SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Abrasi melanda garis pantai dari Sedeoen hingga Oelolot, Kecamatan Rote Barat, mengancam rumah warga dan infrastruktur di wilayah pesisir.
Air laut telah mengikis daratan hingga mendekati permukiman warga, khususnya di Dusun Loedi dan Oefoe Desa Sedeoen
Kepada wartawan Penjabat Kepala Sedeoen Susana Fua mengatakan Abrasi Pantai di Dusun Loedik ini telah berlangsung sejak lama
“Ini Abrasi sudah lama, sekitar empat atau lima tahun,” ucap Susana
Penjabat Kepala Susana Fua mengakui kalau sejak ia dilantik sebagai pimpinan di Desa tersebut belum ada perhatian dari pihak aktivis lingkungan ataupun badan lingkungan
“Saya juga baru dilantik beberapa bulan yang lalu jadi saya kurang tau, Tapi selama saya menjabat belum ada perhatian itu, dari aktivis maupun badan lingkungan hidup,” ujarnya
Dikatakan Susana Fua warga Dusun Loedik dan oefoeh terancam tidak bisa beraktivitas kalau terjadinya air laut pasang, menurutnya Pemerintah desa berencana membangun tembok penahan dilokasi abrasi
“Kalau bisa ada perhatian pemerintah, lingkungan hidup atau aktivitas ko apa,” ungkapnya
warga dua dusun yang terancam abrasi ini terdiri dari 106 kepala Keluarga keluarga
Berdasarkan Pantauan, Nampak di lokasi menunjukkan garis pantai terus tergerus, bahkan ombak mulai menyentuh badan jalan dan mendekati pekarangan rumah warga.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir rob yang dapat merendam permukiman.
Abrasi ini juga merusak keindahan alam yang menjadi salah satu daya tarik wisata Rote Barat.
Seorang warga lansia yang enggan disebutkan namanya mengaku situasi ini sudah terjadi cukup lama.
“Sudah lama air laut naik. Sekarang jalan kaki masih bisa lewat, motor harus hati-hati, tapi mobil sudah tidak bisa lewat,” tandasnya (tim/nasa)






