SINDONTT.CO – ROTE NDAO
Anggota DPR – RI Komisi IV Yohanis Fransiskus Lema, S.IP,.M.SI Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan sarana pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang pemeliharaan Alat Mesin Pertanian untuk Mendukung Produktivitas Pangan di Kabupaten Rote Ndao di Aula Hotel Narwastu, Senin (05/06/2023) sekitar pukul 09.00 wita
Hadir dari Kementenrian Pertanian Republik Indonesia Direktur Perlindungan dan Penyediaan Lahan Ir. Baginda Siagian, M.Si yang diwakili Aditya Nugroho, SP., MT dan Tim Kementerian Pertanian, Direktorat Perlindunahan dan Penyediaan Lahan yakni : Ermit Jagi Habibi, Daniel Maranata, M. Sulaeman, Anda Suwanda, Ery Sugiyanto, Seno Pati Wardana, Yulie Berdikarini, Klara Apriyani, Syarach Syahfira
Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao yang diwakili oleh Staf Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Reymor Makandolu
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Rote Ndao sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Denison Moy, S.T
Pemateri Bimtek Marthen Leonard Ressie SP., M.Si (dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Noelbaki Kupang)
Peserta bimtek Petani & Penyuluh Pertanian sebanyak 75 orang
Pantauan SINDONTT Kehadiran Tim Direktorat Perlindunahan dan Penyediaan Lahan dari Kementrian Pertanian RI (kementan RI) Di Hotel Narwastu di sambaut secara adat oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rote Ndao Denison Moy, S.T
Para Tim dari Kementan itu mendapatkan penyematan Topi Tii Langga dan Selimut sebagai tanda sambutan selamat datang di Rote Ndao dari Denison Moy

Inilah Sambutan Pembukaan dari Anggota Komisi IV DPR – RI Yohanis Fransiskus Lema yang akrab disapa Ansy Lema secara virtual
Merdeka! Merdeka!
Marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas terselenggaranya kegiatan ini. Kita berdoa, agar kiranya kegiatan Bimtek bertema Pemeliharaan Alat Mesin Pertanian untuk Mendukung Produktivitas Pangan dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi pengembangan pertanian di Kabupaten Rote Ndao.
Saya menyampaikan terima kasih kepada tim Direktorat Perlindungan dan Penyediaan Lahan Ditjen PSP yang telah jauh jauh datang dari Jakarta ke kampung halaman saya, NTT, di Kabupaten Rote Ndao.
Saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang telah berkenan bersinergi selama ini dalam berbagai program pemberdayaan petani, juga pada acara hari ini.
Sebelumnya, tak kenal maka tak sayang. Mungkin ada dari Bapa, mama di sini yang sudah kenal saya dan belum kenal saya.

Perkenalan Diri Ansy Lema, DPRI RI IV
Komisi IV DPR RI adalah komisi kerakyatan, komisi wong cilik, Komisi yang sangat cocok dengan Provinsi NTT. Karena NTT adalah wilayah yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, peternakan, kelautan-perikanan. Ironisnya, data BPS menunjukkan bahwa realitas kemiskinan di NTT adalah kemiskinan petani, peternak, dan nelayan kecil.

Maka sejak berada di Komisi IV saya secara sadar mengubah sebutan negatif tentang NTT, dari ” Nanti Tuhan Tolong”, “Nusa Tak Terurus’ menjadi “Nelayan, Ternak Tani.’ Masa depan NTT ada di tiga sektor ini. Pariwisata sebagai penggerak utama (prime mover) tiga sektor ini.
Hadirin yang saya banggakan!
Sejak dilantik sebagai wakil rakyat NTT di Senayan, Jakarta, Kabupaten Rote Ndao menjadi salah satu kabupaten yang menjadi perhatian saya, karena termasuk dalam kategori kabupaten perbatasan, beranda depan NKRI.
Sebagai kader PDI Perjuangan, kami selalu diingatkan oleh ketua umum kami, Ibu Megawati Soekarnoputri untuk membangun Indonesia dari pinggir. Membangun dari beranda paling depan, paling luar.
Terkait dengan bimtek hari ini, saya ingin menegaskan lagi bahwa saya terus memperjuangkan alsintan pra dan pasca panen bagi petani di NTT, petani di Rote Ndao.
Melalui bantuan Alat mesin pertanian (alsintan) dan program-program pemberdayaan, saya berharap bisa terus mengembangkan potensi pertanian di Rote.
Saat ini, mekanisasi pertanian modern berkelanjutan mendorong penggunaan alsintan untuk memudahkan kerja serta menghemat waktu dan tenaga para petani NTT. Karena itu, saya selalu mendorong-memperjuangkan penggunaan alsintan pra maupun pasca panen dalam rapat di Senayan.
Para petani perlu dibantu alsintan agar meningkatkan produktivitas pangan. Kasihan jika menggunakan tenaga manual. Karena itu sering saya katakan, rakyat tidak malas/tidur. Negara yang tidur. Tidak memberikan alsintan. Maka negara harus memberikan alsintan. Karena mekanisasi pertanian melalui alsintan tidak hanya digunakan pada lapangan/lahan pertanian (on farm), tetapi juga pada kegiatan pasca panen pengolahan untuk mendukung produktivitas pangan.
Hadirin yang saya banggakan!
Salah satu masalah penting setelah pemberian alsintan adalah pemeliharaan alsintan agar tidak cepat rusak. Setiap kali dalam penyerahan alsintan saya selalu menegaskan: Mesin yang tidak dirawat akan cepat rusak. Jika alsintan sudah memperlihatkan rusak ringan, tapi tidak dilakukan perbaikan, maka rusak ringan ini akan menjadi rusak berat.
Maka, Bimtek kerja sama dengan Ditjen PSP Kementan ini merupakan inisiatif saya dan upaya berlanjut untuk memastikan alsintan yang telah dibagikan tersebut tahan lama/tidak rusak.
Kelompok petani dan masyarakat penerima harus mendapat edukasi dan pelatihan teknis agar sadar, terampil, teliti dan punya rasa memiliki bersama terhadap alsintan yang dibagikan.
Saya berharap, Bimtek ini memberikan pengetahuan dan sharing pengalaman merawat alsintan agar kelompok tani semakin mahir. Saya juga menitipkan saran agar Ditjen PSP dapat memiliki tenaga mekanik mahir di daerah yang siap menunjukkan tata cara operasional, merawat dan memperbaiki jika rusak.
Terima kasih kepada Ditjen PSP, Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, pemateri, penyuluh dan petani yang memungkinkan kegiatan Bimtek ini dapat terselenggara dengan lancar.
Tidak lupa, saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Kabupaten Rote Ndao. Karena tanpa dukungan Bapak mama kaka adik sekalian, saya tidak bisa menjadi juru bicara masyarakat NTT di Senayan. Saya berkomitmen terus menjadi penyambung lidah rakyat NTT.
Akhirnya, dengan penuh syukur dan terima kasih atas Penyertaan Ilahi yang Maha Tinggi, saya membuka secara resmi Bimtek bertema: Pemeliharaan Alat Mesin Pertanian untuk Mendukung Produktivitas Pangan. (Nasa)






