Aksi Massa Pendukung Mus Frans Disweeping, Kabag Hukum : Bukan Orang Rote Kita Usir

Avatar photo

Tuesday, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Nyongki F. Ndoloe

Foto : Nyongki F. Ndoloe

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyoroti adanya dugaan keterlibatan pihak luar dalam aksi masa pendukung terdakwa Erasmus Frans Mandato (Mus Frans) yang berlangsung di Kantor Bupati Rote Ndao, Senin (13/4/2026)

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Rote Ndao, Nyongki F. Ndoloe, S.H mengungkapkan bahwa dari pengamatannya di lapangan, terdapat indikasi bahwa sebagian peserta aksi bukan merupakan warga asli Rote

“Saya melihat dan sempat bertanya, ada yang bukan orang Rote. Jangan sampai orang luar datang dan merusak tatanan budaya serta suasana aman di daerah ini,” ujar Nyongki kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (14/4/2026)

Ia menegaskan, jika terbukti ada massa dari luar daerah yang sengaja datang untuk memprovokasi atau mengganggu ketertiban, maka pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan tegas

“Kalau benar bukan orang Rote, kita akan lakukan sweeping dan usir keluar dari Rote. Kalau mengulangi lagi, kita tangkap dan keluarkan karena merusak daerah ini,” tegas Nyongki

Menurutnya, masyarakat Rote Ndao dikenal menjunjung tinggi nilai budaya dan tata krama. Oleh karena itu, kehadiran pihak luar yang dinilai tidak menghormati norma setempat tidak dapat ditoleransi

Ia juga menambahkan, pemerintah tetap mendukung penyampaian aspirasi oleh masyarakat asli Rote, selama dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai aturan

Namun, jika aksi dilakukan dengan cara tidak beretika serta melibatkan pihak luar yang berpotensi memicu konflik, maka pemerintah akan mengambil langkah tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban daerah

“Kalau aspirasi disampaikan dengan baik, pasti kita terima dan cari solusi. Tapi kalau hanya datang membuat kekacauan, tentu tidak bisa ditoleransi,” pungkasnya

Perlu diketahui saat ini Erasmus Frans Mandato (Mus Frans) menjalani sidang di pengadilan Negeri Rote Ndao sebagai terdakwa penyebaran Berita Bohong yang menuduh PT Bo’a Development menutup akses jalan ke pantai wisata Bo’a, (tim/nasa)

Baca Juga:  Kabag Hukum : Kita Tidak Berpihak, Bongkar Blokade Jalan di Bo’a untuk Kepentingan Bersama

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru