ROTE NDAO, SINDONTT.COM — Kasus dugaan pengrusakan pintu gerbang Kantor DPRD Kabupaten Rote Ndao yang terjadi saat massa aksi menerobos masuk ke halaman gedung Kantor DPRD Rote Ndao pada April 2026 hingga kini masih menjadi perhatian
Perkara tersebut telah berjalan sekitar empat bulan sejak laporan resmi dibuat. Namun, proses penyelidikan disebut belum berjalan maksimal karena pihak pelapor belum memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan tambahan
Laporan terkait dugaan pengrusakan itu dibuat oleh Sekretaris DPRD Rote Ndao, Yesi Dae Panie, bersama Bagian Hukum DPRD Rote Ndao. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/70/IV/2026/SPKT Polres Rote Ndao/Polda NTT pada 17 April 2026
Laporan itu dibuat sehari setelah peristiwa pengrusakan, yang disebut terjadi pada Kamis, 16 April 2026, ketika massa aksi menerobos masuk ke Kantor DPRD Rote Ndao
Perkembangan terbaru perkara tersebut disampaikan Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan, S.IK melalui Kasi Humas Polres Rote Ndao, AKP Derven Fanggidae ketika dihubungi wartawan, Selasa (18/8/2026)
Menurut Derven, Sekretaris DPRD Yesi Dae Panie yang membuat laporan hingga saat ini belum menghadap penyidik untuk memberikan keterangan yang diperlukan dalam proses penyelidikan
“Ini yang pelapor sendiri sampai sekarang dipanggil-panggil belum menghadap penyidik,” ujar AKP Derven Fanggidae
Ia menjelaskan, penyidik telah dua kali memanggil pelapor. Selain melalui surat panggilan, komunikasi juga telah dilakukan melalui sambungan telepon
“Sudah dipanggil, dia kasih alasan, Artinya bilang masih sibuk,” jelasnya
Derven menyebut, komunikasi antara penyidik dan pihak pelapor juga telah dilakukan untuk meminta yang bersangkutan hadir memberikan keterangan
Penyidik Masih Koordinasi
Menurut Derven, dalam proses penyelidikan, penyidik membutuhkan keterangan dari pihak pelapor untuk melengkapi informasi mengenai perkara yang dilaporkan

Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi terkait perkembangan penanganan laporan tersebut
“Biasanya penyelidikan langsung ini, biasanya langsung telepon yang bersangkutan,” artinya untuk stop masalah atau apa ini belum tahu” ujarnya (**)

















