SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Pemerintah Pusat sudah mentransfer Dana Bantuan Badai Seroja Sebesar Rp 107.325.000.000 di rekening Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao, namun ironisnya hingga saat ini dana miliaran rupiah itu diduga masih mengendap di rekening Pemerintah Daerah, belum disalurkan kepada warga Terdampak Badai Seroja pada awal April 2021
Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Paulus Henuk, SH ketika dihubungi Sindo-NTT, Kamis (06/01/2022)
Menurut Paulus Henuk Bantuan Badai Seroja senilai Rp 107.325.000.000 itu seharusnya disalurkan kepada 9.381 Kepala Keluarga terdampak Bencana yang di sudah di data oleh Pemerintah Daerah
“Hingga saat ini dana masih endap di rekening Pemda, Warga Terdampak sebanyak 9,381 KK mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar 107,325,000,000 Sudah ditransfer
Dengan rincian Rusak Berat 117 KK dan setiap KK dapat Rp 50,000,000 dengn total sebesar Rp 5,850,000,000
Rusak Sedang 589 KK dan setiap KK dapat 25,000,000 dengan total Rp 14,725,000,000 dan Rusak Ringan 8,675 KK dan setiap KK dapat Rp 10,000,000 dengan total RP 86,750,000,000,” Tegas Paulus
Terkait Dana Bantuan Badai Seroja yang sudah ditransfer oleh pemerintah pusat ke pemda Rote Ndao sebesar Rp 107.325.000.000, Paulus Henuk berharap semua pihak dapat mengawasi penyalurannya dengan baik, meminta Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao menyerahkan data Penerima yang terdampak Seroja Kepada DPRD
“Saya wa pak sekda agar data penerima mulai dari yang rumahnya rusak berat, sedang maupun ringan agar diserahkan ke DPRD sehingga bisa kami awasi penyalurannya ke masyarakat agar tepat sasaran, tidak disunat dan disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
Lanjut Paulus, Mengingat anggaran itu mencapai ratutusan miliar maka pihaknya berharap agar penegak hukum baik kepolisian maupun kejaksaan ikut mengawasi sehingga potensi penyalagunaan anggaran bantuan seroja dapat dicegah.
“Saya juga sudah minta kepada pak Ketua DPRD agar data-data penerima diminta secara resmi ke bupati dan dibagikan ke semua anggota DPRD agar semua bisa awasi sesuai data yang valid,” tandas Paulus
Paulus meminta Kepada masyarakat yang rumahnya sudah di data agar ikut mengawasi dan laporkan ke DPRD kalau hingga saat ini tidak menerima bantuan tersebut, (Nasa)






