SINDONTT.CO – ROTE NDAO
Perluasan dan pembangunan dermaga TPI Tulandale, Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain merupakan hasil perjuangan Ansy Lema sebagai DPR RI dengan menyuarakan suara dari masyarakat Rote Ndao.
Saat meninjau proyek pengerjaan dermaga TPI Tulandale, pada Minggu (07/01/2024) Ansy Lema dikejutkan dengan pengerjaan seperti pegangan tangga turun dermaga yang hanya sistem tempel semen tanpa anker.
Proyek Pengadaan Darmaga TPI Tulandale (DAK Kelautan TA 2023) dengan spesifikasi konstruksi senilai Rp. 9.353.000.000 itu dikerjakan oleh CV Agita Mandiri.
“Kerjanya harus serius dong, penopang kapalnya ini benar nggak nih,” kata Ansy dengan nada sedikit kecewa.
Melihat kondisi itu, sontak Anggota DPR – RI Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema langsung melaporkan dan menunjukan hasil pengerjaan dermaga TPI Tulandale yang tidak beres kepada Ditjen Perikanan Tangkap KKP RI via video call whatapp.
Terdengar, Ditjen Perikanan Tangkap KKP RI merespon dengan mengatakan siap bereskan masalah pengerjaan tersebut dan akan dikabarkan lebih lanjut.
Usai menelpon Ditjen Perikanan Tangkap, Ansy Lema menjelaskan, fungsi DPR itu menjembatani aspirasi dari bawah, dititip ke DPR Kabupaten, dibawa ke Provinsi dan diteruskan ke DPR RI.
“Kita wajib menyuarakan kepentingan dari akar rumput masyarakat di bawah, kemudian mendapat perhatian dan bantuan dari pusat,” tutur Ansy.
“Saya jamin nanti pak Ditjen beresin,” lanjut dia.
Saat berdiskusi dengan masyarakat, Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan tentang fungsi Komisi IV DPR RI.
“Kenapa saya memilih duduk di Komisi IV DPR RI bapak mama, karena saya rasa sangat cocok dengan kehidupan masyarakat di NTT termasuk Pulau Rote,” ketus Ansy.
Dia menyebut Komisi IV DPR RI mempunyai ruang lingkup tugas di bidang pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, peternakan dan kelautan.
Kehidupan masyarakat di NTT, kata Ansy paling banyak berprofesi sebagai petani, peternak dan nelayan.
Dijelaskannya, dia datang ke Rote juga untuk melihat bagaimana pengerjaan pengerukan yang dilakukan di TPI Tulandale, karena informasi yang ia dapatkan itu terjadi pendangkalan.
“Kalau berharap pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao pasti tidak cukup, karena APBD Rote Ndao tidak mencukupi,” beber Ansy.
“Sehingga, sebagai DPR RI saya datang turun langsung ke masyarakat, lihat langsung, temukan masalah, tahu kebutuhan dan aspirasi rakyat supaya ada bantuan. Dan saya benar-benar bantu tanpa janji,” lanjut dia.
Sementara itu, seorang masyarakat nelayan di TPI Tulandale, Maxi Nggai menyampaikan aspirasinya terkait kebutuhan lampu penerangan di TPI.
“Kami juga butuh mesin pompa air, pukat, pemecah gelombang, mesin perahu serta perpanjang lagi jalan TPI hingga ke ujung,” pinta Maxi.
“Terima kasih Pak Ansy sudah datang melihat secara langsung kami di sini, sudah membantu kami membangun dermaga di TPI Tulandale,” sambung dia.
Di akhir diskusi, Ansy Lema pun siap membawa aspirasi tersebut ke senayan dengan harapan jika terpilih lagi menjadi anggota DPR RI di Pemilu 2024 mendatang.
Setelah berdiskusi dengan masyarakat nelayan di TPI Tulandale, Ansy Lema didampingi Bendahara DPD PDIP NTT Megarisa Mboeik, Ketua DPC PDIP Rote Ndao Denison Moy serta rombongan bertolak ke Desa Tualima, Kecamatan Rote Barat Laut untuk meninjau tambak garam KKP RI.
Kemudian dilanjutkan acara serah terima Program UPPO di Desa Oetamboli dan
bertemu kelompok tani di Kapasiok, Desa Helebeik, Kecamatan Lobalain.
Lalu acara serah terima UPPO Desa Kolobolon dan silaturahmi dengan keluarga di Kampung Biru, Lobalain.
Lebih seru lagi, Ansy Lema dan rombongan akan nonton bareng debat Capres kedua di rumah Ketua DPC PDIP Rote Ndao Deni Moy, Desa Busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menginap di penginapan Villa De Rose Ba’a. (Tim)






