SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH bersama dinas teknis mengikuti rapat koordinasi secara virtual bersama Kementerian Keuangan, Gubernur NTT, serta para Walikota dan Bupati se-Provinsi NTT, Selasa (30/9/2025)
Rapat ini membahas postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dan dampaknya bagi pembangunan daerah
Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan beberapa catatan kritis kepada pemerintah pusat
Bupati Paul Henuk meminta agar Pemerintah Pusat kaji kembali kebijakan pemotongan transfer daerah terhadap Rote Ndao kurang lebih Rp. 73 Miliar, menurutnya pengurangan ini tentunya berdampaknya sangat signifikan terhadap kemajuan fiskal daerah
“berdasarkan perhitungan Pemda, anggaran PPPK hanya mencukupi hingga Desember 2026, Jika kebijakan pemotongan transfer daerah tetap dilakukan, maka ada potensi anggaran tidak cukup untuk membayar gaji PPPK mulai januari 2026,” ujar Bupati Paul Henuk

Menyikap hal ini, Bupati mengakui telah mengambil langkah, mengirimkan surat keberatan resmi kepada Menteri Keuangan agar kebijakan tersebut dapat dikaji kembali demi keberlangsungan pembangunan dan pelayanan publik di Rote Ndao
“Ada daerah lain di NTT mengalami pengurangan lebih besar lagi hingga ada yang mencapai Rp. 200 miliar lebih,” ucapnya
Ia juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini pelaksanaannya tertutup dari akses pengawasan pemerintah daerah, padahal sasaran utamanya adalah anak-anak yang menjadi tanggung jawab Daerah, (tim/nasa)






