Pertemukan IOM dan Perwakilan Imigran Afganistan, Wagub Tegaskan Akan Cari Jalan Keluar

Avatar photo

Wednesday, 19 May 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.ID – NUSA TENGGARA TIMUR
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS)  mempertemukan perwakilan imigran Afganistan dengan pihak International Organization For Migration (IOM)  di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu (19/05/2021).

Pertemuan tersebut bertujuan memfasilitasi berbagai keluhan dan permasalahan yang disampaikan para imigran.

Hadir pada kesempatan tersebut 3 orang perwakilan imigran yakni Kubra Hasani,  Reza Khademi dan Azim  Hasani serta Kepala IOM Kupang, Asni Yurika.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub JNS menegaskan, pemerintah Provinsi NTT telah menganggap para imigran  sebagai bagian dari penduduk NTT walaupun bukan warga negara Indonesia.

“Saudara-saudara,  warga negara apapun, namun karena sudah tinggal lama di Kupang,  kami sudah anggap jadi penduduk NTT. Keluhan-keluhan itu akan kita carikan jalan keluar yang terbaik. Kebetulan ada IOM di sini, kita akan diskusikan secara kekelurgaan, ” jelas Wagub Josef pada kesempatan tersebut.

Wagub menjelaskan sebagai daerah transit, Pemerintah Provinsi NTT tidak bisa membantu banyak untuk siapkan settlement atau tempat tinggal yang layak bagi para imigran karena keterbatasan anggaran.

“Namun kita akan fasilitasi untuk cari win-win solution. Karena teman-teman dari IOM juga dibatasi dengan aturan.Kita akan konsultasikan dengan pihak terkait lainnya untuk selesaikan masalah yang sudah berlarut-larut ini. Beri saya waktu dua minggu untuk bicarakan hal ini lebih intens dengan IOM  dan pihak terkait lainnya,” jelas Wagub JNS.

Lebih lanjut Wagub juga meminta para imigran untuk menyiapkan argumentasi-argumentasi yang lebih meyakinkan agar dapat diteruskan oleh pemerintah provinsi ke berbagai pihak untuk menemukan jalan keluar yang tepat.

“Kalau teman-teman imigran mau pindah ke tempat yang lebib layak,  tolong teman-teman cari argumentasi  yang memudahkan teman-teman bisa pindah. Kita akan fasilitasi hal ini. Kebetulan saya pernah kunjungi tempat penampungan yang sangat baik di Batam dan Tanggerang bersama Menteri Hukum dan HAM. Begitupun kalau teman-teman imigran mau jadi warga negara Indonesia, kita juga bisa bantu fasilitasi hal ini. Kita pasti akan cari jalan keluar terbaiklah,” tutur Wagub Nae Soi.

Baca Juga:  Gubernur NTT Instruksikan Para Bupati dan Walikota Fokus Tangani Penyebaran Covid-19

Sementara itu, Kubra Hasani mewakili para imigran menyampaikan terima kasih kepada Wagub Josef Nae Soi karena bisa mempertemukan para imigran dengan pihak IOM.

“Terima kasih bapa sudah bantu kami ketemu dengan IOM. Karena sudah lama kalau mau ketemu mereka, tidak bisa. Kami liat IOM kurang transparan dalam mengurus kami,”kata Kubra.

Dengan suara bergetar,  wanita yang telah 6 tahun menetap di Kupang itu menyampaikan  keluhan-keluhan para imigran.  Di antaranya keinginan untuk pindah ke tempat dengan settlement yang layak sesuai aturan yang telah ditetapkan. Juga permasalahan pendidikan anak.

“Sebagai orang tua,  saya sedih lihat anak-anak saya karena tidak bisa sekolah seperti anak-anak lokal.  Mereka memang sekolah tapi itu hanya formalitas.Mereka tidak bisa ikut ujian dan dapat ijasah karena tidak teregister. Dan hal ini tidak diberitahu oleh IOM secara terbuka.Juga masalah urusan medis atau kesehatan, mereka juga kurang terbuka. Kami hanya mau supaya aturan-aturan tentang imigran dari UNHCR diperhatikan dengan sungguh,” ungkap wanita beranak dua tersebut dengan derai air mata.

Menanggapi hal ini,  Kepala IOM kupang, Asni Yurika mengungkapkan, IOM sudah berupaya memfasilitasi agar anak-anak dari para imigram bisa bersekolah. Namun karena Indonesia belum bergabung dan menandatangani Konvensi Pengungsi  Tahun 1951, jadi ada keterbatasan-keterbatasan.

“Keterbatasan ini juga ada di bidang pendidikan. Mereka memang tidak bisa dapatkan ijasah karena memang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Kita bukan tidak mau fasilitasi sampai mereka dapatkan ijasah. Tapi kita hanya ikuti yang dianjurkan kepada kita. Jadi kita hanya bisa fasilitasi sampai di situ saja,”jelas Asni.

Lebih lanjut Asni menguraikan terkait proses pemindahan imigran.  Prosesnya baru bisa terjadi jika ada resettlement atau penempatan ke negara ketiga.

Baca Juga:  Bertemu ulang Tahun pembunuhan, Polres Rote Ndao diminta tangkap otak perencana

“Mereka akan dipindahkan sementara waktu ke Jakarta karena lebih dekat dengan kedutaan negara yang mau terima mereka. Kami juga bisa fasilitasi perpindahan kalau mereka mau pulang ke negara asal secara sukarela. Kemudian ada pemindahan yang terkait dengan situasi medis, di mana mereka butuhkan bantuan medis lebih lanjut, ” pungkas Asni.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik NTT dan Kepala Biro Hukum Setda NTT.
(Biro Administrasi Kupang)

Berita Terkait

Dari Traktor hingga Benih Jagung, Bantuan Pertanian Segera Menyasar Petani Rote Ndao
Kepentingan Masyarakat Jadi Fokus Pertemuan Bupati dan Dua Anggota DPRD Rote Ndao
Bupati Rote Ndao Dorong Petani Panen Dua hingga Tiga Kali Setahun
Kapolsek Yeser Beremau Tegaskan Warga Tak Boleh Main Hakim Sendiri terhadap Ternak Liar
Gereja Imanuel Deaoen Mulai Dibangun, Pesan Wakil Bupati Jadi Penguat Jemaat
Perkuat Pelayanan, Kapolsek Ipda Yeser Beremau Evaluasi Kinerja 11 Bhabinkamtibmas
Hari Pertama Bertugas, IPDA Yeser Beremau Benahi Pelayanan dan Kesiapan Anggota
Kebocoran Pipa Tambak Garam, 6 Hektar Sawah Gagal Panen, Ini Janji PT Nindya Karya
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 16:06

Dari Traktor hingga Benih Jagung, Bantuan Pertanian Segera Menyasar Petani Rote Ndao

Saturday, 10 October 2026 - 15:45

Kepentingan Masyarakat Jadi Fokus Pertemuan Bupati dan Dua Anggota DPRD Rote Ndao

Saturday, 10 October 2026 - 15:03

Bupati Rote Ndao Dorong Petani Panen Dua hingga Tiga Kali Setahun

Monday, 5 October 2026 - 20:35

Kapolsek Yeser Beremau Tegaskan Warga Tak Boleh Main Hakim Sendiri terhadap Ternak Liar

Thursday, 1 October 2026 - 22:18

Gereja Imanuel Deaoen Mulai Dibangun, Pesan Wakil Bupati Jadi Penguat Jemaat

Thursday, 1 October 2026 - 19:04

Perkuat Pelayanan, Kapolsek Ipda Yeser Beremau Evaluasi Kinerja 11 Bhabinkamtibmas

Tuesday, 29 September 2026 - 16:12

Hari Pertama Bertugas, IPDA Yeser Beremau Benahi Pelayanan dan Kesiapan Anggota

Thursday, 24 September 2026 - 23:16

Kebocoran Pipa Tambak Garam, 6 Hektar Sawah Gagal Panen, Ini Janji PT Nindya Karya

Berita Terbaru