SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Di balik jabatan dan kesuksesan yang kini diraih, tersimpan kisah panjang penuh perjuangan dari seorang anak desa bernama Simson Polin. Lahir dari keluarga sederhana, anak petani dan buruh pelabuhan
Simson tumbuh dalam keterbatasan. Kedua orang tuanya bahkan tidak sempat mengenyam pendidikan formal, namun justru dari sanalah nilai kerja keras dan keteguhan hidup mulai tertanam kuat dalam dirinya
Masa kecil Simson bukanlah cerita tentang kenyamanan. Sejak tahun 1993 hingga 1998, ia menghabiskan hari-harinya di Pelabuhan Feri Pantai Baru. Bukan untuk bermain seperti anak seusianya, melainkan berjualan asongan es manis, nasi bungkus, kacang tanah, kue, hingga buku
Semua dilakukan demi satu tujuan sederhana: bisa membeli buku tulis, pensil, pakaian, dan tas sekolah agar tetap melanjutkan pendidikan
Di tengah panas terik dan kerasnya kehidupan pelabuhan, Simson kecil belajar arti tanggung jawab
ketekunan, dan harapan. Setiap rupiah yang ia kumpulkan bukan sekadar uang, melainkan langkah kecil menuju masa depan yang lebih baik
Perjuangannya tidak berhenti di situ. Setelah berhasil melanjutkan pendidikan ke STM Negeri Kupang
Simson kembali ditempa oleh kerasnya hidup. Ia menjalani berbagai pekerjaan serabutan mulai dari tambal ban hingga membuka usaha toko sparepart. Bahkan, ia merintis langkah sebagai developer, menapaki dunia usaha dengan penuh keberanian dan tekad
Dalam perjalanan hidupnya, Simson tidak berjalan sendiri. Ia dipertemukan dengan Apremoi Dudelusi Dethan, yang kemudian menjadi pendamping hidupnya
Bersama, mereka menapaki jalan pengabdian yang lebih luas
Hari ini, kerja keras dan ketekunan itu berbuah manis. Simson Polin dipercaya sebagai Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Partai PSI. Sementara sang istri, Apremoi, dipercaya masyarakat sebagai Wakil Bupati Rote Ndao
Sebuah pencapaian yang lahir bukan dari kemudahan, melainkan dari perjuangan panjang yang penuh air mata dan doa
Kisah hidup Simson Polin bahkan direncanakan akan difilmkan, sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda. Sebuah pesan kuat ingin disampaikan: bahwa kesuksesan bukanlah sesuatu yang instan. Ia adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan keyakinan kepada Tuhan dalam setiap proses kehidupan
Ditempa juga dalam pelayanan di Gereja Masehi Injili di Timor, Simson belajar bahwa hidup bukan hanya tentang mencapai keberhasilan pribadi, tetapi juga tentang memberi makna bagi sesama
Kisah ini bukan sekadar cerita tentang seseorang yang berhasil. Ini adalah kisah tentang harapan bahwa siapa pun, dari latar belakang apa pun, bisa bangkit dan mengubah nasib, selama tidak pernah menyerah dan tetap percaya pada Tuhan (***)






