Sudah Booking Tiket, Pasien Gawat Rujukan RSUD Ba’a di Tolak Kapal Bahari Expres

Avatar photo

Friday, 30 December 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.ID – ROTE NDAO
Otniel Feoh warga Rt 03/Rw 01 Dusun Menoama Desa Persiapan Teu Esa ( sebelumnya Desa Oenitas) Kecamatan Rote Barat Kab. Rote Ndao, Pasien rujukan dari RSUD Ba,a – Rote Ndao ditolak Bahari Expres akibat tidak memiliki tiket.

Pasien yang sudah sekarat ini tidak dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa angkutan laut Kapal Bahari Expres tujuan Kupang untuk mendapat pelayanan Medis sebagai pasien rujukan RSUD Ba,a. gara-gara tidak kantongi tiket.

Hal ini mengundang amarah dari keluarga pasien. Adrianus Feoh di RSUD Ba,a setelah pasien yang adalah adiknya dibawah kembali ke RSUD Ba,a dari pelabuhan Pepela – Rote Timur.

Kepada Sindo-NTT.id Adrianus Feoh di RSUD Ba,a. Rabu (28/12/2022) sekitar pukul 15:00 Wita. Ia menjelaskan, Pasien Otniel Feoh mengalami kecelakaan dengan motor Selasa (27/12/2022) sehingga dalam penanganan Medis disarankan untuk dirujuk ke RSUD Prof. Johannes Kupang.

“ Saya punya adik kecelakaan, tadi malam kami keluarga semua dipanggil oleh dokter untuk kita runding sama sama agar dirujuk ke Kupang guna menjalani operasi, kami keluarga sepakat dan resiko apapun kita sudah siap “ Ujarnya.

Selanjutnya atas keterangan dari dokter, kita urus semua persyaratannya dan hari ini sekitar jam 05:00 pagi berangkat dari RSUD Ba,a menuju pelabuhan Pepela namun sekitar pukul 15:00 Wita kami mendapat informasi melalui telpon dari pihak RSUD Ba,a kalau pasien di tolak oleh pihak Bahari Expres.

Penolakan tersebut dengan alasan kehabisan Tiket. Hal ini membuat kita tidak bisa menerima karena bagaimana pihak RSUD sudah mengeluarkan Rujukan tetapi pasien tidak mendapat tiket.

“ Tadi saya Tanya petugas beralasan penolakan tersebut katanya kehabisan tiket tapi dia mengakui sudah booking tiket makanya saya minta lagi dimana bukti booking tiketnya secara online karena kalau sudah booking kenapa pasien di tolak. Kita usaha beli juga tapi tiket sudah habis terjual “ Kata Feoh bernada marah.

Baca Juga:  Saksi Beberkan, Terdakwa Hoaks Dalang Demo dan Kerusuhan di PT Bo'a Development, Simak!

Pantauan Media di RSUD Ba,a. Rabu (28/12/2022) sekitar pukul 16:00 wita, sejumlah Keluarga Pasien mendatangi RSUD Ba,a meminta penjelasan pihak RSUD dan Nampak dua tenaga medis sedang menerima keluarga pasien.

Salah seorang keluarga pasien mempersoalkan masalah SOP dan kordinasi pihak RSUD dan pihak Bahari Expres karena rujukan pasien sudah dikeluarkan tetapi justru tidak ada tiket yang disiapkan pihak Bahari untuk memberangkatkan pasien yang sudah sekarat.

“ Kalau kita mau rujuk tetapi pihak Kesehatan dan pihak Bahari tidak konet atau cek kesiapan baru rujukan pasien dilakukan maka itu kita tidak cari keselamatan tetapi kita cari kematian kalau cara urusan seperti ini “ Ucapnya.

Sementara keluarga yang lain mengatakan rasa kesalnya atas kejadian ini karena pasien sudah sekarat dibawah sampai ke pelabuhan ditolak dan kembali lagi ke Rumah sakit yang sudah keluarkan rujukan.

Dari pihak RSUD. Seorang tenaga medis mengakui kalau prosedurnya memang perlu kordinasi dan cek kesiapan antara pihak RSUD dan Pihak Bahari sebelum pasien dirujuk sehingga setelah adanya kejelasan baru pasien diberangkatan. “ Ya memang prsedurnya begitu “ ujarnya

Ia juga menjelaskan, Kondisi pasien tisak sadar tetapi berdasarkan penilaian kesadaran pasien masih diatas angka 10 sehingga masih bisa dipertahankan untuk hidup sehingga pihaknya melakukan rujukan.

“ Kondisinya tidak sadar ada diapun angka angka, bapak pung kondisi tidak sadar ini ada penilaian kesadaran jadi ada angka 1 sd 15, jadi bapak pung (Pasien) diatas angka 10 itu artinya masih bisa pertahankan, masih bisa makanya kita ambil keputusan untuk rujuk “ ucapnya yang dikutip media.

Menjawab prosedur yang ditanyakan keluarga ia mengatakan, Pasien diberangkatkan dari pelabuhan Pepela terlalu jauh sehingga hal ini menjadi salah satu faktor penghambat.

Baca Juga:  Aksi Massa Terdakwa Mus Frans Bentangkan Tulisan Tak Pantas, Hinaan Terhadap Jaksa di Rote Ndao

“ Inikan terlalu jauh ya bapak, terlalu jauh di Pepela, jadi ini kan salah satu faktor juga yang menghambat kita karena jedah waktunya ini yang terlalu lama” ujarnya terkesan tidak sinkron dengan pertanyaan keluarga pasien.

Sementara Seorang tenaga Medis yang mengakui kalau dirinya yang menerima pasien sebelum mendapat penanganan dari dokter. Ia mengatakan, pasien mengalami perdarahan otak dan setiap rujukan pasien seharusnya melalui KKP dan KKP yang melakukan kontak dengan pihak Bahari.

Menurutnya, KKP itu yang harus bertanggungjawab terhadap pasien yang dirujuk baik liwat laut maupun udara. jadi misalnya KKP sudah kontak dengan Bahari dan semua surat di kasih ke kita. prosedurnya begitu. Katanya. Sambil mencontohkan misal ibu hamil mau rujuk kasih surat ke KKP, KKP kontak ke Maskapai atau nakoda pelabuhan jadi mau bilang prosedur ya kita sudah jalani sesuai prosedur.

“ Dimana mana begitu missal ibu hamil mau jalan kasih surat ke KKP, KKP kontak ke Maskapai atau nakoda pelabuhan jadi mau bilang prosedur ya kita sudah sesuai prosedur ” Ujarnya

Sedangkan Otniel Feoh. Pasien yang dibawah kembali di RSUD Ba,a Nampak terbaring tak sadarkan diri terlihat kondisi sekarat berada di UGD di jaga keluarga.(Nasa/Memo)

Berita Terkait

Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao
Kasus Mayat Terapung di Pantai, Polisi Serahkan Lima Tersangka ke Jaksa
Ketua P2SP SMA Rote Selatan tidak dilibatkan, Belanja Proyek Rp 2,5 Miliar, Warga Minta Di Audit
Disorot, Konsultan : Proyek Miliaran Rupiah SMA Rote Selatan Bisa Lakukan Perubahan Volume
SMSI NTT Minta Kapolres TTU Baca Kembali Rekomendasi Dewan Pers
Proyek Rp 2,5 Miliar Bermasalah, Kepala Sekolah Backup, Amankan Dinas Pendidikan, Pengawas dan Konsultan
Mencuat, Proyek Rp 2,5 Miliar SMA Rote Selatan tak Sesuai Spesifikasi, Indikasi Korupsi?
Di Tengah Isak Tangis Keluarga, Kapolres Rote Ndao Kawal Jenazah Korban Penembakan di Papua
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 1 October 2026 - 17:12

Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao

Thursday, 1 October 2026 - 12:07

Kasus Mayat Terapung di Pantai, Polisi Serahkan Lima Tersangka ke Jaksa

Wednesday, 30 September 2026 - 11:35

Ketua P2SP SMA Rote Selatan tidak dilibatkan, Belanja Proyek Rp 2,5 Miliar, Warga Minta Di Audit

Sunday, 27 September 2026 - 21:57

Disorot, Konsultan : Proyek Miliaran Rupiah SMA Rote Selatan Bisa Lakukan Perubahan Volume

Sunday, 27 September 2026 - 18:32

SMSI NTT Minta Kapolres TTU Baca Kembali Rekomendasi Dewan Pers

Sunday, 27 September 2026 - 10:51

Proyek Rp 2,5 Miliar Bermasalah, Kepala Sekolah Backup, Amankan Dinas Pendidikan, Pengawas dan Konsultan

Saturday, 26 September 2026 - 20:23

Mencuat, Proyek Rp 2,5 Miliar SMA Rote Selatan tak Sesuai Spesifikasi, Indikasi Korupsi?

Friday, 11 September 2026 - 18:47

Di Tengah Isak Tangis Keluarga, Kapolres Rote Ndao Kawal Jenazah Korban Penembakan di Papua

Berita Terbaru