Gagalnya Jembatan Huruoe Sebesar 1.09 M, Dinas PUPR bertanggungjawab, “Harus diselesaikan di Tahun ini”

Avatar photo

Saturday, 11 December 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Terkait masalah Pemutusan Hubungan Kontrak (PHK) CV. Five R dengan Kontraktor Pelaksana Ricard Manafe yang mengerjakan Pembangunan Jembatan Huruoe di Desa Faifua Kecamatan Rote  dikarenakan Kontraktor Pelaksana (Ricard Manafe) mencairkan dana sebesar Rp 300 juta, namun pencairan uang sebesar itu melebihi dari bukti fisik, dengan adanya pemutusan kontrak, maka Dinas PUPR akan melanjutkan pekerjaan pembangunan tersebut di Tahun 2022

Terkait dengan rencana pembangunan jembatan tersebut dilanjutkan di tahun anggaran 2022 mendapat tanggapan dari ketua Komisi C DPRD Rote Ndao Petrus Johanis Pelle, S.Pd

Menurut Petrus Pelle masalah proyek sebesar satu miliar rupiah itu berawal dari adanya kegagalan  perencanaan, kegagalan pelaksanaan dan pengawasan dan tentunya dinas PUPR, konsultan Pengawas dan Kontraktor harus bertanggung jawab, dan tentunya kesalahan ini ada pada dinas PUPR dalam Pengawasan, oleh Karena itu dirinya meminta Proyek tersebut harus selesai di kerjakan di tahun anggaran 2021

“Tujuan penganggaran itu untuk satu tahun anggaran, agar tahun depan urus lain lagi, yang butuh jembatan bukan hanya itu tempat saja, kerja itu harus fokus dan selesai, jangan seenaknya di bawa ke 2022, ini bukan multiyears, ini satu tahun anggaran,” Kata Petrus Pelle

Lanjut Petrus Pelle, kalau pencairan uang muka 30 persen itu melebihi volume pekerjaan cuma 12,8 persen, itu PPK  berkewajiban sita jaminan pelaksanaan agar bisa disetor kembali

Petrus  Pelle meminta  Kedepannya Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao, khususnya dinas PUPR harus selektif dalam menetapkan rekanan yang memenangkan satu pekerjaan agar jangan terulang lagi hal seperti itu,

“Jangan karena tawarannya tinggi atau rendah ataukah karena hubungan dekat dengan kepala dinas, atau ppk, atau bupati artinya sebenarnya perusahan itu tidak layak dimenangkan namun di menangkan akhirnya jadi seperti itu dan benar-benar harus evaluasi rekanan yang punya kemampuan, kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan, kemampuan dalam modal kerja khusunya peralatan, tenaga harus dimiliki kalau hanya taruh-taruh saja  maka hasilnya seperti itu sudah,” tegas Mantan Wakil Ketua  DPRD Rote Ndao itu

Baca Juga:  Pemkab Rote Ndao Dorong Kreativitas Anak Lewat Toyota Dream Car Art ke-19

Seperti diberitakan sebelumnya,
Ricard Manafe alias Eka sebagai Kontrak Pelaksana Pekerjaan Pembangunan Jembatan Huruoe Di Desa Faifua Kecamatan Rote Timur di kenakan Pemutusan Hubungan Kerja oleh dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rote Ndao, sejak tanggal 02 Desember 2021 dikarenakan Kontraktor Pelaksana telah mencairkan dana sebesar Rp 300 juta, dan pencairan tersebut melebihi dari bukti fisik

Proyek jembatan dengan waktu pelaksanaan 90 hari Kalendar terhitung mulai tanggal 27 September hingga 26 Desember 2021 yang dikerjakan oleh CV. Five R dengan Kontraktor Pelaksana Ricard Manafe alias Eka dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.098.357.000, sumber dana Belanja Tak terduga (BTT/DAU) Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)

Sesuai Pantauan di lapangan, waktu pelaksanaan sisa 15 hari kalender namun terpantau baru adanya material Bessi, Pasir dan sumuran, dan tidak ada aktivitas Pekerjaan di Lokasi

Okri Fointuna Selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk Proyek senilai satu miliar rupiah itu, Ketika ditemui di ruang kerja Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (11/12/2021) mengatakan sesuai dengan hasil pemeriksaan untuk pekerjaan pembangunan Jembatan Huruoe itu fisiknya baru mencapai sekitar 12 persen, dan hingga batas waktu yang di tetapkan pekerjaan tidak ada progres, oleh karena itu pihak PPK mengambil sikap berhentikan kontraktor Pelaksana Ricard Manafe

“fisik baru 12,8 persen, saya sebagai PPK mengambil sikap berhentikan, pemutusan kontrak dengan kontraktor, karena lewat tanggal Kontrak dia tidak lakukan apa-apa di Lapangan, material tidak ada, alat tidak ada dan tenaga tidak ada,” kata Okri Fointuna

Menurut Okri Fointuna, awalnya pihak PPK melihat adanya keterlambatan pekerjaan Fisik, Pihak PPK mengundang Kontraktor Pelaksana untuk rapat evaluasi pembuktian keterlambatan (SCM)

Baca Juga:  Siap-siap, Dua Camat ini Disanksi Bupati Rote Ndao

“Sesuai aturan, Saya lakukan SCM satu, diberikan waktu, namun tidak ada perubahan dan kita lakukan SCM dua, di berikan waktu, tapi tidak ada tanggapan, karena itu kita lakukan SCM tiga sampai pada pemutusan kontrak,” tegas Fointuna,

Okri Fointuna menjelaskan pekerjaan fisik baru mencapai sekitar 12,8 persen dan sudah dilakukan pencairan 30 persen, akhirnya ada kelebihan uang di Kontraktor Pelaksana Ricard Manafe

“Cair 30 persen, uang muka Sekitar Rp juta 300 juta di bawa oleh Kontraktor, lebih dari bukti fisik,” ucapnya,

Terkait pemutusan hubungan Kontrak, kontraktor Pelaksanaan akan di kenakan sanksi penyitaan jaminan, karenakan kontrak ketika mengambil uang muka tidak beritikat untuk melanjutkan pekerjaan

“PPK akan sita jaminan yang berkaitan dengan ini untuk dikembalikan Negera, karena setalah mengambil uang muka, Kontraktor tidak beritikad baik,” cerusnya

Selanjutnya CV Five R sebagai kontraktor pelaksana akan di kenakan Blaclist selama dua tahun untuk tidak mengikuti pelelangan

“CV. Five R diblacklist selama dua tahun untuk tidak mengikuti tender,” terangnya,

Selanjutnya, Okri Fointuan menguraikan pekerjaan pembangunan Jembatan Huruoe tersebut akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2022, ( Nasa)

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02