Warga Bo’a Angkat Poster di Pengadilan Negeri Rote Ndao, Serukan Anti Hoaks, Bela PT Bo’a Development

Avatar photo

Tuesday, 6 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Puluhan warga Desa Bo’a menyatakan dukungan terbuka kepada PT Bo’a Development dalam sidang lanjutan perkara dugaan penyebaran hoaks dengan terdakwa Erasmus Frans Mandato, yang digelar di Pengadilan Negeri Rote Ndao, Senin (05/01/2026)

Seusai pantauan wartawan, Dukungan tersebut disampaikan warga dengan membawa berbagai poster bertuliskan pesan-pesan penolakan terhadap hoaks serta pernyataan positif terhadap kehadiran PT Bo’a Development di Desa Bo’a kecamatan Rote Barat

Aksi warga berlangsung tertib di luar area persidangan sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang merasa dirugikan oleh informasi bohong yang beredar

Sejumlah tulisan pada poster warga antara lain berbunyi “Maaf Batong Masyarakat Desa Bo’a Sonde Percaya Hoaks,” “Hoaks Memang Gratis Tapi Hilang Kepercayaan,” “Anti Hoaks Jaga Akal Tetap Waras,” hingga “Hoaks Itu Seperti Asap, Cepat Menyebar.”

Pesan-pesan tersebut mencerminkan kekecewaan warga terhadap dampak hoaks yang dinilai memecah kepercayaan dan meresahkan masyarakat

Selain menolak hoaks, warga juga menegaskan manfaat keberadaan PT Bo’a Development bagi desa mereka

Hal ini terlihat dari poster bertuliskan “PT Bo’a Development Bawa Manfaat Bukan Janji,” “Hadirkan Kesejahteraan yang Nyata,” “Gerakkan Ekonomi Kami,” “Buka Ruang Generasi Rote Ndao,” serta “Maju Bersama PT Bo’a Development.”

Warga menilai tuduhan yang menyebut PT Bo’a Development menutup akses jalan menuju pantai wisata Desa Bo’a tidak sesuai fakta di lapangan. Mereka menyebut perusahaan justru membuka peluang ekonomi baru,

menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat

Dalam aksi tersebut, warga juga menyampaikan dukungan terhadap proses hukum yang sedang berjalan dengan membawa poster

“Batong Dukung Proses Hukum, Bukan Menekan.” Warga berharap pengadilan dapat mengungkap kebenaran secara adil agar tidak ada lagi informasi menyesatkan yang merugikan masyarakat dan dunia usaha

Baca Juga:  Gegara Pesan Berantai Bermuatan Politis, Besok Camat Pantai Baru di Periksa

Sidang perkara hoaks dengan terdakwa Erasmus Frans Mandato sendiri digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum

Warga Bo’a berharap proses persidangan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi pembelajaran agar hoaks tidak kembali merusak keharmonisan dan pembangunan desa Bo’a

Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut umum adalah Samsul Bahri selaku saksi Korban yang membuat laporan resmi dan Mantan Kepala Desa Bo’a Felipus Tasi

Sidang dilanjutkan kembali pada Kamis, 08 Januari 2026, (nasa/tim)

Berita Terkait

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?
Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao

Berita Terkait

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Wednesday, 7 October 2026 - 21:49

Belasan Kontraktor Dipanggil Menghadap di Polres Rote Ndao, Adakah Korupsi?

Thursday, 1 October 2026 - 17:12

Kasat Reskrim Serahkan Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao

Berita Terbaru