SINDO-NTT.COM – ROTE NDAO
penanganan Kasus Penggelapan dana Bantua Langsung Tunai (BLT) Ekstrim yang mengguncang masyarakat Desa Nemberala pada tahun 2023 sepertinya sudah titik terang, rencananya Inpektorat segera melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang diduga terlibat
Rencana pemeriksaan kepada para pihak yang terlibat itu ketika Inspektorat Kabupaten Rote Ndao turun ke Desa Nemberala dan melakukan konfrontir secara langsung antara Mantan Kepala Desa (kades) Nemberala Bernad Lenggu, bendahara Desa Arnolus Dethan, dan Pj Kepala Desa Nemberala Yusuf O. Mengge dan sejumlah lanjut usia (Lansia)
Inspektur Inspektorat Rote Ndao Arkalaus Lenggu ketika dikonfirmasi melalui Inspektur Pembantu I Refly E. S. Therik, S.P mengakui dirinya bersama staf turun ke Desa Nemberala atas permintaan Hasil Audit dari Polres Rote Ndao.
“Iya kami turun langsung atas surat permintaan Audit hasil dari Polres Rote Ndao, kami melakukan konfrontir antara Pj kepala Desa sekarang, mantan Kepala Desa Bernad Lenggu, bendahara Desa Arnolus Dethan dan sejumlah Lansia,” kata Refly Therik Kepada wartawan, Senin (04/03/2024)
Diakui Refly Therik, untuk menindak lanjut hasil konfrontir itu, pihak inspektorat segera memanggil para pihak yang diduga terlibat untuk diperiksa
“Kami akan panggil Pj Kepala Desa Sekarang, Mantan Kepala Desa Bernad Lenggu dan bendahara Desa untuk diperiksa lebih lanjut,” Ujar Refly Therik
Dijelaskan Refly Therik, terkait tindak lanjut dari penanganan kasus ini seperti apa, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat, setelah itu akan direkomendasikan ke Polres Rote Ndao, karena ini masalah hukum yang bukan kewenangan Inspektorat, ini kewenangan Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polres Rote Ndao.
“Hasil konfrontir belum disampaikan ke Kepala Inspektur Inspektorat, saya tidak bisa berbicara banyak, itu kewenangan Inspektur, tapi hasil pemeriksaan nanti seperti apa akan disampaikan kepada pimpinan Inspektorat untuk selanjutnya disampaikan ke Polres Rote Ndao,” ujar Therik
Untuk diketahui kasus ini mencuat ke permukaan karena adanya dugaan penggelapan dana BLT Ekstrem Tahun 2023 yang dikeluhkan oleh sejumlah Lansia yang diwakili oleh Thomas Dani Nunuhitu dan Yefta Ndun, Kasus ini sementara di tangani di Polres Rote Ndao, (Tim/Nasa)






