SINDONTT.ID – ROTE NDAO
Mantan Anggota DPRD Rote Ndao Welem Paulus diduga mengelapkan biaya bantuan operasional dari Lembaga Pengelola Modal usaha kelautan dan perikanan (LPMUKP) yang bernaung di kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Bantuan operasional yang di kirim rekening atas Nama Welem Paulus senilai Rp 12. 200. 000.000 (dua belas miliar dua ratus juta rupiah), uang sebesar itu seharusnya di peruntukan untuk biaya operasional tiga belas(13) kapal penangkap ikan yang di kelola oleh delapan (8) kelompok Nelayan di Desa Baadale kecamatan Lobalain, namun sepertinya uang miliaran rupiah itu di gelapkan oleh Wellem Paulus selaku pengelola di kabupaten Rote Ndao
Demikian ditegaskan Marlince A. Pello ketika menggelar jumpa pers di Pesisir Pantai Bafolin Desa Baadale, Rabu (11/08/2021) sekitar Pukul 17.00 wita petang

Marlince A. Pello selaku salah satu ketua kelompok Nelayan yang menerima Kapal Penangkap ikan dengan nomor Lambung 026 mengatakan sesuai hasil penelusuran dirinya didapat bukti bahwa kelompok yang menerima kapal penangkap ikan tersebut mendapat bantuan operasional dari Lembaga Pengelola Modal usaha kelautan dan perikanan yang bernaung di kementerian perikanan dan kelautan Republik Indonesia, namun hingga saat ini dana bantuan itu tidak kunjung di terima oleh kelompok penerima kapal penangkap ikan
“Uang operasional untuk kapal penangkap ikan sebesar Rp. 12.200. 000. 000 sudah di krim di nomor rekening, 1132708XXX Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kupang atas nama Bpk Welem Paulus dan uangnya sudah di cairkan oleh yang bersangkutan pada tanggal 05 November 2020”, Ungkap Lenci Pello

Menurut Lenci Pello dirinya sempat menanyakan dana operasional miliaran rupiah itu di Wellem Paulus di media sosial ketika dirinya mengetahui informasi terkait bantuan operasional untuk kapal penangkap ikan di kabupaten Rote Ndao
“Saya sudah tanyakan Welem Paulus dan dijawab tidak pernah mencairkan uang namun uang miliaran rupiah itu pernah di posting di akun Facebooknya”, ujar Lenci
Lanjut Lenci Pello dirinya sudah bertemu dengan pihak yang menyalurkan bantuan biaya operasional ke nomor rekening Welem Paulus
“Saya sudah ketemu pihak LPMUKP dan didapatkan bukti Uang sudah di kirim di nomor rekening Welem Paulus, saya di berikan waktu 14 hari untuk mengklarifikasi dana ini, saya mendapat kewenangan”, Ujarnya
Juliana Sarlin Mboeik selaku salah satu ketua kelompok Nelayan yang menerima kapal penangkap ikan dengan nomor lambung kapal 02 pada kesempatan tersebut menjelaskan dirinya pernah bekerja sebagai pegawai Koperasi Simpan Pinjam Bintang Rajawali Sejati dan ia mengetahui kalau Welem Paulus pernah mencairkan uang sekitar Rp. 12. 200. 000.000 (dua belas miliar dua ratus juta rupiah) untuk kepentingan simpan pinjam di Koperasi Bintang rajawali sejati
Juliana S Mboeik menjelaskan dirinya mengetahui kalau uang miliaran rupiah itu di cairkan tahap pertama pada tanggal 13 November 2020 senilai Rp. 1.000.000.000(satu miliar Rupiah)
“Cair pertama itu sebesar Rp 1 Miliar di BNI Cabang Rote Ndao, dan saat tiba di rumah uang itu di Pamer di atas meja dan di foto kemudian di posting di akun Facebook atas nama welem Paulus”, tegas Juliana

Selanjutnya Juliana tidak tau lagi pencairan berikutnya,
“Setau saya Wellem Paulus pernah mencairkan uang sebesar Rp.12.200.000.000 untuk simpan pinjam di Koperasi Bintang rajawali sejati yang di saluran kepada 3 kelompok dan saya sebagai petugas lapangan menyerahkan langsung uang ke tangan kelompok pemijam sebesar Rp. 150 juta dengan rincian Rp 25 juta untuk satu kelompok di Oelaba Desa Oelua, kemudian Rp 125 juta untuk dua Kelompok di Desa Baadale”, tegas Juliana
Jumpa pers tersebut dihadiri langsung pengurus dari 8 kelompok Nelayan pengelola Kapal Penangkap Ikan
Wellem Paulus bertindak atas nama Koperasi Produsen Nelayan Harapan Nusa indah untuk mengelola 13 kapal penangkap ikan dari kementerian Perikanan dan kelautan Tersebut ketika dihubungi via ponsel gengamnya mengatakan dirinya tidak pernah mencairkan uang dari kementerian dan lembaga manapun
“Saya tidak pernah mencairkan uang satu rupiah pun dari kementerian manapun, di BNI silahkan cek, kalau rekening Pribadi saya ada tapi tidak ada pencairan, tolong tulis ko lapor polisi ko lacak itu lembaga tidak pernah memberikan bantuan cuma-cuma kepada kelompok untuk perbaikan kapal, kalau kelompok keluarkan uang untuk perbaikan kapal ada itu uang pinjaman dari koperasi, dan Koperasi rajawali pun tidak pernah mencairkan uang”, tegas Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rote Ndao itu, (Nasa)






