53 orang Narapidana Lapas Kelas III Baa dapat Remisi

Avatar photo

Wednesday, 18 August 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Sebanyak 53 orang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Ba’a, Kabupaten Rote Ndao mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia, 17 Agustus 2021.

Acara pemberian remisi dilaksanakan secara virtual, serentak di seluruh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Indonesia, Selasa (17/08/2021), pukul 13.30 WIB atau pukul 14.30 Wita, dan dipimpin langsung Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dari Jakarta.

Kepala Lapas Kelas III Ba’a Daniel Saekoko saat membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan, pemberian remisi bukan serta merta bentuk kemudahan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk cepat bebas, tetapi merupakan instrumen dan wahana normatif untuk meningkatkan kualitas pembinaan, mendorongmotvasi diri, sehingga WBP mempunyai kesempatan, kesiapan budayaadaptasi tinggi dalam proses Reintegrasi Sosial, melakukan internalisasi dan implementasi nilai-nilai pembinaan yang diperoleh sebagai modal untuk kembali ke lingkungan masyarakat secara tepat dan nyata.

Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh WBP yang mendapatkan remisi dan yang belum untuk berperan aktif dalam mengikuti segala bentuk pembinaan, senantiasa mematuhi aturan hukum, dan tata tertib di lapas/rutan, sehingga dapat menjadi bekal mental positif saat tiba waktunya nanti kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Saekoko kepada Kepada Sindo-NTT.id menjelaskan, pada prinsipnya remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif, sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan serta Kepres Nomor 144 Tahun 1999 tentang Remisi.

Syarat administratif, kata dia, adalah yang bersangkutan sudah divonis atau mendapat kekuatan hukum tetap, berkelakuan baik dan telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas dengan predikat baik. Sedangkan syarat substantif adalah sudah menjalani pidana 6 bulan, tidak dikenakan hukuman disiplin dalam kurun waktu yang diperhitungkan pada pemberian remisi, tidak sedang menjalani Cuti Menjelang Bebas, atau tidak dijatuhi pidana kurungan sebagai pengganti pidana denda.

Baca Juga:  Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Siap Cetak Lahan Sawah dan Jagung Besar-besaran di Rote Ndao

Dikatakan Saekoko, dari total 76 orang narapidana penguni Lapas Kelas III Ba’a, 53 orang mendapat remisi umum berupa pemotongan masa tahanan mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan. Sementara, 23 orang narapidana lainnya belum memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi.

Menurutnya, pemberian Remisi Umum bagi 53 orang narapidana Lapas Kelas III Ba’a itu, sesuai SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum-HAM) Republik Indonesia Nomor: PAS-880,875.PK.01.05.06 Tahun 2021, tanggal 17 Agustus 2021. Di mana remisi 1 bulan sebanyak 6 orang, remisi 2 bulan 13 orang, remisi 3 bulan 15 orang, remisi 4 bulan sebanyak 5 orang, remisi 5 bulan sebanyak 11 orang, dan remisi 6 bulan sebanyak 3 orang.

Saekoko beharap pemberian remisi ini menjadi stimulus bagi warga binaan untuk berkelakuan baik dan berperan aktif dalam program pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas III Ba’a.

“Kami berharap narapidana yang mendapat remisi tetap berkelakuan baik dan aktif berperan dalam program pembinaan yang dilakukan di lingkungan Lapas,” imbuh Saekoko.

Ketika ditanya apakah dari 53 nerapidana tersebut ada yang langsung bebas, Saekoko katakan, setelah pemotongan masa tahanan sesuai remisi yang diberikan, tidak ada yang langsung bebas.

Untuk diketahui, jumlah narapidana dan tahanan penguni Lapas Kelas III Ba’a berjumlah 91 orang, terdiri dari 76 orang narapidana dan 15 orang tahanan. (Ito)

Berita Terkait

Di Tengah Isak Tangis Keluarga, Kapolres Rote Ndao Kawal Jenazah Korban Penembakan di Papua
Polres Rote Ndao Ungkap Kronologi Penanganan Kerang Lola, Tanpa Dokumen Perizinan
SPBU Metina Disorot, Polres Rote Ndao Pastikan Penyaluran Solar Sesuai Ketentuan
Dorong Wartawan Hingga Terjatuh, Dua Orang ASN Dinas Pendidikan di Polisikan
Tetapkan Tersangka, Polres Rote Ndao Proses Restitusi, Kasus Persetubuhan Anak di Rote Timur
Kasus Pengrusakan Gerbang DPRD Terus Bergulir, Polres Rote Ndao Dalami Bukti
Klarifikasi : Sekretaris DPRD Sudah di Periksa Polres Rote Ndao, Lanjut Pemeriksaan Saksi
Sudah Empat Bulan, Sekretaris DPRD Belum Menghadap Panggil Polres Rote Ndao
Tag :

Berita Terkait

Friday, 11 September 2026 - 18:47

Di Tengah Isak Tangis Keluarga, Kapolres Rote Ndao Kawal Jenazah Korban Penembakan di Papua

Tuesday, 8 September 2026 - 17:19

Polres Rote Ndao Ungkap Kronologi Penanganan Kerang Lola, Tanpa Dokumen Perizinan

Monday, 7 September 2026 - 17:44

SPBU Metina Disorot, Polres Rote Ndao Pastikan Penyaluran Solar Sesuai Ketentuan

Monday, 31 August 2026 - 13:18

Dorong Wartawan Hingga Terjatuh, Dua Orang ASN Dinas Pendidikan di Polisikan

Thursday, 27 August 2026 - 10:45

Tetapkan Tersangka, Polres Rote Ndao Proses Restitusi, Kasus Persetubuhan Anak di Rote Timur

Wednesday, 19 August 2026 - 19:15

Kasus Pengrusakan Gerbang DPRD Terus Bergulir, Polres Rote Ndao Dalami Bukti

Tuesday, 18 August 2026 - 18:46

Klarifikasi : Sekretaris DPRD Sudah di Periksa Polres Rote Ndao, Lanjut Pemeriksaan Saksi

Tuesday, 18 August 2026 - 14:52

Sudah Empat Bulan, Sekretaris DPRD Belum Menghadap Panggil Polres Rote Ndao

Berita Terbaru