SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
akibat dari belum di bayarnya uang upah kerja pada pekerjaan Pembangunan SD Negeri Lelilo di Desa Desa fatelilo kecamatan Pantai Baru kabupaten Rote Ndao, Joel Henuk selaku salah satu pekerja di proyek itu menyita Motor milik Kepala Tukang
Joel Henukh ketika ditemui Sindo-NTT.id di Lokasi Proyek pada, selasa (24/08/2021) mengatakan pihaknya terpaksa menyita motor mio milik kepala tukang, dikarenakan
upah kerjanya sebesar Rp 1.150.00 (satu juta seratus lima puluh ribu rupiah) belum dibayarkan
“Upah kerja sebesar satu juta seratus lima puluh ribu rupiah jadi beta ambil tahan motor supaya kalau lunasi ini uang dong dulu baru beta kasi kembali, jadi Beta berharap tolong lunasi dulu tunggakan, tadi mas masih datang suruh kami kerja kembali tapi Beta katakan, ia Beta kerja kembali tapi awas mas buat ulah lagi”, Ungkap Henuk

Sementara secara terpisah Weli Amalo pemilik kios di sekitaran Lokasi proyek SD Fatelilo mengatakan kios miliknya merupakan tempat para pekerja melakukan bon atau utang dan hingga saat ini utang sebesar Rp 669. 500 (enam ratus enam puluh sembilan ribu lima ratus rupiah)
“mereka datang ambil rokok, mie, telur artinya yang dong butuh na itu sudah kami layani mereka katakan ibu kasi bon saja nanti dua minggu kita sudah lunasi tetapi kenyataan nya belum hingga saat ini dan tetangga kios di sebelah kisaran tiga ratus ribu lebih oleh karena itu kami berharap melalui media ini pihak kontraktor atau pun kepala tukang untuk tolong segera melunasi utang-utang dari para pekerja dulu, kasian kami kios kecil ini, apalagi pandemi seperti ini bagi kami uang sebasar ini sangatlah besar bagi kami untuk membantu putaran roda kios ini karena itu kami mohon agar para tukang dan pekerja lunasi dulu utang utang kami” tegas Weli amalo
Pekerjaan pembangunan SD Negeri Lelilo di Desa Fatelilo ini termasuk dalam paket Pekerjaan 18 Sekolah Dasar di Kabupaten Rote Ndao yang anggarannya bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia yang dikerjakan oleh PT dua Sekawan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 38.159. 138.000
(Ito)






