Kapus Kelike Diduga Kuat Gelapkan Dana BOK dan Intensif Nakes

Avatar photo

Saturday, 15 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINDO-NTT.COM – FLORES TIMUR
Kepala Puskesmas (Kapus) Kelike, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur, berinisial RF, diduga mengelapkan sejumlah Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan insentif tenaga kesehatan (nakes). Penggelapan ini tidak hanya melibatkan Kapus, namun ada dugaan kuat keterlibatan bendahara di Puskesmas tersebut.

Dugaan penggelapan ini terungkap saat Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Flores Timur, Yamin Basa Lewar, bersama anggotanya, Abdul Wahab Saleh, dan Camat Solor Selatan, Benediktus Jawan, pada Rabu, (12/03/2025)

Dalam kunjungan tersebut, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan keuangan Puskesmas Kelike, salah satunya temuan sebesar 17 juta rupiah yang belum dapat dijelaskan oleh staf

Hal ini semakin mencurigakan karena Kepala Puskesmas dan Bendahara tidak berada di tempat dan terkesan menghindar begitu mengetahui adanya Kunker.

Wakil Ketua Komisi III, Yamin Basa Lewar, langsung menuntut kehadiran dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk memberikan keterangan mengenai temuan tersebut, serta meminta agar segala permasalahan segera diselesaikan dengan transparansi

“Ingat, Bupati dan Wakil Bupati saat ini sangat menekankan transparansi, apalagi di tengah resesi ekonomi global,” tegas Yamin.

Yamin juga menegaskan bahwa Kepala Puskesmas Kelike harus bisa menunjukkan bukti transfer dari rekening giro ke rekening penerima dana, bukan sekadar menggunakan uang tunai. “Kepala Puskesmas Kelike harus mampu menunjukkan ‘Rekening Koran’ sebagai bukti transfer, karena itu tidak bisa dipalsukan,” katanya dengan tegas.

Lebih lanjut, Yamin mengingatkan agar Kepala Puskesmas segera memperbaiki kondisi pengelolaan keuangan di Puskesmas Kelike, jika tidak mampu, maka sebaiknya mengundurkan diri dan siap bertanggung jawab atas DPA yang tidak pernah ditransparansikan kepada publik. Ia juga mengungkapkan bahwa staf di Puskesmas tidak mengetahui berapa jumlah DPA Puskesmas Kelike dan untuk apa saja anggaran tersebut digunakan.

Baca Juga:  Penahanan Tidak Didasarkan Bukti, Eks Bupati Kupang ajukan Praperadilan terhadap Kejati NTT

“Kepala Puskesmas dan Bendahara harus segera menyelesaikan masalah ini dengan pertanggungjawaban yang terbuka dan sesuai aturan yang berlaku di hadapan seluruh staf,” ujar Yamin dengan nada marah. Ia juga menambahkan, dugaan adanya ‘kong kali kong’ antara Kepala Puskesmas dan Bendahara harus segera dibongkar dan tidak dibiarkan terus menjadi momok di tempat tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Puskesmas Kelike, RF, belum dapat ditemui dan tidak dapat dihubungi untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait dugaan penggelapan ini. (Tim)

Berita Terkait

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak
Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut
Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang
Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah
18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera
Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar
Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi
Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 27 October 2026 - 21:59

Progres Proyek Lapen Lingkar Oeno Tertinggal, Kontraktor Bisa Kena Pemutusan kontrak

Saturday, 24 October 2026 - 17:46

Kronologis Penumpang Kapal Kupang–Rote Ndao Lompat ke Laut

Saturday, 17 October 2026 - 08:54

Dua Kali Mangkir, Polres Rote Ndao Amankan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Kupang

Tuesday, 13 October 2026 - 20:46

Eks Kepala Desa Kolobolon Diadukan ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Monday, 12 October 2026 - 16:13

18 orang Mengadu Ke Kapolres Rote Ndao, Dugaan Tindak Pidana Rp 480 Juta KSU Karya Sejahtera

Saturday, 10 October 2026 - 22:00

Kasus Imbalan Proyek SD Inaoe, Danial Kwatir Dicap Makelar

Thursday, 8 October 2026 - 22:55

Enam Kali Pertemuan, Imbalan Proyek 2025 Belum Dibayar, Matias Dipanggil Polisi

Thursday, 8 October 2026 - 14:46

Sejak 2025, Kontraktor di Rote Ndao Belum Bayar Imbalan Proyek dari Pagu Rp 510 Juta

Berita Terbaru

Dunia

20 Hotel Baru Terbaik Dunia, Satu Ada di Rote Ndao

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:02