Kapasitasnya, Pernah Jabat Sebagai Penjabat Kades Bo’a, Stefanus Mbatu dihadirkan jadi Saksi Hoaks

Avatar photo

Sunday, 15 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Stefanus Mbatu, memberikan klarifikasi terkait kehadirannya sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan penyebaran informasi bohong (hoaks) dengan terdakwa Erasmus Frans Mandato alias Mus Frans di Pengadilan Negeri Rote Ndao

Klarifikasi tersebut disampaikan Stefanus Mbatu kepada wartawan Jumat (13/2/2026)

Dalam klarifikasinya Stefanus menjelaskan bahwa dirinya diminta secara langsung oleh terdakwa pernah menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa (Pj Kepala Desa) Bo’a pada tahun 2024

Ia menguraikan, pada Rabu, 11 Februari 2026, dirinya dihubungi oleh Erasmus Frans Mandato untuk bertemu dan membahas hal penting. Kebetulan saat itu Stefanus memiliki urusan keluarga di Bo’a, sehingga dalam perjalanan ia menyempatkan diri mampir ke kediaman terdakwa di Nemberala

Dalam pertemuan tersebut, Erasmus meminta Stefanus menjadi salah satu saksi dalam perkara yang sedang bergulir di persidangan. Permintaan itu didasarkan pada kapasitas Stefanus yang pernah menjabat sebagai Pj. Kepala Desa Bo’a

“Karena saya pernah menjabat sebagai Penjabat kepala Desa Bo’a,” ujar Stefanus kepada wartawan

Disebutkan pula, dalam percakapan dengan terdakwa diputuskan bahwa Stefanus akan menjadi saksi pertama dari tiga saksi yang diajukan oleh kuasa hukum terdakwa untuk hadir dalam persidangan pada Kamis, 12 Februari 2026

Stefanus menekankan bahwa kehadirannya sebagai saksi semata-mata karena kapasitasnya yang pernah enjabat Kepala Desa Bo’a tahun 2024

Sebagaimana diketahui Terdakwa Erasmus Frans Mandato menyebarkan Berita Bohong tentang penutupan Akses Jalan ke pantai Wisata Bo’a pad tahun 2024 (tim/nasa)

Baca Juga:  Sekda Rote Ndao : Penolakan Pasien Rujukan Oleh Kapal Bahari Express Bertentangan Dengan Aturan

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru