Ahli Bahasa : Unggahan Terdakwa Mus Frans Picu Kerusuhan hingga aksi Massa di Rote Ndao

Avatar photo

Saturday, 7 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang perkara pidana penyebaran berita bohong (hoaks) dengan terdakwa Erasmus Frans Mandato alias Mus Frans, Kamis (05/02/2026)

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan ahli bahasa dari Universitas Indonesia, Dr. Frans Asisi Datang, S.S., M.Hum

Ahli bahasa memaparkan kesimpulan analisis linguistik forensik terhadap unggahan Facebook terdakwa yang menuding PT Bo’a Development menutup akses jalan menuju Pantai Wisata Bo’a

Berdasarkan kajian bahasa terhadap unggahan dan berbagai tanggapan warganet, ahli menyimpulkan bahwa konten yang disampaikan terdakwa mengandung berita bohong, opini menyesatkan, serta kalimat provokatif

Sejumlah kata, frasa, dan kalimat dalam unggahan tersebut dinilai tidak sesuai dengan fakta dan berpotensi memicu kesalahpahaman publik

Ahli bahasa juga menegaskan bahwa unggahan tersebut menimbulkan kegaduhan nyata di lapangan, termasuk munculnya reaksi publik yang berujung pada aksi demonstrasi dan situasi yang rusuh

Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan PT Bo’a Development dan sebagai pihak yang secara eksplisit disebut dalam unggahan terdakwa

Selain itu, penggunaan istilah seperti “operasi senyap” dan narasi tentang perusakan kearifan lokal dinilai membentuk citra negatif terhadap pihak tertentu tanpa dasar fakta yang dapat dibuktikan. Oleh karena itu, ahli menyatakan unggahan terdakwa memenuhi unsur kebohongan yang berdampak langsung pada gangguan keamanan

Perlu diketahui pada sidang sebelumnya, seorang saksi bernama Samuel Bokotei mengungkapkan bahwa perbuatan terdakwa tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi bohong, tetapi juga memicu situasi tidak kondusif di lingkungan perusahaan

Akibat unggahan terdakwa tersebut, terjadi keributan hingga kontak fisik di lokasi PT Bo’a Development

“Akibat postingan itu, terdakwa membawa saudaranya, Adit Frans, datang dan ribut di lokasi PT Bo’a Development. Bahkan sempat terjadi kontak fisik dengan salah satu security bernama Adi Nalle,” ungkap Samuel kepada wartawan

Baca Juga:  Polres Rote Ndao Tangani Kasus Pidana Kejahatan Hewan di Desa Balaoli, "Berharap Tuntas Secepatnya"

Menurut Samuel, tindakan tersebut berdampak langsung pada rasa aman para petugas keamanan. Ia juga menyebut bahwa bukan hanya sekali, keluarga terdakwa beberapa kali mendatangi lokasi perusahaan dan melakukan aksi yang dinilainya sebagai bentuk kerusuhan (tim/nasa)

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02