Tinjau Proyek Dermaga TPI Tulandale, Ansy Lema Kecewa, Pekerjaan Hanya Tempel Semen Tanpa Angker

Monday, 8 January 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.CO – ROTE NDAO
Perluasan dan pembangunan dermaga TPI Tulandale, Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain merupakan hasil perjuangan Ansy Lema sebagai DPR RI dengan menyuarakan suara dari masyarakat Rote Ndao.

Saat meninjau proyek pengerjaan dermaga TPI Tulandale, pada Minggu (07/01/2024) Ansy Lema dikejutkan dengan pengerjaan seperti pegangan tangga turun dermaga yang hanya sistem tempel semen tanpa anker.

Proyek Pengadaan Darmaga TPI Tulandale (DAK Kelautan TA 2023) dengan spesifikasi konstruksi senilai Rp. 9.353.000.000 itu dikerjakan oleh CV Agita Mandiri.

“Kerjanya harus serius dong, penopang kapalnya ini benar nggak nih,” kata Ansy dengan nada sedikit kecewa.

Melihat kondisi itu, sontak Anggota DPR – RI Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema langsung melaporkan dan menunjukan hasil pengerjaan dermaga TPI Tulandale yang tidak beres kepada Ditjen Perikanan Tangkap KKP RI via video call whatapp.

Terdengar, Ditjen Perikanan Tangkap KKP RI merespon dengan mengatakan siap bereskan masalah pengerjaan tersebut dan akan dikabarkan lebih lanjut.

Usai menelpon Ditjen Perikanan Tangkap, Ansy Lema menjelaskan, fungsi DPR itu menjembatani aspirasi dari bawah, dititip ke DPR Kabupaten, dibawa ke Provinsi dan diteruskan ke DPR RI.

“Kita wajib menyuarakan kepentingan dari akar rumput masyarakat di bawah, kemudian mendapat perhatian dan bantuan dari pusat,” tutur Ansy.

“Saya jamin nanti pak Ditjen beresin,” lanjut dia.

Saat berdiskusi dengan masyarakat, Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan tentang fungsi Komisi IV DPR RI.

“Kenapa saya memilih duduk di Komisi IV DPR RI bapak mama, karena saya rasa sangat cocok dengan kehidupan masyarakat di NTT termasuk Pulau Rote,” ketus Ansy.

Dia menyebut Komisi IV DPR RI mempunyai ruang lingkup tugas di bidang pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, peternakan dan kelautan.

Baca Juga:  Kadis PKO Bungkam usai Diperiksa Penyidik Polda NTT di Polres Rote Ndao

Kehidupan masyarakat di NTT, kata Ansy paling banyak berprofesi sebagai petani, peternak dan nelayan.

Dijelaskannya, dia datang ke Rote juga untuk melihat bagaimana pengerjaan pengerukan yang dilakukan di TPI Tulandale, karena informasi yang ia dapatkan itu terjadi pendangkalan.

“Kalau berharap pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao pasti tidak cukup, karena APBD Rote Ndao tidak mencukupi,” beber Ansy.

“Sehingga, sebagai DPR RI saya datang turun langsung ke masyarakat, lihat langsung, temukan masalah, tahu kebutuhan dan aspirasi rakyat supaya ada bantuan. Dan saya benar-benar bantu tanpa janji,” lanjut dia.

Sementara itu, seorang masyarakat nelayan di TPI Tulandale, Maxi Nggai menyampaikan aspirasinya terkait kebutuhan lampu penerangan di TPI.

“Kami juga butuh mesin pompa air, pukat, pemecah gelombang, mesin perahu serta perpanjang lagi jalan TPI hingga ke ujung,” pinta Maxi.

“Terima kasih Pak Ansy sudah datang melihat secara langsung kami di sini, sudah membantu kami membangun dermaga di TPI Tulandale,” sambung dia.

Di akhir diskusi, Ansy Lema pun siap membawa aspirasi tersebut ke senayan dengan harapan jika terpilih lagi menjadi anggota DPR RI di Pemilu 2024 mendatang.

Setelah berdiskusi dengan masyarakat nelayan di TPI Tulandale, Ansy Lema didampingi Bendahara DPD PDIP NTT Megarisa Mboeik, Ketua DPC PDIP Rote Ndao Denison Moy serta rombongan bertolak ke Desa Tualima, Kecamatan Rote Barat Laut untuk meninjau tambak garam KKP RI.

Kemudian dilanjutkan acara serah terima Program UPPO di Desa Oetamboli dan
bertemu kelompok tani di Kapasiok, Desa Helebeik, Kecamatan Lobalain.

Lalu acara serah terima UPPO Desa Kolobolon dan silaturahmi dengan keluarga di Kampung Biru, Lobalain.

Lebih seru lagi, Ansy Lema dan rombongan akan nonton bareng debat Capres kedua di rumah Ketua DPC PDIP Rote Ndao Deni Moy, Desa Busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat.

Baca Juga:  Terdakwa Kasus Pembunuhan di Rote Ndao di Vonis 13 Tahun Penjara, inilah hal meringankan

Politisi PDI Perjuangan ini juga menginap di penginapan Villa De Rose Ba’a. (Tim)

Berita Terkait

Aksi Brutal Pendukung Mus Frans di DPRD, Terancam Masuk Bui
Massa Pendukung Mus Frans Anarkis, Sekwan Laporkan Perusakan Fasilitas DPRD Ke Polres Rote Ndao
Pleidoi Terdakwa Mus Frans Tak Mampu Gugurkan Fakta Sidang, Terbukti Unsur Pidana
Aksi Massa Pendukung Mus Frans Disweeping, Kabag Hukum : Bukan Orang Rote Kita Usir
Aksi Masa Pendukung Terdakwa Mus Frans Tak Beretika, Kabag Hukum: Tidak Pantas dilayani
Eks Kades Kolobolon Sudah Lunasi Temuan Audit Dana Desa, Inspektorat Nyatakan Bebas
Terbukti di Sidang, Hoaks dari Media Sosial, Mus Frans terlibat, Hingga Bentrok Fisik Di Lokasi PT Bo’a Development
Jaksa : Fakta Sdang Tak Ada Akses Jalan Dalam Kawasan PT Bo’a Development, Terbukti Bentrok Fisik, Akibat Perbuatan Terdakwa
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 22:01

Aksi Brutal Pendukung Mus Frans di DPRD, Terancam Masuk Bui

Friday, 17 April 2026 - 18:41

Massa Pendukung Mus Frans Anarkis, Sekwan Laporkan Perusakan Fasilitas DPRD Ke Polres Rote Ndao

Tuesday, 14 April 2026 - 11:46

Aksi Massa Pendukung Mus Frans Disweeping, Kabag Hukum : Bukan Orang Rote Kita Usir

Tuesday, 14 April 2026 - 11:01

Aksi Masa Pendukung Terdakwa Mus Frans Tak Beretika, Kabag Hukum: Tidak Pantas dilayani

Saturday, 11 April 2026 - 11:33

Eks Kades Kolobolon Sudah Lunasi Temuan Audit Dana Desa, Inspektorat Nyatakan Bebas

Saturday, 4 April 2026 - 23:22

Terbukti di Sidang, Hoaks dari Media Sosial, Mus Frans terlibat, Hingga Bentrok Fisik Di Lokasi PT Bo’a Development

Saturday, 4 April 2026 - 11:46

Jaksa : Fakta Sdang Tak Ada Akses Jalan Dalam Kawasan PT Bo’a Development, Terbukti Bentrok Fisik, Akibat Perbuatan Terdakwa

Thursday, 2 April 2026 - 12:19

Kasus Hoaks Mus Frans, Jaksa Ungkap Kronologis Bentrok Fisik di Lokasi PT Bo’a Development

Berita Terbaru