SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menjalani serangkaian agenda padat pada Senin (27/10/2025)
Agenda ini berfokus pada isu-isu strategis daerah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Salah satu agenda penting hari itu adalah pertemuan Bupati dengan Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, beserta jajaran di ruang kerja Bupati
Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah pencegahan dan penanganan migran ilegal yang belakangan ini menjadi perhatian bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Paulus Henuk menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan migran ilegal di wilayah perbatasan paling selatan Indonesia tersebut.
“Masalah migran ilegal harus kita tangani dengan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum perlu bergerak bersama agar langkah yang diambil efektif,” tegas Bupati.
Bupati juga menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan harus cepat, tepat, dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan, mengingat isu migran ilegal tidak hanya berkaitan dengan hukum, tetapi juga dengan keselamatan manusia

Sebagaimana diketahui, Polres Rote Ndao baru saja mengamankan satu unit kapal laut di perairan selatan Pulau Rote, tepatnya di Kecamatan Rote Barat Daya, pada Minggu (26/10/2025)
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan tujuh migran ilegal asal China serta tiga anak buah kapal (ABK) asal Sulawesi Tenggara.
Informasi awal diperoleh sekitar pukul 16.00 WITA, setelah sejumlah nelayan yang sedang memancing di Laut Selatan dekat Pulau Ndana melihat sebuah kapal asing berwarna putih dalam kondisi mencurigakan. Kapal tersebut diketahui terparkir dengan mesin masih menyala.
Salah satu nelayan bernama Muhidin segera menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Dalek Esa, Bripka Edy Suryadi, untuk melaporkan temuan tersebut. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Polres Rote Ndao hingga akhirnya kapal dan seluruh awak berhasil diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah cepat aparat kepolisian ini mendapat apresiasi dari Bupati Paulus Henuk, yang menilai koordinasi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.
“Kita patut berterima kasih kepada masyarakat yang tanggap dan aparat yang sigap. Ini bukti bahwa keamanan di wilayah Rote Ndao adalah tanggung jawab bersama,” ujar Bupati (tim/nasa)






