SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Lagi-lagi Rapat Dengar Pendapat (RDP) Soal Kelangkaan Pupuk Ditunda, Anggota DPRD Rote Ndao Petrus Johanis Pelle menilai Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao tidak serius urus masalah Kelangkaan Pupuk bagi masyarakat petani di Kabupaten Rote Ndao
Hal itu disampaikan secara langsung oleh Petrus J. Pelle, S.Pd, Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dalam tanggapannya kepada Pemerintah Daerah melalui Pimpinan rapat,
Terkait dengan penundaan kembali agenda RDP Pupuk Bersubsidi, sejak diagendakan dalam rapat RPD sejak Tanggal 25-26 Maret 2022, masih saja mengalami penundaan atau scorsing beberapa kali, hal ini membuat Petrus Pelle merasa Geram.
Petrus Johanis Pelle, S.Pd, secara blak-blakan dan bernada tegas bahwa menilai Pemerintah tidak Serius untuk mengurus persoalan pupuk bersubsidi bagi masyarakat Rote Ndao, hal ini terlihat jelas, terkait data-data yang dimintai oleh DPRD dari Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao, sebenarnya bukan baru kali ini namun sudah sejak beberapa tahun anggaran terlewati ini juga tidak pernah diberikan.
Kembali ditanyai Petrus Pelle soal data laporan penyerapan pupuk akhir tahun ke pihak Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Provinsi NTT, melalui Pemerintah Daerah Rote Ndao selama ini mengunakan data yang mana?, Parah Pengecer, Distributor melaporkan penyerapan dan realisasi pupuk bersubsidi itu mengunakan data yang mana?,Ujar Pelle bernada heran
” baik itu 4 tahun yang lalu sampai 1 tahun yang kemarin data ini kita sudah minta, kita DPRD minta Pemda Seriuslah agar bisa mengetahui benang kusutnya ada dimana dan mencari solusi bersama.” Ucapnya
diijelaskan Petrus Pelle Bila DPRD dan Pemerintah harus menunda nunda RDP terus menerus dan tidak ada kesimpulannya, maka nanti para pengecer dan distributor disalahkan oleh anggota dan ketua kelompok karena tidak serius mengurus realisasi pupuk bersubsidi,
Kata Petrus Pelle, dengan ketidakseriusan Pemda terhadap data yang dimintai dan tertundanya RDP maka ini sangat menyita waktu.
“Memangnya tugas DPRD hanya RDP soal pupuk saja?. Masih ada agenda DPRD dalam tugas dan pelayanan sosial kemasyarakatan yang lain untuk perlu di urus. Kalau jadwal ditunda begini nanti rakyat butuh pupuk dan tanya pupuk nanti ke Pemda tidak ada jawaban malah Diam, sementara petani menjerit-jerit,” tandasnya
Petrus Johanis Pelle, Kembali mempertegas Pimpinan dan Anggota DPRD lainnya jika Pemerintah Daerah tidak serius, maka selaku pimpinan dan anggota-anggota DPRD dapat mengambil kesimpulan dari rapat-rapat ini,
“apakah kita harus menunggu lagi?, Menurut saya kita rekomendasi saja ke Aparat Penegak Hukum (APH), mungkin APH yang panggil Pemerintah baru cepat datangnya, mungkin APH yang minta datanya mungkin cepat berikan data-datanya. Tapi kita sebagai mitra pemerintah yang panggil dan minta data masih banyak alasannya. Tegas Mantan Wakil Ketua DPRD itu
Pemerintah Daerah, melalui Asiten Perekonomian dan Pembangunan Setda kabupaten Rote Ndao, Armi Saek, ST, Mengatakan terkait dengan kelengkapan data sementara dikerjakan, diselesaikan dan dilengkapi untuk data yang dimintai oleh DPRD meliputi kebutuhan dan realisasi tahun sebelumnya,
Dikatakan Armi Saek, terkait data-data yang diminta DPRD dapat dipenuhi dan bisa rampung pada Hari Senin, 04 April 2022,
“Data disiapkan setelah dokumen sudah jadi dan tentu Pimpinan kami perlu mengoreksi, mengecek hasil kerjanya, setelah itu baru dapat persetujuan dari pimpinan kami baru dokumen-dokumen tersebut dapat digandakan untuk disampaikan kepada bapak anggota-anggota Dewan yang Terhormat,” ungkap Armi Saek
Pantauan Media, yang menghadiri Rapat lanjutan RDP terkait pupuk bersubsidi dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD, Paulus Henuk, S.H, dan Anggota DPRD serta Asisten II, Setda Rote Ndao, Kadis Pertanian, perkebunan dan kehutanan kabupaten Rote Ndao, Kadis Koperindag, Parah Pengecer, Distributor,
Sesuai Pantaun, rencana agenda RDP lanjutan akan dilaksanakan kembali pada Hari Senin, 04 April 2022
Nama-nama Anggota DPRD yang mengikuti Rapat RDP Pupuk Rabu (30/3/2022), Sekitar Pukul 12:42 Wita yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Paulus Henuk, S.H yakni Petrus J. Pelle, S.Pd, (Demokrat), Migel Heret Beama (PKB), Zinsendorf Yosus Adu (PDI Perjuangan), Olafbert A. Manafe (Nasdem), Feky Machiel Boelan (Hanura), Alex Fiah, A.Ma. Pd (Perindo), Adrianus Pandie, S.H (Gerindra), Meksi Mooy, S.Pd (Golkar) dam Charlie Lian (PPP),
(Nasa/Tim)






