Mantan Anggota DPRD Rote Ndao tegaskan, Koperasi Bintang Rajawali hanya perjuangkan hak anggota

Avatar photo

Monday, 8 February 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.ID – ROTE NDAO
Pemilik Koperasi simpan pinjam Bintang Rajawali Sejati Welem Paulus, ST mengatakan, kehadiran pihaknya hanya untuk memperjuangkan hak Masyarakat yang bergabung sebagai anggota koperasi, dalam memperjuangkan hak anggota koperasi pihaknya tidak pernah memaksakan orang agar bantuannya diproses melalui koperasi miliknya.

Hal itu tegaskan Welem Paulus saat menggelar jumpa Pers dikediamannya, Minggu, (07/2/2020) sekitar pukul 16:31 di jalan Lekik 01, Desa Oelunggu, Kecamatan Lobalain

Welem Paulus selaku pimpinan Koperasi Simpan Pinjam Bintang Rajawali Sejati mengatakan memandang perlu dirinya mengadakan jumpa pers guna menjelaskan kepada publik terhadap beberapa informasi miring yang sangat mencoreng nama baiknya maupun lembaga yang  dipimpinnya,

“Saya meminta penjelasan dari pihak yang sampaikan informasi  Masyarakat trauma, agar harus dibuktikan siapa yang trauma, akibat mendaftar dan meminta bantuan kepada koperasi Bintang Rajawali Sejati, Masyarakat diperjuangkan haknya dan sudah dapat uang kok dia trauma, juga ada informasi banyak orang dipaksa dan diwajibkan menyetor 1.200,000 Ribu Rupiah, itu juga saya minta tolong dibuktikan”, Kata Mantan Anggota DPRD Rote Ndao itu

Menurut Welem Paulus ada pihak lain yang meminta institusi Kepolisian turun tangan untuk mengatasi konflik di masyarakat akibat dari Koperasi Rajawali Bintang Sejati menipu masyarakat dengan menagih uang tanpa dasar hukum,  menurut Welem Paulus tidak ada konflik di masyarakat terkait hal itu,

“Saya minta agar di perjelas konflik yang terjadi antara siapa melawan siapa dan lokusnya dimana, serta siapa korbanya yang telah ditipu oleh Koperasi Bintang Rajawali Sejati, agar jelas diketahui oleh pihak Kepolisian untuk bertindak,” tegasnya.

Selanjutnya welem Paulus  menjelaskan terkait, Bantuan Presiden untuk usaha mikro (BPUM) sebesar Rp.2.400.000,- tahap 3 di tahun 2021 akan segera cair tapi akan menyebabkan trauma karena  pada tahun 2020 ada yang belum diselesaikan oleh Koperasi Bintang Rajawali Sejati dan ada banyak orang tergolong usaha mikro sejak tahun 2020 mendaftar lewat koperasi Bintang Rajawali Sejati dibawah pimpinan Welem Paulus diwajibkan menyetor Rp.150.000,- sampai dengan Rp.1.200.000, sebagai simpanan anggota Koperasi Bintang Rajawali Sejati.

Baca Juga:  Kapasitasnya, Pernah Jabat Sebagai Penjabat Kades Bo'a, Stefanus Mbatu dihadirkan jadi Saksi Hoaks

terkait hal itu, Welem Paulus menjelaskan sebelum pihaknya mengambil langkah selanjutnya, ia meminta pertanggungjawaban dari pihak yang menyampaikan informasi yang telah mencoreng nama baik Koperasi Bintang Rajawali Sejati yang dipimpinnya itu,

“Pengacara sementara siapkan Langkah selanjutnya, tapi sebelumnya saya minta pertanggung jawaban dari pihak yang sebarkan informasi itu”, ujarnya

Welem Paulus mengakui kalau jumlah anggota Koperasi Bintang Rajawali Sejati sudah beranggotakan 30 ribu orang  dan hingga Februari 2021 sudah sekitar 23 ribu anggota yang terima bantuan  presiden untuk usaha mikro (BPUM).

“Sudah ada 30 ribu anggota dan mereka yang bergabung ini ingin meminjam uang di koperasi dan minta dibantu proses pencairan BPUM dan sudah ada 23 Anggota yang mendapat Bantuan BPUM”, jelas mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rote Ndao itu, (Nasa)

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru