ROTE NDAO, SINDONTT.COM – Adolfina A. Ngili alias Vina Ngili membantah tuduhan bahwa dirinya membuat postingan aneh-aneh di media sosial untuk menyalahkan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, terkait persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Bantahan tersebut disampaikan Vina saat menjalani pemeriksaan di Polres Rote Ndao sebagai saksi korban atas laporan terhadap salah satu oknum anggota Satuan Tugas (Satgas) Tata Kelola BBM
Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Polres Rote Ndao Nomor LP/B/255/XI/2026/SPKT/Polres Rote Ndao/Polda Nusa Tenggara Timur, tertanggal 1 November 2026, pukul 20.58 WITA.
Dalam laporan tersebut, terlapor Jekson diduga menuding Vina, warga Desa Hundihuk, Kecamatan Rote Barat Laut, menyalahkan Bupati Rote Ndao melalui postingan aneh-aneh terkait persoalan kelangkaan BBM.
Tegaskan Tidak Pernah Posting tentang Bupati
Kepada wartawan, Selasa (3/11/2026), Vina mengungkapkan bahwa dalam Berita Acara pemeriksaan (BAP) di Polres Rote Ndao, penyidik menanyakan apakah dirinya pernah membuat postingan aneh-aneh tentang Bupati Rote Ndao
Vina mengaku telah menjawab dengan tegas bahwa dirinya tidak pernah membuat postingan sebagaimana yang dituduhkan oknum Satgas BBM yang mengaku bernama Jekson
“Ya, saya bilang tidak pernah posting aneh-aneh tentang Bupati,” ujar Vina
Selain membantah tuduhan tersebut, Vina juga menjelaskan kepada penyidik mengenai pesan suara melalui aplikasi WhatsApp yang dikirimkan oleh terlapor Jekson
Dalam pesan suara itu, terdapat tuduhan bahwa dirinya mencuri minyak. Vina menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah yang sangat menyakitkan
“Fitnah dan tuduhan yang sangat menyakitkan. Karena semiskinnya saya, tidak pernah mencuri untuk keluarga saya. Puji Tuhan, biar kita petani dilihat sangat sederhana, tetapi kita selalu merasa cukup karena Tuhan,” ungkapnya.
Isi Pesan Suara yang Dipersoalkan
Dalam rekaman pesan suara yang menjadi bagian dari laporan tersebut, terdengar seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Jekson, anggota Satgas BBM
Dalam pesan itu, Jekson menyinggung persoalan BBM di kampung, aturan bagi petani dan nelayan, serta kewenangan Bupati dalam pengelolaan BBM.
Ia juga mempertanyakan unggahan yang dianggap seolah-olah menyalahkan Bupati Rote Ndao.
Bahkan, dalam rekaman tersebut terdengar pernyataan yang menyinggung kemungkinan Vina mencuri minyak
Pesan suara itu kemudian menjadi salah satu persoalan yang dipersoalkan Vina hingga dilaporkan ke Polres Rote Ndao.
Ketua Satgas BBM Sebut Akan Evaluasi
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Rote Ndao, Petson S. Hangge, S.Sos., selaku Ketua Satgas Tata Kelola BBM, sebelumnya telah menanggapi laporan terhadap salah satu anggota Satgas bernama Jekson.
Petson mengatakan, apabila benar terdapat tindakan atau ucapan anggota Satgas yang tidak mencerminkan etika, kesantunan, dan profesionalitas, maka hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi.
“Jika memang terdapat tindakan atau ucapan yang tidak mencerminkan etika, kesantunan dan profesionalitas seorang anggota Satgas, maka hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi,” ujar Petson kepada wartawan, Senin (2/11/2026).
Belum Terima Salinan Rekaman
Meski demikian, Petson mengaku belum menerima salinan atau kopian rekaman yang menjadi dasar persoalan tersebut.
Karena itu, ia belum dapat memberikan tanggapan lebih jauh mengenai dugaan tindakan salah satu anggota Satgas BBM tersebut.
Menurut Petson, pihaknya perlu melihat dan mendengarkan rekaman dimaksud serta meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Langkah itu dinilai penting agar Satgas dapat mengambil sikap secara objektif dan proporsional sebelum menentukan langkah evaluasi terhadap anggotanya (**)

















