Sidang Terdakwa Kasus Hoaks, Warga Bo’a Nyatakan PT Bo’a Development Berjasa di Rote Ndao

Avatar photo

Wednesday, 7 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Agenda pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) dengan terdakwa Erasmus Frans Mandato alias Mus Frans digelar di Pengadilan Negeri Rote Ndao, Senin (05/01/2026)

Sidang kali ini menarik perhatian publik setelah ratusan warga Desa Bo’a datang memberikan dukungan

Terdakwa Erasmus Frans Mandato didakwa menyebarkan berita bohong yang menyebutkan PT Bo’a Development menutup akses jalan menuju pantai wisata Desa Bo’a melalui akun media sosial miliknya

Tuduhan tersebut dibantah dalam persidangan melalui keterangan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum

Dua saksi yang memberikan keterangan adalah Samsul Bahri, perwakilan PT Bo’a Development, dan Felipus Tasi, mantan Kepala Desa Bo’a. Kehadiran keduanya disambut dan dikawal ratusan warga Desa Bo’a hingga memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri Rote Ndao

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan warga masih bertahan di area pengadilan hingga malam hari. Mereka menyatakan kehadiran tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap PT Bo’a Development yang selama ini dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat desa

Di depan gedung pengadilan, warga Desa Bo’a Yopi Nggadas menyampaikan aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa PT Bo’a Development telah membuka banyak lapangan pekerjaan bagi warga, terutama bagi anak-anak muda dan masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan

“Kami datang dari hati untuk mendukung PT Bo’a Development tetap jaya dan terus beroperasi di Desa Bo’a. Kehadirannya sangat membantu kami, baik anak muda maupun orang tua,” ungkap Yopi

Ia juga berharap ke depan perusahaan tersebut dapat kembali beroperasi secara optimal dan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi warga lokal yang masih layak bekerja

Perkara ini masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Rote Ndao dan akan dilanjutkan pada sidang berikutnya sesuai jadwal yang ditetapkan majelis hakim (tim/nasa)

Baca Juga:  KPU Rote Ndao Gelar Simulasi TPS Riil Pemilihan 2024

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02