SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rote Ndao, Johni Manafe akhirnya angkat suara soal kisruh bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat
Pejabat yang dikabarkan akan memasuki masa pensiun bulan depan itu berjanji membuka data seluruh agen maupun penyalur BBM di Kabupaten Rote Ndao
Langkah tersebut disebut sebagai upaya membongkar rantai distribusi yang selama ini tertutup dan diduga menjadi ruang bermain para mafia BBM
Pernyataan itu muncul di tengah sorotan tajam masyarakat terhadap maraknya praktik penjualan BBM subsidi secara ilegal di sejumlah wilayah. Warga selama ini hanya menyaksikan antrean panjang, kelangkaan BBM, hingga harga jual yang melambung tinggi di tingkat pengecer, tanpa pernah mengetahui secara pasti ke mana distribusi BBM sebenarnya mengalir
Johni Manafe mengakui bahwa untuk BBM subsidi, pengawasannya berada di bawah Dinas Koperindag. Karena itu, keterbukaan data dianggap penting agar masyarakat ikut melakukan kontrol sosial terhadap distribusi BBM di wilayah masing-masing
“Kalau untuk (BBM) subsidi, itu di kita (Dinas Koperindag). Non subsidi untuk mereka langsung berurusan dengan Migas,” jelas Johni Manafe saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026)
Ia juga berjanji akan meminta data resmi dari pihak Pertamina maupun SPBU terkait agen dan penyalur BBM di Rote Ndao
“Tapi datanya nanti beta minta di orang Pertamina (SPBU),” ujarnya.
Pernyataan tersebut memantik perhatian publik. Sebab selama ini dugaan permainan BBM subsidi di Rote Ndao terus menjadi pembicaraan masyarakat
Praktik penjualan eceran dengan harga tinggi masih ditemukan di sejumlah titik, bahkan muncul dugaan adanya takaran yang tidak sesuai
Ironisnya, meski pemerintah daerah mengakui masih adanya pengecer ilegal yang berulang kali melanggar aturan, tindakan yang diambil sejauh ini dinilai belum memberi efek jera. Penanganan yang dilakukan masih sebatas pembinaan dan surat pernyataan.
Kondisi itu membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menertibkan distribusi BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil
Publik kini menunggu apakah janji membuka data agen dan penyalur BBM benar-benar akan diwujudkan atau hanya menjadi catatan manis menjelang akhir jabatan
Sebab bagi masyarakat Rote Ndao, persoalan BBM bukan sekadar antrean panjang. Di balik kelangkaan itu, ada beban ekonomi rakyat kecil yang terus terhimpit akibat distribusi yang diduga tidak tepat sasaran
“Iya, nanti beta kasi datanya,” jawab Johni Manafe dengan singkat, sebuah janji yang kini ditunggu pembuktiannya oleh masyarakat Rote Ndao, (tim)

















