Wellem Paulus diduga gelapkan dana Operasional Kapal Penangkap Ikan sebesar Miliaran Rupiah

Wednesday, 11 August 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDONTT.ID – ROTE NDAO
Mantan Anggota DPRD Rote Ndao Welem Paulus diduga mengelapkan biaya bantuan operasional dari Lembaga Pengelola Modal usaha kelautan dan perikanan (LPMUKP) yang bernaung di kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Bantuan operasional yang di kirim rekening atas Nama Welem Paulus senilai Rp 12. 200. 000.000 (dua belas miliar dua ratus juta rupiah), uang sebesar itu seharusnya di peruntukan untuk biaya operasional tiga belas(13) kapal penangkap ikan yang di kelola oleh delapan (8) kelompok Nelayan di Desa Baadale kecamatan Lobalain, namun sepertinya uang miliaran rupiah itu di gelapkan oleh Wellem Paulus selaku pengelola di kabupaten Rote Ndao

Demikian ditegaskan Marlince A. Pello ketika menggelar jumpa pers di Pesisir Pantai Bafolin Desa Baadale, Rabu (11/08/2021) sekitar Pukul 17.00 wita petang

Marlince A. Pello selaku salah satu ketua kelompok Nelayan yang menerima Kapal Penangkap ikan dengan nomor Lambung 026 mengatakan sesuai hasil penelusuran dirinya didapat bukti bahwa kelompok yang menerima kapal penangkap ikan tersebut mendapat bantuan operasional dari Lembaga Pengelola Modal usaha kelautan dan perikanan yang bernaung di kementerian perikanan dan kelautan Republik Indonesia, namun hingga saat ini dana bantuan itu tidak kunjung di terima oleh kelompok penerima kapal penangkap ikan

“Uang operasional untuk kapal penangkap ikan sebesar Rp. 12.200. 000. 000 sudah di krim di nomor rekening, 1132708XXX Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kupang atas nama Bpk Welem Paulus dan uangnya sudah di cairkan oleh yang bersangkutan pada tanggal 05 November 2020”, Ungkap Lenci Pello

Menurut Lenci Pello dirinya sempat menanyakan dana operasional miliaran rupiah itu di Wellem Paulus di media sosial ketika dirinya mengetahui informasi terkait bantuan operasional untuk kapal penangkap ikan di kabupaten Rote Ndao

Baca Juga:  Bapelitbangda Dukung Implementasi Aksi Perubahan dari 5 Orang Peserta PKA 17

“Saya sudah tanyakan Welem Paulus dan dijawab tidak pernah mencairkan uang namun uang miliaran rupiah itu pernah di posting di akun Facebooknya”, ujar Lenci

Lanjut Lenci Pello dirinya sudah bertemu dengan pihak yang menyalurkan bantuan biaya  operasional ke nomor rekening Welem Paulus

“Saya sudah ketemu pihak LPMUKP dan didapatkan bukti Uang sudah di kirim di nomor rekening Welem Paulus, saya di berikan waktu 14 hari untuk mengklarifikasi dana ini, saya mendapat kewenangan”, Ujarnya

Juliana Sarlin Mboeik selaku salah satu ketua kelompok Nelayan yang menerima kapal penangkap ikan dengan nomor lambung kapal 02 pada kesempatan tersebut menjelaskan dirinya pernah bekerja sebagai pegawai Koperasi Simpan Pinjam Bintang Rajawali Sejati dan ia mengetahui kalau Welem Paulus pernah mencairkan uang sekitar Rp. 12. 200. 000.000 (dua belas miliar dua ratus juta rupiah) untuk kepentingan simpan pinjam di Koperasi Bintang rajawali sejati

Juliana S Mboeik menjelaskan dirinya mengetahui kalau uang miliaran rupiah itu di cairkan tahap pertama pada tanggal 13 November 2020 senilai Rp. 1.000.000.000(satu miliar Rupiah)

“Cair pertama itu sebesar Rp 1 Miliar di BNI Cabang Rote Ndao, dan saat tiba di rumah uang itu di Pamer di atas meja dan di foto kemudian di posting di akun Facebook atas nama welem Paulus”, tegas Juliana

Selanjutnya Juliana tidak tau lagi pencairan berikutnya,

“Setau saya Wellem Paulus pernah mencairkan uang sebesar Rp.12.200.000.000 untuk simpan pinjam di Koperasi Bintang rajawali sejati yang di saluran kepada 3 kelompok dan saya sebagai petugas lapangan menyerahkan langsung uang ke tangan kelompok pemijam sebesar Rp. 150 juta dengan rincian Rp 25 juta untuk satu kelompok di Oelaba Desa Oelua, kemudian Rp 125 juta untuk dua Kelompok di Desa Baadale”, tegas Juliana

Baca Juga:  WTP 5 tahun berturut-turut, NTT Terima Penghargaan dari Kementerian Keuangan

Jumpa pers tersebut dihadiri langsung  pengurus dari 8 kelompok Nelayan pengelola Kapal Penangkap Ikan

Wellem Paulus bertindak atas nama Koperasi Produsen Nelayan Harapan Nusa indah untuk mengelola 13 kapal penangkap ikan  dari kementerian Perikanan dan kelautan Tersebut ketika dihubungi via ponsel gengamnya mengatakan dirinya tidak pernah mencairkan uang dari kementerian dan lembaga manapun

“Saya tidak pernah mencairkan uang satu rupiah pun dari kementerian manapun, di BNI silahkan cek, kalau rekening Pribadi saya ada tapi tidak ada pencairan, tolong tulis ko lapor polisi ko lacak itu lembaga tidak pernah memberikan bantuan cuma-cuma kepada kelompok untuk perbaikan kapal, kalau kelompok keluarkan uang untuk perbaikan kapal ada itu uang pinjaman dari koperasi, dan Koperasi rajawali pun tidak pernah  mencairkan uang”, tegas Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rote Ndao itu, (Nasa)

Berita Terkait

Aksi Brutal Pendukung Mus Frans di DPRD, Terancam Masuk Bui
Massa Pendukung Mus Frans Anarkis, Sekwan Laporkan Perusakan Fasilitas DPRD Ke Polres Rote Ndao
Dari Laut ke Rumah Warga, Kapolres Rote Ndao Salurkan Bantuan Kapolda NTT
Tuntaskan hasil Audit, Kades Kolobolon di Aktifkan Kembali Hingga 2029
Pleidoi Terdakwa Mus Frans Tak Mampu Gugurkan Fakta Sidang, Terbukti Unsur Pidana
Aksi Massa Pendukung Mus Frans Disweeping, Kabag Hukum : Bukan Orang Rote Kita Usir
Aksi Masa Pendukung Terdakwa Mus Frans Tak Beretika, Kabag Hukum: Tidak Pantas dilayani
Momentum Paskah dan HUT ke-24, Bupati Rote Ndao Salurkan Alsintan ke Ratusan Petani

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 22:01

Aksi Brutal Pendukung Mus Frans di DPRD, Terancam Masuk Bui

Friday, 17 April 2026 - 18:41

Massa Pendukung Mus Frans Anarkis, Sekwan Laporkan Perusakan Fasilitas DPRD Ke Polres Rote Ndao

Wednesday, 15 April 2026 - 20:12

Dari Laut ke Rumah Warga, Kapolres Rote Ndao Salurkan Bantuan Kapolda NTT

Wednesday, 15 April 2026 - 15:05

Tuntaskan hasil Audit, Kades Kolobolon di Aktifkan Kembali Hingga 2029

Tuesday, 14 April 2026 - 11:46

Aksi Massa Pendukung Mus Frans Disweeping, Kabag Hukum : Bukan Orang Rote Kita Usir

Tuesday, 14 April 2026 - 11:01

Aksi Masa Pendukung Terdakwa Mus Frans Tak Beretika, Kabag Hukum: Tidak Pantas dilayani

Saturday, 11 April 2026 - 21:16

Momentum Paskah dan HUT ke-24, Bupati Rote Ndao Salurkan Alsintan ke Ratusan Petani

Saturday, 11 April 2026 - 11:33

Eks Kades Kolobolon Sudah Lunasi Temuan Audit Dana Desa, Inspektorat Nyatakan Bebas

Berita Terbaru