Salah Transfer Uang sebesar Rp 700 Juta Di Dinkes Rote Ndao, Bendahara Masih Hutang Ganti Rugi

Avatar photo

Friday, 3 December 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Terkait Polemik salah transfer atau pengiriman uang Honor untuk para tenaga kesehatan yang melayani di RSUD Baa diduga kuat dilakukan oleh “SM” selaku Bendahara di Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao pada Tahun Anggaran 2020 sepertinya sudah ada Titik terang, kasus salah transfer tersebut mengakibatkan “SM” selaku bendahara pada waktu itu masih berhutang ganti rugi sebesar Rp 200 juta lebih

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk, SH ketika dihubungi via Ponselnya Genggamnya, Jumat (03/12/2021)

Menurut Paulus Henuk hal itu terbongkar ketika dirinya bersama Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Yosia Adrianus Lau, SE mengklarifikasi masalah bendahara dinas kesehatan yang baru kabur dengan dugaan membawa sejumlah uang Kepada Sekda Rote Ndao Jonas Selly dan Kepala Bagian Keuangan Daniel Nalle di Ruang kerja Wakil Ketua DPRD Adi Lau saat usai Sidang Pembahasan RAPBD 2022

“Baru sekda mengaku Bendahara yang lama salah transfer atau kirim uang sekitar Rp 700 juta Pada bulan Desember 2020 sudah di ganti kembali,” kata Paulus

Selanjutnya ,menurut Paulus ketika Konfrontir kepada kepala dinas kesehatan yang baru dr. Febi Riwu, baru terbongkar itu bendahara SM masih hutang ganti rugi sekitar Rp 200 juta lebih

“saat di konfrontir kepada kepala dinas baru Febi Riwu terbongkar  bendahara masih hutang ganti rugi sekitar Rp 200 juta lebih,” tegas Paulus

Lanjut Paulus, kesalahan transfer tersebut diketahui kembali oleh bendahara tersebut pada awal Januari 2021 bahwa dana tersebut salah transfer ke rekening masing-masing belasan orang tenaga Dokter pada RSUD Baa

“Uang yang ditransfer waktu Itu sebesar Rp 700 juta oleh SM dan Rp 400 juta transfernya sesuai, namun saat pembayaran kedua pada awal Januari 2021 baru diketahui oleh bendahar terjadi pendobelan pembayaran sekitar Rp 300 juta, sehingga terjadi minus pembayaran di akhir Tahun,” Kata Paulus

Baca Juga:  Bupati Rote Ndao Dihukum Ganti Rugi Suaminya Sebesar Rp 2,4 Miliar, "Pemda tidak Perlu Takut Bayar"

Lanjut Paulus, setelah diketahui ada kesalahan tersebut, itu “SM” mengakui itu kelalaiannya dan bendara tersebut bertanggungjawab atas ganti rugi sebesar Rp 300 juta dan hingga saat itu bendahara itu belum melunasi hutangnya sekitar Rp 200 juta lebih

Paulus Henukh menegaskan anggaran yang bersumber dari APBD Rote Ndao tahun 2020 itu seharusnya di transfer rekening para tenaga medis yang melayani di RSUD Baa, tetapi katanya salah transfer ke nomor rekening sekitar belasan Dokter

“Uang di salah transfer ke belasan rekening masing-masing Para dokter di RSUD Baa”, Cetusnya

Lebih jauh Paulus menjelaskan bahwa itu bendahara tidak di berikan sanksi dan kembali di angkat sebagai staf di dinas Kesehatan

“Kalau tidak ada sanksi begini kedepan semua bendahara bisa lakukan hal yang sama,” tandas

Paulus meminta Pihak Penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini

“Ini tidak masuk akal, uang salah ditranfer ke rekening sejumlah dokter di RSUD Baa, saya minta penegak hukum segera bertindak,” terangnya

Terpisah, Drg. Suardi selaku Kepala Dinsa Kesehatan Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2020 ketika dihubungi dikediamannya, Kamis (02/12/2021) mengatakan dirinya tidak bisa berpendapat terkait perihal tersebut, dikarenakan saat ini dirinya tidak lagi menjabat sebagai kepala Dinas

“Saya tidak bisa berbicara, karena bukan lagi sebagai kepala dinas, perlu diketahui saya ajukan mundur ke bupati pada bulan Desember 2020 dan di Februari 2021 baru di terima oleh Bupati,” tegas Suardi, (Nasa)

Berita Terkait

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?
Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao
Kasus Mayat Terapung di Pantai, Polisi Serahkan Lima Tersangka ke Jaksa
Ketua P2SP SMA Rote Selatan tidak dilibatkan, Belanja Proyek Rp 2,5 Miliar, Warga Minta Di Audit
Disorot, Konsultan : Proyek Miliaran Rupiah SMA Rote Selatan Bisa Lakukan Perubahan Volume
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Wednesday, 7 October 2026 - 21:49

Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Thursday, 1 October 2026 - 17:12

Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao

Thursday, 1 October 2026 - 12:07

Kasus Mayat Terapung di Pantai, Polisi Serahkan Lima Tersangka ke Jaksa

Wednesday, 30 September 2026 - 11:35

Ketua P2SP SMA Rote Selatan tidak dilibatkan, Belanja Proyek Rp 2,5 Miliar, Warga Minta Di Audit

Sunday, 27 September 2026 - 21:57

Disorot, Konsultan : Proyek Miliaran Rupiah SMA Rote Selatan Bisa Lakukan Perubahan Volume

Sunday, 27 September 2026 - 18:32

SMSI NTT Minta Kapolres TTU Baca Kembali Rekomendasi Dewan Pers

Berita Terbaru