Diduga Bermotif Asmara, dua Pria adu Jotos di Aula Kantor Camat Rote Barat Laut.

Avatar photo

Thursday, 7 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM, ROTE NDAO-
Kepolisian Sektor Rote Barat Laut telah menerima dua Laporan Polisi dari dua orang pria yang saling adu jotos atau aduh fisik diauala Kantor Rote Barat Laut Di Desa Saindule, Rabu 06 Mei 2020.

Dua pria yang berkelahi itu diduga bermotif Asmara yang bermula dari pesan singkat (SMS) dari  Robert Foes (PNS di Kantor Camat Rote Barat Laut) masuk Ke Ponselnya Istri dari Yufetri Ndun.

Kapolsek Rote Barat Laut Ipda Frits O Matli ketika dikonfirmasi Wartawan melalui Kanit Reskrim Bripka Hamsani Mahmud, Kamis (07/05/2019) membenarkan adanya peristiwa tersebut namun ia mengakui belum mengetahui secara jelas kronologis kejadian, dikarenakan baru sebatas menerima Laporan Polisi dan membuat Visum Et Repertum.

“untuk kronologis kejadian belum diketahui secara jelas, baru terima Laporan dan setelah dilakukan visum kedua korban itu kondisinya belum stabil jadi belum diambil keterangan awal”,Kata Hamsani Mahmud

Sesuai dengan penelusuran wartawan diperoleh informasi bahwa kedua pria tersebut saling melaporkan di Polsek Rote Barat Laut yakni Pelapor Atas Nama Yufetri Ndun dengan Nomor Laporan Polisi : LP/21/V/2020 NTT/RES ROTE NDAO/Sektor Rote Barat Laut,Tanggal 06 Mei 2020 Pukul 14.15, Kasus Penganiayaan didalam Kantor Camat Rote Barat Laut di Desa Saindule dengan Pelaku atas Nama Robert Foes.

Pelapor atas Nama Robert Foes, Laporan Polisi Nomor : LP / 22 / V / 2020 / NTT / RES ROTE NDAO/Sektor Rote Barat Laut, tanggal 06 Mei 2020, Pukul 14.15 wita. Kasus Penganiayaan Di Dalam Kantor Camat Rote Barat Laut di Desa Saindule dengan Pelaku atas Nama Yufetri Ndun

Sesuai informasi yang dihimpum wartawan didapatkan dua kronologis yang berbeda, Kronologis Versi Yufetri Ndun bahwa awalnya Yufetri Ndun berada di rumah lalu
melihat ada SMS masuk di HandPhone istrinya dari Saudara Robert Foes dengan kata  “Sayang besok ketemu”, lalu Yufetri Ndun langsung pergi menuju ke kantor Camat Rote Barat Laut, mencari Robert Ndun untuk menanyakan maksud SMS itu, dan saat Yufetri Ndun bertemu Robert Foes terjadi pertengkaran dan pemukulan terhadap Yufetri Ndun yang di lakukan oleh Robert Foes menggunakan kursi Citosa yang mengenai telinga kiri Yufetri Ndun seehingga mengakibatkan luka dan mengeluarkan darah, dan Robert Foes menendang Yufetri Ndun dengan kaki dan mengenai pelipis sebelah kiri sehingga mengakibatkan bengkak.

Baca Juga:  Ayah Diduga Perkosa Anak Kandung Berulang Kali Di Rote Ndao

Kronologis Versi Robert Foes
saat Robert Foes sedang berada di aula kantor Camat Rote Barat Laut duduk sambil memegang hanPhone membuka Wifi, lalu secara tiba – tiba datang Yufetri Ndun dengan menggunakan sepeda motor, masuk lewat pintu depan kantor Camat menuju ruang aula dan langsung mengatakan “Pak Robert”, langsung dengan pukulan tangan kanan secara berulang ulang dan mengenai pbagian mata sebelah kiri Robert Foes sehingga mengakibatkan luka memar, bengkak , mengeluarkan darah,

Kasus Pidana Penganiyaan yang diduga berawal dari dugaan Asmara antara Robert Foes( PNS Kantor Camat Rote Barat Laut) dengan istri Yufetri Ndun itu disaksikan Langsung oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Rote Barat Laut, Melki Sedek Sole

Sekretaris Camat (Sekcam) Rote Barat Laut Melksi Sedek Sole ketika dihubungi via telpon terdengar bunyi masuk namun yang bersangkutan tidak merespon,(Nasa)

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru