SINDONTT.COM, ROTE NDAO-
Kepolisian Sektor Rote Barat Laut telah menerima dua Laporan Polisi dari dua orang pria yang saling adu jotos atau aduh fisik diauala Kantor Rote Barat Laut Di Desa Saindule, Rabu 06 Mei 2020.
Dua pria yang berkelahi itu diduga bermotif Asmara yang bermula dari pesan singkat (SMS) dari Robert Foes (PNS di Kantor Camat Rote Barat Laut) masuk Ke Ponselnya Istri dari Yufetri Ndun.
Kapolsek Rote Barat Laut Ipda Frits O Matli ketika dikonfirmasi Wartawan melalui Kanit Reskrim Bripka Hamsani Mahmud, Kamis (07/05/2019) membenarkan adanya peristiwa tersebut namun ia mengakui belum mengetahui secara jelas kronologis kejadian, dikarenakan baru sebatas menerima Laporan Polisi dan membuat Visum Et Repertum.
“untuk kronologis kejadian belum diketahui secara jelas, baru terima Laporan dan setelah dilakukan visum kedua korban itu kondisinya belum stabil jadi belum diambil keterangan awal”,Kata Hamsani Mahmud
Sesuai dengan penelusuran wartawan diperoleh informasi bahwa kedua pria tersebut saling melaporkan di Polsek Rote Barat Laut yakni Pelapor Atas Nama Yufetri Ndun dengan Nomor Laporan Polisi : LP/21/V/2020 NTT/RES ROTE NDAO/Sektor Rote Barat Laut,Tanggal 06 Mei 2020 Pukul 14.15, Kasus Penganiayaan didalam Kantor Camat Rote Barat Laut di Desa Saindule dengan Pelaku atas Nama Robert Foes.
Pelapor atas Nama Robert Foes, Laporan Polisi Nomor : LP / 22 / V / 2020 / NTT / RES ROTE NDAO/Sektor Rote Barat Laut, tanggal 06 Mei 2020, Pukul 14.15 wita. Kasus Penganiayaan Di Dalam Kantor Camat Rote Barat Laut di Desa Saindule dengan Pelaku atas Nama Yufetri Ndun
Sesuai informasi yang dihimpum wartawan didapatkan dua kronologis yang berbeda, Kronologis Versi Yufetri Ndun bahwa awalnya Yufetri Ndun berada di rumah lalu
melihat ada SMS masuk di HandPhone istrinya dari Saudara Robert Foes dengan kata “Sayang besok ketemu”, lalu Yufetri Ndun langsung pergi menuju ke kantor Camat Rote Barat Laut, mencari Robert Ndun untuk menanyakan maksud SMS itu, dan saat Yufetri Ndun bertemu Robert Foes terjadi pertengkaran dan pemukulan terhadap Yufetri Ndun yang di lakukan oleh Robert Foes menggunakan kursi Citosa yang mengenai telinga kiri Yufetri Ndun seehingga mengakibatkan luka dan mengeluarkan darah, dan Robert Foes menendang Yufetri Ndun dengan kaki dan mengenai pelipis sebelah kiri sehingga mengakibatkan bengkak.
Kronologis Versi Robert Foes
saat Robert Foes sedang berada di aula kantor Camat Rote Barat Laut duduk sambil memegang hanPhone membuka Wifi, lalu secara tiba – tiba datang Yufetri Ndun dengan menggunakan sepeda motor, masuk lewat pintu depan kantor Camat menuju ruang aula dan langsung mengatakan “Pak Robert”, langsung dengan pukulan tangan kanan secara berulang ulang dan mengenai pbagian mata sebelah kiri Robert Foes sehingga mengakibatkan luka memar, bengkak , mengeluarkan darah,
Kasus Pidana Penganiyaan yang diduga berawal dari dugaan Asmara antara Robert Foes( PNS Kantor Camat Rote Barat Laut) dengan istri Yufetri Ndun itu disaksikan Langsung oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Rote Barat Laut, Melki Sedek Sole
Sekretaris Camat (Sekcam) Rote Barat Laut Melksi Sedek Sole ketika dihubungi via telpon terdengar bunyi masuk namun yang bersangkutan tidak merespon,(Nasa)






