SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
nasip naas yang di alami para pekerja Sekolah Dasar Negeri Kapadanon kecamatan Rote Tengah kabupaten Rote Ndao sangatlah menyedihkan

Sarwito selaku Kepala Tukang Pekerjaan Proyek SD Negeri Kapadanon ketika ditemui Sindo-NTT.id, Sabtu (23/08/2021) di di Kecamatan Pantai Baru sambil menangis dan menjelaskan kalau untuk sementara ini pekerjaan yang laksanakan oleh pihaknya di SD Kapadanon sudah mencapai waktu enam minggu hari kerja namun mirisnya upah atau gajinya belum di bayarkan oleh Kontraktor Pelaksana Aldo Sonbait
“kami untuk sementara hentikan aktifitas pekerjaan selama tiga minggu karena gaji kami belum di bayar oleh kontraktor Aldo Sonbait, sementara akibat PPKM ini istri anak kami di jawa sudah mengelu makanan tidak ada, sedangkan gaji kami belum juga di bayar oleh pihak kontraktor”, jelasnya

Lanjut Sarwito yang sambil meneteskan air matanya, mengatakan kalau upah atau gaji pekerjaan nya sudah 6(enam) Minggu dengan biaya mencapai Rp. 32 juta
“upah kerja kami selama enam minggu dengan gaji tiga puluh dua juta Rupiah tetapi mereka baru panjar lima juta dan masih tersisa dua puluh tujuh juta rupiah” ungkap Sarwito
Sarwito menegaskan pelaksanaan pekerjaan pembangunan di SD Kapadanon itu tidak sesuai spesifikasi
“pondasi nya di Rap itu batu kali tapi kami gunakan batu karang dan pasir di rap itu pasir takari tapi yang kami gunakan pasir lokal ,dan hal ini bukan saja terjadi di sekolah kami saja melainkan seluruh sekolah, ada lagi seperti di rap tembok gunakan batu bata tapi kenyataan yang di lapanagan gunakan batako, Untuk volume pekerjaan kami baru bangun pondasi sama cor tiang”, tegas Sarwito
Pekerjaan pembangunan SD Negeri Kapadanon ini termasuk dalam paket Pekerjaan 18 Sekolah Dasar di Kabupaten Rote Ndao yang anggarannya bersumber dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia yang dikerjakan oleh PT dua Sekawan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 38.159. 138.000

Hingga Saat ini Kontraktor Aldo Sonbait belum berhasil dihubungi, (Ito)






