Orangtua Siswa Kecewa, Gedung SD GMIT Hutu Rusak Selama 11 Tahun, Dinas PKO Fokus Bangun Paud Di Ne’e

Avatar photo

Tuesday, 20 August 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
Kondisi Gedung SD GMIT Hutu di Desa Maubesi Kecamatan Rote Tengah terlihat sangat memprihatikan, atapnya sudah berlubang

Melihat kondisi Gedung SD GMIT Hutu yang seperti ini, salah satu orangtua siswa, Warga Desa Maubesi Firlot Pelokila mengakui dirinya merasa kecewa dan timbul tanda tanya didalam dirinya, ketika mengetahui kalau pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pendidikan dan Kepemudaan (PKO) Kabupaten Rote Ndao membangun Gedung Baru di Desa Persiapan Nee (Sebelumnya Desa Sanggaeon

“Viralnya pembangunan Paud Pelita Nee sebagai orangtua siswa saya sangat kecewa dan bertanya? kenapa Paud Ne’e yang baru berdiri dan mendapat Bantuan pembangunan Gedung sementara SD GMIT Hutu sudah 11 Tahun tidak mendapatkan bantuan,” Kata Firlot Kepada wartawan, Senin (19/08/2024)

Dikatakan Firlot Pelokila Gedung tersebut semakin rusak parah waktu bencana Seroja dan sudah laporkan kepada Badan bencana, namun tidak bisa diakomodir, sebab bantuan Seroja hanya untuk rumah masyarakat bukan untuk fasilitas umum

“Menurut kami orangtua Siswa pembangunan gedung SD GMIT Hutu sudah skala prioritas dan segera dirobohkan dan dibangun baru, saat ini ruang kelas tidak mencukupi sehingga ruang perpustakaan dan kelas 4 dijadikan satu ruang, ini saat saya sebagai kepala Desa sudah diusulkan di Musrenbang,” Ujarnya

Dijelaskan Firlot Pelokila pada tanggal 12 Agustus 2024 yang lalu dirunya mewakili orangtua bersama Ketua komite dan Kepalaa Sekolah ingin bertemu kepala Dinas Pendidikan untuk menyampaikan hal ini

“terkait hal ini kami pernah ke Dinas Pendidikan tapi kepala dinas tak ada di kantor, katanyaada tugas keluar,” Tegas Firlot (Nasa)

Baca Juga:  Baru Habis Dikerjakan, Hotmix Ruas Jalan Ngefak Oenitas Rusak Para, "Negara Rugi Rp 13,5 Miliar"

Berita Terkait

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Wednesday, 7 October 2026 - 21:49

Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Berita Terbaru