SINDONTT.CO – ROTE NDAO
Sarles Paulus Bailaen menjadi korban dugaan pengeroyokan yang terjadi di cabang pedanggadi, Desa persiapan loman, Kecamatan lobalain, Korban Babak Belur di Keroyok, pada hari Minggu (12/02/2023)
Korban diduga di keroyok oleh oknum Security Pengadaian Rote Ndao bersama 4 orang lain (Security Cs)
Kasus itu bermula dari adanya Keributan bermula dari percekcokan yang akhirnya berlanjut hingga korban di keroyok hingga babak belur
Korban Sarles Paulus Bailaen kepada Wartawan mengakatan dari 5 ( lima ) laki- laki yang diduga memukulinya sehingga korban tidak melakukan perlawanan.
Dari lima orang pelaku tersebut Korban hanya mengenal salah satu pelaku yang bekerja sebagai Security di Pengadaian Rote Ndao yang Bernama WN alias Waren
Dikatakan Sarles bahwa dirinya sudah membuat laporan di polsek lobalain dengan nomor LP/ B / 11 / 2023 / SPKT / POLSEK LOBALAIN / RES ROTE NDAO / POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.
“Saya dan keluarga berharap, supaya diusut tuntas dan seadil-adilnya sesuai dengan hukum berlaku di Indonesia Dan para pelaku segera ditangkap semua, proses hukum secara transparan demi keadilan,” tegas Sarles
Terpisah, Kaolsek Lobalain IPDA I Gede Putu Perwata, SH ketika di temui diruang kerjanya Senin (13/02/2023) mengakaui telah menerima laporan atas kejadian pengeroyokan tersebut
“benar kami telah menerima laporan dari korban tanggal 12 februari 2023 terkait pengeroyoykan yang dialami korban, Saat melapor korban belum mengetahui idenetitas pelakunya, sehingga kami memberikan penanganan terlebih dahulu terhadap korban, karena korbanya dua orang. Langsung dibawa ke rumah sakit untuk visum, kemudian hari ini dilakaukan klalrifikasi/permintaan keterangan terhadap korban dan dua orang saks, Hasil sementara pelakunya lebih dari satu orang dan salah satunya berinisial WN seorang security di pegadian ba’a,” Ujar Kapolsek Gede Perwata

Dijelaskan Kapolsek Proses penyeleidikan terus berlanjut guna memastikan jumlah dan identitas pelaku
“kami polsek lobalain mengharapkan kedewasaan korban dan pihak keluarganya sehingga tidak menimbulkan gejolak dimasyarakat. Tatap kooperafif sehingga penanganan laporoannya bisa maksimal sesuai fakta yang terjadi,” tegas Gede Perwata, (Tim/RM)






