SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Usai Pencoblosan Anggota DPRD Rote Ndao pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif pada hari Rabu, 14 Februari 2024 beberapa waktu, mulai mencuak politik Uang dari Salah satu Caleg suara terbanyak asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Daerah Pemilihan (dapil) yang meliputi Kecamatan Loaholu, Rote Barat Laut dan Lobalain
Mencuatnya kasus Politik Uang itu disampaikan langsung Salah satu Warga Desa Daudolu Kecamatan Rote Barat Laut Ribka Pah ketika ditemui dikediamannya, Rabu (28/02/2024)
Kepada Sindo-NTT.com Ribka Pah mengakui kalau dirinya menjatuhkan hak suaranya kepada Calon Anggota DPRD dari Partai solidaritas Indonesia (PSI) yang berinisial “AP” dikarenakan menerima Uang sebesar Rp 250.000 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
“Ya saya menerima uang Rp 250.000 dari AP di bulan Agustus 2023,” Kata Ribka Pah
Dikatakan Ribka Pah uang senilai Rp 250.000 diterima dirinya sebanyak dua kali di bulan Agustus 2023
“Saya terima Uang Sebanyak dua kali, pertama itu di bulan Agustus 2023, itu AP datang di gereja sini, bagi-bagi Amplop, dan saya dapat satu Amplop, setelah pulang lihat uangnya Rp. 150.000,” ujarnya
Selanjutnya diakui Ribka Pah bahwa masih di bulan Agustus 2023 dirinya kembali menerima uang senilai Rp 100.000 dari AP
“Yang kedua masih di bulan AP datang di rumah saya dan berikan saya uang rp 100.000 dan menyatakan saya dengan mama punk saudara maju calon di satu partai,” tandasnya
Dijelaskan Ribka Pah Setelah menerima uang sebanyak dua kali dari AP, dirinya meras terbeban, akhirnya memilih mencoblos AP dan meninggalkan saudara kandungnya yang caleg juga di PSI
“Saya terima uang dua kali, dengan pesan dari orang yang kasi uang, ikut caleg di satu partai dengan saudara saya, akhirnya terbeban karena itu saya coblos AP, tegasnya
Dijelaskan lebih lanjut Ribka Pah, usai pemilihan umum legislatif dirinya mendengar kabar saudara kandungnya tidak terpilih baru dirinya menyesal, karena menjatuhkan hak suara kepada orang hanya karena terbeban dengan uang sebesar Rp 250.000
“Setelah dengar kabar saudara saya tidak terpilih baru saya menyesal, kecewa dan merasa kasihan,” tegasnya

Calon Anggota DPRD Rote Ndao suara terbanyak asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berinisial AP ketika dihubungi via Ponsel Genggamnya secara singkat mengatakan dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus politik uang di desa Daudolu kecamatan Rote Barat Laut
“Saya tidak tau, kalau ada itu politik uang, saya tidak tau,” Ujar AP (Nasa)






