Di Rote Ndao, Harga BBM mencekik Leher Rakyat dan Pemda Belum mampu urus Pupuk

Saturday, 13 February 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.ID – ROTE NDAO
Pimpinan DPRD Rote Ndao masa jabatan 2019 – 2024 meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera merealisasikan janjinya, meminta pengusaha yang diberikan ijin Operasi untuk POM Bensin di desa Sanggaoen yang sudah siap di Operasikan

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk, SH, ketika dihubungi SindoNTT via telepon Genggamnya, Sabtu, (13/02/2021)

Menurut Paulus Henukh, jika Pemerintah Daerah semakin memperbanyak agen Bahan Bakar Minyak (BBM) di Rote Ndao, Maka  justru itu tidak memastikan beroperasinya pom bensin yang sudah dibangun, dengan demikian saja membiarkan rakyat semakin menderita,

“Mengapa kalau misalnya harga bensin di pom itu 6.500 sedangkan harga di kios atau agen bensin Rp 10.000 maka ada kenaikan 53 persen, ini sangat menekan ekonomi rakyat,  biaya BBM sangat tinggi dan masyarakat akan semakin susah di musim pandemic Covid-19, dan itu Sama saja kita tidak mendukung kebijakan presiden  tentang ‘BBM Satu Harga,  Apakah kita bukan bagian dari NKRI jadi membiarkan ini terus terjadi dan rakyat yang kita korbankan terus”, kata Paulus

Wakil Ketua DPRD Paulus Henuk, mengingatkan pemerintah agar menjalankan perintah konstitusi untuk Sejahterakan rakyat dan bukan membiarkan rakyat semakin menderita dengan kebijakan yang tidak pro rakyat.

Lanjutnya, Selama satu tahun lebih dirinya berada DPRD, ia melihat berbagai kebijakan dan menejemen pemerintahan yang tidak pro rakyat yakni Mulai dari Masalah Kesehatan,. Pendidikan, Pertanian, Perdagangan dan lainnya, tentunya ada yang baik dari kebijakan dan program Pemerintah Daerah, menurutnya, justru yang sangat krusial dan berkaitan erat dengan kepentingan orang banyak tidak mendapat perhatian serius.

“Sebut saja masalah pupuk dan BBM di Rote Ndao, sampai sekarang Pemda belum sanggup menyelesaikannya.  Padahal ini masalah tidak sulit kalau mau serius, kalau Masalah pupuk dan BBM diduga keras ada tangan- tangan jahil, ada perburuan rente dan kepentingan oknum – oknum jahat yang tidak peduli dengan rakyat,” ujarnya

Baca Juga:  Demo di Nihi Rote Dinilai Sia-sia, Blokade Jalan Justru Rugikan Pelaku Usaha Lokal

Paulus Menjelaskan, Kalau dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) setiap tahun disebutkan bahwa Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Rote Ndao bertumpuh pada sektor Pariwisata dan didukung Pertanian dan Perikanan, maka mestinya Masalah Pupuk jangan dibiarkan bertahun – tahun bermasalah, ini terkesan Indah di atas kertas tapi buruk di lapangan, Data tentang pengiriman pupuk ke Distributor,. Distributor ke Pengecer dan Pengecer ke kelompok tani saja Pemda tidak di pegang oleh Pemerintah Daerah,

“Pada RDP 2 Minggu lalu kami minta untuk 3 tahun terakhir saja tidak ada lalu bagaimana kita mau bantu rakyat, Kalau kita serius mau bantu masyarakat khususnya petani maka harusnya gampang kita benahi tata kelola pupuk, Kita mulai dari data sehingga bisa dengan mudah kita identifikasi masalahnya ada di siapa”, tandasnya.

terkait masalah BBM, Paulus mengungkapkan, kalau Pemerintah Daerah belum sanggup atur pengusaha, maka segera keluarkan perbub agar harga BBM di Pengecer paling tinggi Rp 7.500 hingga Rp 8.000.

“Stop kita bekin susah rakyat, jangan teruskan, Kita jangan biarkan ketidakadilan ekonomi, yang kaya semakin kaya dan rakyat miskin semakin miskin”, tegasnya, (Nasa)

Berita Terkait

Aksi Brutal Pendukung Mus Frans di DPRD, Terancam Masuk Bui
Massa Pendukung Mus Frans Anarkis, Sekwan Laporkan Perusakan Fasilitas DPRD Ke Polres Rote Ndao
Pleidoi Terdakwa Mus Frans Tak Mampu Gugurkan Fakta Sidang, Terbukti Unsur Pidana
Aksi Massa Pendukung Mus Frans Disweeping, Kabag Hukum : Bukan Orang Rote Kita Usir
Aksi Masa Pendukung Terdakwa Mus Frans Tak Beretika, Kabag Hukum: Tidak Pantas dilayani
Eks Kades Kolobolon Sudah Lunasi Temuan Audit Dana Desa, Inspektorat Nyatakan Bebas
Terbukti di Sidang, Hoaks dari Media Sosial, Mus Frans terlibat, Hingga Bentrok Fisik Di Lokasi PT Bo’a Development
Jaksa : Fakta Sdang Tak Ada Akses Jalan Dalam Kawasan PT Bo’a Development, Terbukti Bentrok Fisik, Akibat Perbuatan Terdakwa
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 22:01

Aksi Brutal Pendukung Mus Frans di DPRD, Terancam Masuk Bui

Friday, 17 April 2026 - 18:41

Massa Pendukung Mus Frans Anarkis, Sekwan Laporkan Perusakan Fasilitas DPRD Ke Polres Rote Ndao

Tuesday, 14 April 2026 - 11:46

Aksi Massa Pendukung Mus Frans Disweeping, Kabag Hukum : Bukan Orang Rote Kita Usir

Tuesday, 14 April 2026 - 11:01

Aksi Masa Pendukung Terdakwa Mus Frans Tak Beretika, Kabag Hukum: Tidak Pantas dilayani

Saturday, 11 April 2026 - 11:33

Eks Kades Kolobolon Sudah Lunasi Temuan Audit Dana Desa, Inspektorat Nyatakan Bebas

Saturday, 4 April 2026 - 23:22

Terbukti di Sidang, Hoaks dari Media Sosial, Mus Frans terlibat, Hingga Bentrok Fisik Di Lokasi PT Bo’a Development

Saturday, 4 April 2026 - 11:46

Jaksa : Fakta Sdang Tak Ada Akses Jalan Dalam Kawasan PT Bo’a Development, Terbukti Bentrok Fisik, Akibat Perbuatan Terdakwa

Thursday, 2 April 2026 - 12:19

Kasus Hoaks Mus Frans, Jaksa Ungkap Kronologis Bentrok Fisik di Lokasi PT Bo’a Development

Berita Terbaru