Gugatan Praperadilan Tersangka Mus Frans Keliru, Bukan Ajang Uji Materi Perkara

Avatar photo

Thursday, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Mikhael Feka

Foto : Mikhael Feka

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Gugatan praperadilan yang dilayangkan Erasmus Frans Mandato (EFM) dinilai keliru karena mencoba masuk ke ranah materi perkara,

seharusnya Praperadilan itu hanya menguji aspek formal penetapan tersangka

Penegasan tajam ini disampaikan Ahli Hukum Pidana Dr. Mikhael Feka, S.H., M.H., usai mengikuti sidang sebagai saksi Ahli di Pengadilan Negeri Rote Ndao, Kamis (25/9/2025) di Ba’a.

Menurut Ahli Mikhael Feka, upaya Pemohon untuk membedah substansi kasus di forum praperadilan adalah sebuah langkah yang salah alamat secara hukum

Mikhael Feka menegaskan bahwa praperadilan memiliki dinding yang jelas dan tidak bisa ditembus.

“Praperadilan itu hanya memeriksa dari aspek formilnya saja dan tidak memasuki dalam arena pokok perkara, hanya menilai tentang adanya dua alat bukti atau tidak,” tegas Mikhael usai persidangan.

Ahli Mikael Feka menyatakan, penyidik Polres Rote Ndao telah memenuhi syarat formil minimal dengan mengantongi dua alat bukti. Dengan terpenuhinya syarat tersebut, menurutnya, sah-tidaknya penetapan tersangka secara prosedural sudah tidak dapat diperdebatkan lagi di forum ini.

Lebih lanjut, Mikhael mengunci argumennya dengan menjelaskan alasan fundamental di balik pembatasan wewenang praperadilan

Menurutnya, mengadili pokok perkara di sidang praperadilan akan mencederai prinsip keadilan itu sendiri.

“Ini soal keberimbangan hukum. Membedah pokok perkara di sini tidak adil karena pihak korban tidak hadir untuk membela kepentingannya, Arena untuk tersangka hadir itu adalah di sidang pokok perkara, bukan di sini,” jelasnya.

Mikhael juga membentengi kewenangan penyidik dalam menerapkan pasal pidana. Ia menyebut, penentuan Pasal 28 UU ITE sebagai dasar sangkaan adalah diskresi penuh penyidik yang tidak bisa diintervensi dalam sidang praperadilan

Pengujian atas ketepatan pasal tersebut, sekali lagi, adalah materi untuk persidangan di tingkat selanjutnya.

Baca Juga:  Mencuat, Proyek Rp 2,5 Miliar SMA Rote Selatan tak Sesuai Spesifikasi, Indikasi Korupsi?

Dengan demikian, kesaksian ahli ini secara efektif mematahkan argumen gugatan pada pilar-pilar utamanya, dengan menyatakan bahwa seluruh tindakan hukum yang dilakukan penyidik Polres Rote Ndao tidak cacat secara prosedural (tim/nasa)

Berita Terkait

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Wednesday, 7 October 2026 - 21:49

Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Berita Terbaru