dan membawa Loaholu semakin maju
“Kami percaya Tuhan sedang memperlakukan Loaholu secara istimewa” ujarnya (tim/nasa)











