Manek Termanu Tak Tepati Janji, Kasus “Amalo” melarikan Siswa SMA Di Laporkan Ke Polres Rote Ndao

Avatar photo

Friday, 8 July 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
OA. Laki laki asal Ho desa Suebela Kecamatan Rote Tengah Kab. Rote Ndao – NTT dipolisikan oleh orangtua dan keluarga AH siswa salah satu SMA di Rote Ndao.

Orangtua dan keluarga  melaporkan  Amalo (OA) ke Polisi atas tuduhan
melarikan orang dari tempat kediamannya atau tempat tinggalnya sementara, dengan maksud melawan hak akan membawa orang itu dibawah kekuasaan sendiri.

Keluarga AH  datangi SPKT Polres Rote Ndao untuk melaporan  tindak pidana kejahatan  OA  Jumat (08/7/2022) sekitar pukul. 14:00 wita.

Laporan Polisi  No. STTLP/45/VII/2022/SPKT/RES RN/POLDA NTT.  yang diterima oleh. AIPDA Hendra L. Foeh Anggota Polres Rote Ndao.

Usai membuat Laporan Polisi, Keluarga korban (Pelapor) Maneleo Kordinator Suku Luna Vando Arkhimes Molle,SH,MA kepada Wartawan  menjelaskan, Terlapor di polisikan akibat diduga kuat melakukan masalah Kejahatan dan pelanggaran

Masalah Kejahatan karena “melarikan orang dari tempat kediamannya atau tempat tinggalnya”  dan  perbuatan  membawa pergi seorang wanita tanpa sepengetahuan orang tua  ini perbuatan hukum seperti diatur dalam Pasal 328 KUHP

Sementara  masalah pelanggaran sebab tindakan melarikan seorang wanita tanpa izin, yang bertujuan untuk hidup bersama maupun menikah. Dapat juga berarti penculikan  tanpa persetujuan.

Selain itu  perbuatan  ini melanggar hukum adat, melanggar kekuasaaan orang tua dan keluarga pihak gadis yang masih berstatus siswa pada salah satu SMA di Rote Ndao. Tegasnya.

Menurut Arkhimes Molle,  masalah ini merupakan tindakan melawan hukum karena “penculikan dan melarikan orang” dan atau “membawa pergi seseorang wanita dalam suatu keadaan tertentu dan dengan suatu maksud tertentu pula”.

Maksud tertentu tersebut jelasnya, tersirat kehendak melakukan persetubuhan dengan wanita yang dilarikan tersebut dan kehendak untuk menguasai wanita tersebut baik di dalam perkawinan maupun di luar

Baca Juga:  Dua orang terdakwa Pembunuhan Berencana dituntut 14 dan 16 tahun Penjara, sidang terdakwa Belandina Henuk ditunda

“Membawa pergi.  adalah suatu tindakan atau perbuatan dari si pelaku membawa wanita tersebut dari tempat wanita itu ke suatu tempat lain ” ujarnya.

Saya berharap dan optimis pihak Polisi dapat menindaklanjuti laporan ini dengan tidak  mengulur ulur waktu tindak dan proses. Tambahnya.

Selanjutnya Arkhimes Molle menjelaskan, Olfin Amalo (OA) membawa kabur AH dari rumah keluarga di Desa Nitaso Kec.  Lobalain pada Selasa (3/5/2022) diperkirakan pukul 04:30 atau 05:00 pagi.

Sekitar pukul 11:00 wita melalui keluarga OA, Yunus Sina di Kelurahan Metina mendatangi kami dan menyampaikan kalau sesuai permintaan orangtua OA dari Ho Desa.Suebela Kec. Rote Tengah memintanya untuk menyampaikan bagi kami orangtua dan keluarga bahwa AH sudah berada di Rumah OA tetapi tidak berniat lagi pulang kembali.

Kami keluarga lalu memberikan batas waktu  kurang lebih tiga hari kedepan untuk orangtua dan keluarga Amalo dapat bertemu kami untuk membicarakan masalah ini namun tidak mendapat respon.

Kami menunggu niat dan etikat baik dari OA dan keluarga namun tidak ada komunikasi sampai pada 26 Mei 2022  barulah Manek Termanu Vico Amalo menemui saya di Kupang untuk membicarakan hal ” dibawah kabur”  AH oleh OA.” Ujar Mes Molle

Hasil dalam pertemuan tersebut, Manek Vico Amalo yang akan meminta Maneleo dan orangtua untuk menemui kami dengan tujuan selesaikan urusan ini pada tanggal 6 Juni 2022 di Rote Ndao.

Janji ini tidak ditepati lagi kemudian pada 16 Juni 2022 kami hubungi Manek Termanu Vico Amalo melalui WhatsApp mempertanyakan kejelasan urusannya dan diperoleh jawaban kalau Keluarga Amalo sudah ada pertemuan di Ho minggu lalu. Katanya.

” Shalom, Belum ada hubungi ko? Dong ada pertemuan di Ho minggu lalu. Nah… beta coba tanya ” Jawab Vico Amalo.

Baca Juga:  Kapolsek RBL Bentuk Tim "Serigala RBL", Siap Patroli Malam, Cegah terjadinya Kriminal, Miras di Tempat Pesta

Selanjutnya. Jelas Mes Molle, kami menunggu lagi hingga 29 Juni 2022 tidak ada tindaklanjut dan etiket baik dari Maneleo dan keluarga Amalo.  kemudian melalui Yunus Sina yang pertama  membawah informasi pada kami saat OA bawah kabur AH, kami minta untuk menyampaikan kepada orang tua dan Kekuarga OA untuk segera selesaikan urusan OA dan AH.

Setelah itu pada Jumat 1Juli 2022 kami mendapat jawaban dari Junus Sina, orangtua OA sudah dihubungi namun menolak untuk bertanggungjawab sambil meminta kami keluarga AH sebagai korban menempuh jalur hukum dengan mempersilahkan kami melapor ke Pihak penegak hukum.

Atas dasar tersebut kami melihat dan menilai keluarga kalau Manek, Maneleo , Keluarga dan OA tidak bertanggungjawab
atas perbuatan hukum yang adalah masalah Kejahatan karena “dibawa kabur”,  tersebut dikenal sebagai perbuatan membawa pergi seorang wanita tanpa sepengetahuan orang tua. Hal ini diatur dalam Pasal 332 ayat (2) KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Seseorang yakni dengan unsur tipu muslihat.

Selain itu tindakan Terlapor telah merusak citra AH dan putus dari harapan masa depannya yang kini masih mengikuti pendidikan dengan berstatus sebagai siswa.

“Selama saya hidup di Rote Ndao, daerah yang kental dan sangat menjunjung tinggi adat budaya sebagai simbol harga diri, saya baru temukan hal ini, orangtua yang tidak punya rasa tanggungjawab atas urusan adat anaknya”  Ujar Kepala suku Luna Vando ini tegas.(Tim)

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02