Jaksa : Anggota DPRD Rote Ndao Diduga Jadi Pemicu Kerusuhan di PT. Bo’a Development

Avatar photo

Wednesday, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) dengan terdakwa Erasmus Frans Mandato alias Mus Frans, Senin (30/3/2026), dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Rote Ndao

Di sidang tersebut, JPU Halim Irmanda, S.H dan Bobi Bintang Hasiholan Sigalingging, S.H mewakili Kejaksaan Negeri Rote Ndao

Di dalam tuntutan JPU menguraikan analisa yuridis berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan

Salah satu poin penting yang mencuat adalah keterlibatan anggota DPRD Rote Ndao, Mersianus Tite

pada tanggal 5 Mei 2025, dalam kegiatan reses di Desa Bo’a, Anggota DPRD Mersianus Tite diduga menyampaikan pernyataan yang mengandung unsur provokasi terhadap keberadaan PT Bo’a Development. Hal tersebut terekam dalam siaran langsung Facebook, di mana pada menit 3.29 disebutkan ajakan untuk mengganggu aktivitas perusahaan, termasuk mengerahkan anak-anak lokal untuk membuat tamu surfing merasa tidak nyaman serta “mengobrak-abrik” usaha tersebut

Menurut JPU, pernyataan tersebut menimbulkan gangguan keamanan secara fisik dan menciptakan rasa khawatir yang nyata bagi pihak perusahaan

Lebih lanjut, JPU juga memaparkan rangkaian aksi massa yang terjadi pada 10, 20, 23, dan 24 Oktober 2025. Dalam aksi tersebut, massa melakukan berbagai tindakan seperti pembakaran plang PT Bo’a, pembakaran ban, blokade jalan umum, hingga penutupan akses gerbang perusahaan

Aksi tersebut juga disertai tuntutan agar akses jalan menuju pantai dibuka serta pembebasan terdakwa Mus Frans tanpa syarat. Fakta ini diperkuat dengan barang bukti berupa rekaman video dalam flash disk serta foto-foto yang diajukan dalam persidangan

JPU menilai, rangkaian peristiwa tersebut merupakan bentuk kerusuhan yang mengakibatkan gangguan keamanan dan pengrusakan fasilitas. Bahkan, masyarakat Desa Bo’a yang hendak bekerja disebut merasa tidak aman dan mengalami ketakutan akibat situasi tersebut

Baca Juga:  Nasdem Keluarkan Rekomendasi Untuk 5 Pasang Calon Bupati/wakil Bupati di NTT, Tidak Termasuk Rote Ndao

Berdasarkan analisa tersebut, JPU menyimpulkan bahwa telah terjadi kerusuhan fisik di masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal 45A ayat (3) juncto Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang kemudian dikaitkan dengan postingan yang dibuat oleh terdakwa

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan bahwa perbuatan terdakwa telah menimbulkan konflik sosial berkepanjangan. Selain itu, terdakwa yang dikenal sebagai tokoh masyarakat dan mantan anggota legislatif dinilai tidak memberikan contoh yang baik dalam penggunaan media sosial.
Atas perbuatannya, Erasmus Frans Mandato dituntut pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani, dengan perintah tetap ditahan

Dalam perkara ini, terdakwa diduga menyebarkan informasi yang menuduh PT Bo’a Development menutup akses jalan menuju destinasi wisata Bo’a, melarang masyarakat ke pantai, serta merusak dan merampas kearifan lokal

Persidangan turut dihadiri oleh pendukung dari kedua belah pihak. Pendukung PT Bo’a Development terpantau tetap tenang, sementara pendukung terdakwa Mus Frans sempat menggelar aksi massa yang berujung ricuh dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi

Sidang akan kembali dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh majelis hakim (tim/nasa)

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02