ASN Stefanus Mbatu Mengaku Bertemu Terdakwa Hoaks Mus Frans, Bicarakan Hal Penting

Avatar photo

Saturday, 14 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, Stefanus Mbatu, menyampaikan klarifikasi kepada wartawan, Jumat (13/2/2026)

Stefanus menjelaskan kronologi kehadirannya sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) dengan terdakwa Erasmus Frans Mandato alias Mus Frans di Pengadilan Negeri Rote Ndao

Stefanus mengakui diminta Langsung oleh Terdakwa Mus Frans

Stefanus mengungkapkan bahwa pada Rabu, 11 Februari 2026, dirinya dihubungi langsung oleh Erasmus Frans Mandato untuk bertemu dan membicarakan hal penting

Saat itu, Stefanus sedang dalam perjalanan menuju Desa Bo’a untuk urusan keluarga dan menyempatkan diri singgah di rumah terdakwa di Nemberala

Dalam pertemuan tersebut, Erasmus meminta Stefanus untuk menjadi salah satu saksi dalam persidangan, mengingat Stefanus merupakan putra asli Desa Bo’a dan pernah menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa Bo’a

Disebutkan pula bahwa dalam pembicaraan tersebut diputuskan Stefanus menjadi saksi pertama dari tiga saksi yang diajukan oleh kuasa hukum terdakwa untuk sidang pada Kamis, 12 Februari 2026

Stefanus menyebutkan bahwa pada Kamis pagi, 12 Februari 2026, ia telah mengirimkan surat pemberitahuan izin kepada pimpinan di Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao untuk menghadiri persidangan pukul 09.00 WITA di Pengadilan Negeri Rote Ndao

Ia menegaskan bahwa dirinya hadir dan memberikan keterangan sebagai saksi hingga persidangan selesai

Stefanus menyatakan telah memberikan keterangan di bawah sumpah sesuai dengan apa yang ia ketahui dan alami, meliputi apa yang ia tahu maupun tidak tahu, lihat maupun tidak lihat, dengar maupun tidak dengar, serta hal-hal yang bisa dan tidak bisa ia buktikan (tim/nasa)

Baca Juga:  Pemkab Rote Ndao Gandeng RSUP dr. Ben Mboi Tingkatkan Layanan Kesehatan, Transfer Pengetahuan

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02