SINDONTT.COM – ROTE NDAO
Aksi Demo dua hari di depan PT. Bo’a Development/Hotel Nihi Rote yang mendesak pembukaan akses jalan menuju Destinasi Wisata dinilai hanya sia-sia, tak mendapat respon dari Pihak PT. Bo’a Development
Dikarenakan para pendemo ini menuntut pembukaan akses jalan, namun Faktanya, Pemerintah dan dan PT. Bo’a Development telah menyiapkan jalan di bagian barat menuju pantai wisata Oemau
Salah satu pelaku usaha lokal di Desa Bo’a Lihor Mbatu kepada wartawan mengaku mendengar para pendemo ini berteriak-teriak mendesak Hotel ini membuka Akses jalan menuju pantai Oemau Desa Bo’a, namun dikatakannya sesuai pengamatan dirinya Pemerintah Daerah dan PT. Bo’a Development telah menyiapkan Akses jalan disebelah barat
“sudah buka jalan Itu, disebelah barat sana, masuk dari depan SMP,” ucap Lihor Mbatu kepada wartawan
Selanjutnya Lihor Mbatu menyoroti status jalan yang diblokade oleh para pendemo pas hari kedua, Menurutnya, jalan tersebut merupakan fasilitas umum
“Harapan saya secara pribadi kalau bisa ini secepatnya bisa dibuka, supaya saya suplay sembako ke lokasi Nihi Rote Tidak terhambat,” ucap Lihor Mbatu
Perlu diketahui pada tahun 2018 jalan yang diblokade tersebut di serahkan kepada Pemerintah Daerah untuk dibangun Lapen menuju PT. Bo’a Development, dengan ketentuan pemerintah Daerah wajib menyiapkan jalan menuju Pantai Wisata, dengan demikian Pemerintah Daerah patuh pada komitmennya dan menyiapkan Akses jalan di bagian barat,
Sebelumnya,. Penjabat Kepala Desa Bo’a Amelia Nggadas kepada wartawan menegaskan Saat ini PT. Bo’a Development menyediakan tiga akses jalan menuju Destinasi Wisata Bo’a di Desa Bo’a Kecamatan Rote Barat
“Saya melakukan survei langsung ke lapangan bersama Sekretaris Desa untuk memastikan kondisi di wilayah proyek, dan jelas PT Bo’a Development menyediakan tiga akses jalan yaitu di sisi barat, tengah dan timur,” kata Penjabat Kepala Desa Amelia Nggadas kepada wartawan
Dikatakannya, akses jalan di bagian timur dan tengah masih diperuntukkan bagi akses darurat, dikarenakan masih berlangsung kegiatan proyek, sementara akses barat tetap dibuka untuk masyarakat umum dan Wisatawan
“Tidak ada pelarangan, hanya penertiban. Ini area proyek, jadi wajar kalau ada portal atau pengaturan keluar-masuk, demi keamanan dan ketertiban, bahkan nanti ada tempat parkir yang dinanti dikelola oleh Desa,” ucap Amelia (tim/nasa)






